• Desember 22, 2025
  • 2 minutes Read
Proyek TPS 3R Benua Hijau Kota Tangerang Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Sumber1news.com

Tangerang
Pemerintah Kota Tangerang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas lingkungan melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Benua Hijau yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Tahun Anggaran 2025.

Proyek strategis ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp981.981.900 dan dikerjakan oleh PT Maduma Sakti Lestari berdasarkan kontrak nomor 027/08-kk.11.15/KEB/2025, berlokasi di Jalan NN No. 1 Blok F RT 001/RW 007, Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.
Pembangunan TPS 3R Benua Hijau dirancang sebagai bagian dari upaya jangka panjang Pemkot Tangerang dalam mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan pagu kegiatan mencapai Rp1.389.498.600, proyek ini menjadi wujud nyata keseriusan pemerintah daerah dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah perkotaan.

Berdasarkan dokumen teknis dan kualifikasi pekerjaan jasa konstruksi, proyek ini telah mencantumkan secara tegas persyaratan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), termasuk ketersediaan tenaga kerja bersertifikat K3 konstruksi. Hal tersebut menunjukkan bahwa aspek keselamatan pekerja telah menjadi perhatian sejak tahap perencanaan.

Sejumlah pihak menilai bahwa pelaksanaan proyek di lapangan perlu terus dievaluasi dan disempurnakan agar seluruh standar teknis, termasuk K3, dapat diterapkan secara optimal. Evaluasi ini dipandang sebagai bagian dari proses pengawasan konstruktif untuk memastikan kualitas pekerjaan serta keselamatan seluruh pekerja di lokasi proyek.
Seorang pemerhati kebijakan publik di Kota Tangerang menyampaikan bahwa pengawasan terhadap proyek APBD merupakan langkah positif untuk menjaga akuntabilitas dan kualitas hasil pembangunan.

“Pengawasan bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan proyek berjalan sesuai aturan, melindungi pekerja, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek dan dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang masih melakukan penyesuaian dan koordinasi teknis di lapangan.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai amanat Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Publik berharap pembangunan TPS 3R Benua Hijau dapat selesai tepat waktu, memenuhi standar keselamatan kerja, serta menjadi fasilitas pengelolaan sampah yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan mendukung program lingkungan Kota Tangerang secara berkelanjutan. (Red)

  • Desember 19, 2025
  • 3 minutes Read
Proyek Peningkatan Jalan Dikecamatan Serpong Utara Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis.

Tangerang Selatan,mediasumber1news.com— Proyek peningkatan Jalan Griya Hijau yang berlokasi di Kecamatan Serpong Utara(Serut),Kota Tangerang Selatan, diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil investigasi media di lapangan, lapisan aspal hotmix yang terhampar di sejumlah titik terlihat sangat tipis, Kondisi tersebut menyebabkan bekas retakan jalan yang lama, sesudah permukaan di aspal masih tampak terlihat dengan jelas bekas retakan – retakan jalan sebelumnya. Hal ini patut diduga karena pengerjaan jalan yaitu pengaspalan atau hotmix ini dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi atau rencana anggaran biaya (RAB).

Pada beberapa bagian ruas jalan yang sudah di lakukan pengerjaan, masih tampak terlihat secara kasat mata seperti garis-garis bekas retakan jalan beton yang lama terlihat pada permukaan jalan yang sudah di aspal atau hotmix. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketebalan lapisan hotmix diduga tidak memenuhi standar teknis pekerjaan jalan, terlebih proyek ini memiliki nilai anggaran hingga miliaran rupiah.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait kesesuaian volume pekerjaan, kualitas material yang digunakan, serta efektivitas fungsi pengawasan yang seharusnya dijalankan oleh konsultan pengawas dan dinas teknis terkait.

Diki,salah satu warga,mengungkapkan kecurigaannya terhadap proses pengerjaan proyek yang dinilai berlangsung terlalu cepat.
“Pekerjaan ini hanya beberapa hari sudah selesai. Kalau hasilnya seperti ini, aspalnya sangat tipis sampai bekas retakan lama masih terlihat. Wajar kalau masyarakat curiga. Ini proyek besar, tapi hasilnya sangat tidak maksimal,”ujarnya.

Diki menilai kondisi jalan tersebut berpotensi cepat mengalami kerusakan, mereka memperkirakan retakan lama akan kembali muncul dalam waktu dekat seiring dengan penyusutan lapisan hotmix akibat panas matahari, curah hujan, serta beban kendaraan yang melintas setiap hari.
Ironisnya, meskipun kualitas pekerjaan masih menuai keluhan, proyek tersebut disebut telah dilakukan Serah Terima Sementara (Provisional Hand Over/PHO) dari kontraktor kepada pemilik pekerjaan. Padahal, PHO seharusnya dilaksanakan setelah pekerjaan utama dinyatakan memenuhi spesifikasi teknis dan bebas dari cacat signifikan.

Langkah PHO yang dinilai terkesan terburu-buru ini memunculkan dugaan lemahnya fungsi pengawasan, sekaligus menimbulkan pertanyaan apakah pemeriksaan lapangan telah dilakukan secara menyeluruh sebelum penandatanganan berita acara serah terima.

Sebagai informasi, proyek peningkatan Jalan Griya Hijau dibiayai dari APBD Perubahan Kota Tangerang Selatan Tahun 2025 melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kota Tangerang Selatan. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp 1.904.419.400, dilaksanakan oleh CV. Lizam Jaya Pratama dengan PT. Pakar Priangan Timur sebagai konsultan pengawas dan waktu pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 45 hari kalender.

Upaya konfirmasi masih terus dilakukan,
masyarakat mendesak agar pengawas internal pemerintah, yaitu inspektorat daerah, diharapkan segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh atas pekerjaan yang dibiayai dari hasil uang pajak masyarakat ini. Masyarakat berharap proyek infrastruktur yang menggunakan dana publik agar dikerjakan sesuai aturan dan standar yang berlaku, sehingga benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, bukan sekadar menyelesaikan proyek secara administratif.

Selain dugaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi, anggaran Proyek peningkatan Jalan Griya Hijau yang berlokasi di Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan ini patut diduga Mark Up, hal ini berdasarkan informasi yang di peroleh dari salah seorang rekanan atau kontraktor yang tidak bersedia disebutkan jati dirinya, mengatakan, “anggaran sebesar 1,9 Miliar untuk pengaspalan sepanjang 1503 Meter dengan lebar jalan 6 Meter itu terlalu mahal bang, sudah patut di duga itu mark up bang ujarnya

  • Desember 19, 2025
  • 3 minutes Read
Proyek Lapangan Softball Diduga Mengalami Keterlambatan Serius

Tangerang Selatan,Proyek Pembangunan Lapangan Softball di Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, diduga mengalami keterlambatan serius. Hingga mendekati batas waktu pelaksanaan, progres pekerjaan di lapangan dinilai belum menunjukkan kesiapan untuk diselesaikan sesuai dengan kontrak kerja,yang hasil akhirnya sangat asal jadi.
Jumat(19/12/2025)

Pemasangan pagar dan jaring kawat lapangan terlihat belum rampung dan belum memperlihatkan perkembangan signifikan. Sementara itu, area lapangan utama masih dalam tahap pemadatan tanah dan penggelaran pasir, yang secara teknis menandakan proyek belum memasuki fase penyelesaian akhir.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran masyarakat akan potensi keterlambatan penyelesaian proyek. Dengan sisa waktu pelaksanaan yang semakin terbatas, masyarakat mempertanyakan apakah target penyelesaian pekerjaan dapat tercapai sesuai jadwal kontrak.
Selain soal waktu, keterlambatan ini juga menimbulkan pertanyaan terkait kesiapan kontraktor, baik dari sisi pendanaan maupun kemampuan teknis. Pasalnya, pembangunan lapangan softball bukan pekerjaan umum biasa, melainkan fasilitas olahraga yang memerlukan spesifikasi teknis khusus serta tenaga berpengalaman agar dapat berfungsi sesuai standar.
“Kalau lihat progresnya seperti ini, rasanya sulit selesai tepat waktu. Ini proyek besar, tapi pekerjaannya masih jauh,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Seorang pegawai bernama Dena, yang bertugas di sekitar area lapangan, mengaku tidak mengetahui secara detail terkait progres pengerjaan proyek tersebut.
“Saya tidak tahu-menahu soal progres pengerjaan. Silakan langsung ke pihak kontraktor. Saya petugas dari Dinas Pemuda dan Olahraga, sementara kegiatan ini ranahnya Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang,” ujarnya.
Pernyataan tersebut semakin menegaskan minimnya informasi yang diterima publik terkait pelaksanaan proyek, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai koordinasi antarinstansi serta pengawasan di lapangan.
Sebagai informasi, proyek pembangunan lapangan softball ini dibiayai dari APBD Kota Tangerang Selatan Tahun Anggaran 2025, dengan nilai Surat Perintah Kerja (SPK) sebesar Rp 4.435.121.970. Proyek tersebut dilaksanakan oleh PT Diwa Global Utama dengan waktu pelaksanaan selama 135 hari kalender.
Dengan nilai anggaran yang cukup besar, publik menilai seharusnya progres pekerjaan dapat berjalan terukur dan transparan. Dugaan keterlambatan ini pun memunculkan kekhawatiran akan potensi penambahan waktu (addendum), denda keterlambatan, hingga pembengkakan biaya apabila pengawasan tidak dilakukan secara ketat.

Tidak satupun kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, maupun dinas terkait guna memperoleh klarifikasi terkait progres pekerjaan, sisa waktu pelaksanaan, serta langkah antisipasi jika target penyelesaian tidak tercapai.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, maupun dinas terkait belum memberikan tanggapan resmi atas dugaan keterlambatan dan kesiapan penyelesaian proyek. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Masyarakat mendesak agar pemerintah daerah melalui dinas teknis dan aparat pengawas internal segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka berharap proyek pembangunan fasilitas olahraga yang menggunakan uang pajak dari masyarakat.(Rudolf)

  • Desember 19, 2025
  • 3 minutes Read
Makasanudin, SH: RDP Menghasilkan Keputusan Bersama Terkait Penyalahgunaan Sebagian Lahan PSU

Kota Tangerang- Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang sudah digelar pada kamis, 18 November 2025 yang diikuti oleh perwakilan dari DPRD komisi 1 Kota Tangerang, tengah menindaklanjuti Laporan dari (BHP2HI) Badan Himpunan Pelayanan Publik dan Hukum Independen Melalui surat Nomor:010/LPM/KLAR/BHP2HI/X11/2025 Tanggal 05 Desember 2025, Terkait dugaan Penyalahgunaan sebagian lahan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) yang ada di Kota Tangerang,
berupa Embung yang berlokasi di perumahan Bugel indah kelurahan Bugel Kecamatan Karawaci.

H.Junaidi, selaku ketua Komisi 1 DPRD Kota Tangerang, meminta kepada seluruh pihak terkait dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada hari kamis, (18/12/25) yang di laksanakan di ruang BANMUS lantai dua (ll), Gedung DPRD Kota Tangerang untuk Menyelesaikan berbagai aspek permasalahan yang ramai dikalayak masyarakat.

Genre Rapat Dengar Pendapat di hadiri ketua Komisi 1 DPRD Kota Tangerang, H.Junaidi beserta jajaran, Ketua Badan Himpunan Pelayanan Publik dan Hukum Independen (BHP2HI) beserta jajaran, Kejaksaan, BPKD (Bidang Aset), Dinas Perkimtan, Dinas PUPR, Satpol-PP, Sekda (Bagian Hukum) serta Camat Karawaci, Kota Tangerang.

“Bahwa pihak pengadu meminta kedudukan hukumnya untuk pemanfaatan lahan itu seperti apa. Dan dengan adanya penggunaan fasos fasum berupa rumah dan gudang (gudang kaca), adanya penyampaian dari aset tahun 2018 di perumahan Bugel lndah itu ada pengambilan sepihak oleh Pemerintah Kota Tangerang, ” ujar H.Junaidi.

Menurutnya lagi, bahwa dalam hal ini, dalam arti adalah aset Pemerintah Kota Tangerang, fasos fasum itu penggunaannya adalah PUPR Sebagai Embung.

Disisi lain, penyampaian dari Satpol-PP, yang diungkapkan oleh biro hukum itu bisa melakukan penguasaan Fisik melalui peringatan satu , peringatan dua dan peringatan tiga dengan dasar Perda yang telah di tetapkan.

PUPR akan berkoordinasi dengan kepala Dinas bahwa sebagai pejabat administrasi akan melakukan penertiban dengan mengajak Satpol-PP. Pelaksanaannyapun akan secepatnya di laksanakan.

Untuk rapat ini sudah selesai, nanti tinggal menunggu eksekusi dari PUPR saja. PUPR mendapat kepercayaan mengolah Embung itu tinggal di tertibkan saja, Kalau itu ada bangunan liar tinggal di tertibkan saja,, ini jelas Aset pemerintah daerah.

Makasanudin S.H, yang biasa disapa Ichsan, selaku Sekjend dari Badan Himpunan Pelayanan Publik dan Hukum Independen ( BPHP2HI ) mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD Cq Komisi 1 hasil RDP pada siang ini 18/12/25 dapat mengadirkan dari pihak terkait di antaranya bagian dari BPKD Kota Tangerang, Dinas Perkimtan, Dinas PUPR, Satpol PP, Bagian Hukum Sekda, Camat Karawaci dan perwakilan dari Kejari Kota Tangerang.

“RDP pada hari ini dapat menghasilkan keputusan bersama terkait penyahgunaan sebagian Lahan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum ( PSU ) Kota Tangerang berupa Embung yang berlokasi di Perumahan Bugel Indah, Kelurahan Bugel, Kecamatan Karawaci, akita Tangerang untuk segera dibuatkan SP 1 SP II dan SP III dan dapat dilakukan tindakan terkait Aset Pemda tersebut dan bangunan di atasnya dapat segera dibongkar oleh Satpol PP sebagai penegak Perda, “kata Makasanudin S.H.

  • Desember 15, 2025
  • 1 minute Read
Lama Tak Terdengar, Ini Dia Target Bang Sekjen Dian Sumarwan

sumber1news.com

Dian Sumarwan yang kerap disapa Bang Aan selama ini dikenal sebagai Sekjen Posraya Indonesia Tim 7 Jokowi, dia hadir menjadi bagian dari lingkaran Presiden Ke 7 Republik Indonesia Ir. Joko Widodo dan mendukung kelanjutan Pemerintahan saat Ini oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Tersebar di Media Sosial miliknya, Dian mengeluarkan hastage #BangSekjen dan mempublikasikan targetnya untuk akhir Tahun 2025 sampai 2026.

Terpublikasi target #BangSekjen Dian Sumarwan :

1. Kongres Pemuda Kedaulatan Pangan
2. Pembuatan KM. Ksatria Nusantara 30GT
3. Hadirnya Badan Otoritas Kota Tua Jakarta
4. Mitigasi Bencana Geothermal Kaki Gunung Gede.

Dirinya menyampaikan kebenaran atas apa yang menjadi targetnya.

“Iya benar, bersama tim kami akan merealisasikan target yang telah saya sampaikan di publik. Ini untuk melanjutkan apa yang pernah kami lakukan sebelumnya. Dan apa yang perlu dilaksanakan saat ini dan kedepannya,” ucapnya di Pamulang, Tangerang Selatan Senin Pagi (15/12/2025).

Buat Dian ini bukan baru dimulai, tapi melanjutkan apa yang harus direalisasikan.

“Ini bukan kami mengada-ada buat rencana baru, dan bukan tuk buat target asal-asalan, semuanya sudah pernah saya datangi dan menjadi bahan evaluasi untuk setiap agenda kerja yang akan dilaksanakan,” ucapnya kembali.

Info yang kami terima, ini semua berawal dari konsep Hilirisasi Kedaulatan Pangan yang menjadi konsen dirinya dan tim.

red

  • Desember 11, 2025
  • 1 minute Read
ART Korban Penganiayaan Saat Ini Ditangani Serius DiRS.Mayapada.

sumber1news.com

Tangerang.Nasib tragis menimpa seorang asisten rumah tangga (ART) asal Lampung,inisial YA(43) yang baru tiga bulan bekerja dirumah majikannya AS yang beralamat komplek perumahan Poris pelawad,blok Edelwis 15/1,mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya diduga akibat penganiayaan yang dilakukan ketiga majikannya,berinisial DCS(istri AS),DWLS,YS

Kekerasan meliputi pukulan kepelipis dan bibir serta tendangan kekaki korban,yang mengakibatkan bibir luka dan memar .Tragisnya lagi,Kejadian ini terjadi sekitar pukul 10.5 wib,didepan sekolah Penabur Kota Tangerang,disaat Korban hendak menjemput Justin APS(6);anak majikannya,AS,suami dari pelaku DCS.
Kamis(11/12/2025).

Saat ini korban dirawat dirumah sakit swasta Mayapada Tangerang.Dan diketahui Majikan Korban diketahui melaporkan kejadian yang dialami korban kepolresta Tangerang .

Apa yang dilakukan pelaku sangat tidak manusiawi,awak media yang saat ini masih menunggu kabar dari majikan korban terkait Laporan kepolresta guna tindak lanjut kasus penganiayaan ini.

Diharapkan pihak APH untuk gerak cepat tangani kasus ini,agar presisi kepolisian tetap terjaga baik sebagai pelayan masyarakat.(Rudolf)

  • Desember 11, 2025
  • 2 minutes Read
Kapolres metro Tangerang Kota Gelar Mitigasi dan Silaturahmi Kamtibmas di SMK Voctech 1 Kota Tangerang*

sumber1news

Tangerang kota

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan kegiatan mitigasi dan silaturahmi bersama orang tua, guru, dan siswa/i SMK Voctech 1 terkait himbauan Kamtibmas pada Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 11.10 WIB. Kegiatan berlangsung di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jl. Proklamasi No.55, Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Acara dihadiri sekitar 250 siswa/i, para guru, dan jajaran pejabat utama kepolisian, di antaranya Kasat Binmas Restro Tangerang Kota Akbp Rahmat Hariyanto, Kasat Samapta Kompol Ubaidillah, Kasi Humas Akp Prapto Lasono, Kapolsek Karawaci Kompol Hadi Wiyono, serta Wakapolsek Karawaci Akp Sugito. Kepala Sekolah SMK Voctech 1, Ibu Titin Sumarni, turut hadir mendampingi kegiatan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Polisi Hadir, Sekolah Aman, Keluarga Nyaman — Silaturahmi Polisi, Orang Tua, Siswa/i”, yang bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, bebas dari kriminalitas serta perilaku negatif di kalangan pelajar.

Arahkan Generasi Muda Menjadi Pelajar Tangguh dan Berprestasi
Dalam sambutannya, Kapolres menegaskan komitmen Polri untuk hadir secara langsung memberikan edukasi kepada pelajar.

“Kepolisian wajib turun langsung memberikan sosialisasi karena tugas kami adalah mempersiapkan generasi muda yang unggul dan bebas dari pengaruh negatif,” ujarnya.

Beliau menyoroti maraknya kasus kenakalan pelajar seperti trek-trekan, knalpot brong, tawuran, serta bullying. Menurutnya, sebagian besar kasus kriminalitas melibatkan pelajar sebagai pelaku ataupun korban, terutama yang berkaitan dengan peredaran miras, narkoba, serta obat-obatan terlarang dengan harga murah.

Kapolres mengingatkan pentingnya kepedulian antar sesama pelajar. Tanda-tanda seperti menyendiri, tidak fokus, dan sering mengurung diri dapat mengindikasikan penyalahgunaan narkoba atau obat obatan terlarang.

“Saya minta semua wajib peduli, jalin komunikasi dengan guru dan orang tua. Salah satu kunci kesuksesan adalah hormati guru dan orang tua,” tambahnya.

Dalam pesannya juga Kapolres menghimbau jika ada gangguan kamtibmas dan membutuhkan kecepatan datangnya petugas Kepolisian agar segera menghubungi layanan Kepolisian di Call Center 110 tutupnya.

nmuhaemin/rn

  • Desember 11, 2025
  • 2 minutes Read
Pemkot Tangerang Gelar Aksi Penanaman Pohon Berkelanjutan: 402 Pohon Ditanam Serentak di 13 Kecamatan

sumber1news.com,

Kota Tangerang – Dalam rangka mendukung penuntasan pengelolaan sampah nasional sekaligus memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH menggelar Aksi Jumat Bersih yang dirangkaikan dengan Penanaman Pohon dalam rangka Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, Jumat (28/11/2025). Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 13 kecamatan dan dipusatkan di Kecamatan Neglasari.

Salah satu fokus utama kegiatan adalah penanaman pohon di Zona Penyangga (Buffer Zone) TPA Rawa Kucing, pada lahan seluas 8.086 m² yang terletak di belakang UPT Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang).

Sebanyak 402 pohon berhasil ditanam, terdiri dari:

* 356 pohon Eucalyptus sebagai penyerap polutan udara
* 46 pohon produktif yang berasal dari:

* Dinas Lingkungan Hidup
* Dinas Ketahanan Pangan
* PT JAS Airport Service
* PT ITS
* Mahasiswa BINUS

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Pemkot Tangerang dalam membangun budaya hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kualitas lingkungan.

Dorong Masyarakat Berperan Aktif

Melalui kegiatan ini, Pemkot Tangerang mengajak seluruh masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam penanaman pohon demi menciptakan udara yang lebih bersih dan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Momentum Hari Menanam Pohon Indonesia (28 November), yang berlanjut dengan Bulan Menanam Pohon pada Desember, diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk menggiatkan kembali penghijauan di lingkungan masing-masing.

Aplikasi Bank Pohon: Fasilitas Pengajuan Bibit Secara Digital

Sebagai dukungan konkret terhadap upaya penghijauan, Pemkot Tangerang menyediakan fasilitas Bank Pohon, yang dapat diakses melalui:

https://green.tangerangkota.go.id/bankpohon

Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat:

* Mengajukan permohonan bibit pohon
* Melihat jenis dan jumlah bibit yang tersedia
* Mengetahui lokasi penanaman bibit yang telah terdistribusi
* Mengakses prosedur permohonan
* Melihat grafik permohonan per kecamatan
* Mengakses berbagai regulasi terkait penghijauan

Aplikasi Bank Pohon ini telah terintegrasi dengan Super Apps Tangerang Live, sehingga proses pengajuan, pelacakan bibit, serta akses informasi penghijauan dapat dilakukan lebih mudah, efisien, dan transparan dalam satu platform digital.

Ajak Perusahaan dan Komunitas Berkontribusi untuk Penghijauan

Pemkot Tangerang juga mengajak komunitas, sekolah, dan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk turut berkontribusi dalam penghijauan kota. Partisipasi dapat dilakukan melalui:

* Penanaman pohon di lingkungan rumah, kantor, dan fasilitas umum
* Pemanfaatan layanan Bank Pohon untuk memperoleh bibit secara resmi
* Gotong royong serta adopsi atau pemeliharaan ruang terbuka hijau

Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar dampak positif yang dapat dirasakan, terutama dalam peningkatan kualitas udara, pengurangan polusi, serta keberlanjutan ruang hijau dan ekosistem Kota Tangerang.

ADV / Red

  • Desember 10, 2025
  • 2 minutes Read
Proyek Drainase di Karawaci Dikeluhkan Warga Akibat Galian Berserakan

sumber1news.com

Tangerang, Banten – Proyek pembangunan drainase di Jl. Alfa Raya, Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, menuai keluhan dari warga sekitar. Pasalnya, material galian tanah dari proyek tersebut tidak segera diangkut dan berserakan di depan rumah-rumah warga, mengganggu aktivitas sehari-hari dan merusak estetika lingkungan.

Proyek yang menelan biaya sebesar Rp 199.130.000,00 dari APBD Perubahan 2025 ini, dikerjakan oleh CV. Sauqia Jaya Mandiri dengan target penyelesaian selama 45 hari kalender. Namun, warga merasa terganggu dengan kondisi proyek yang terkesan tidak rapi dan kurang memperhatikan kebersihan lingkungan.

“Kami sangat terganggu dengan adanya galian tanah yang berserakan di depan rumah. Selain membuat kotor, juga menghalangi akses keluar masuk rumah,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga berharap pihak pelaksana proyek segera mengangkut material galian dan merapikan kembali lingkungan sekitar agar tidak mengganggu kenyamanan dan aktivitas warga. Mereka juga meminta Pemerintah Kota Tangerang untuk lebih ketat dalam mengawasi pelaksanaan proyek-proyek pembangunan agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

Menanggapi keluhan warga, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang berjanji akan segera menindaklanjuti masalah ini dan meminta pihak pelaksana proyek untuk segera membersihkan material galian yang berserakan.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek untuk segera membersihkan material galian dan merapikan kembali lingkungan sekitar,” ujar perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang.

hendra robot-red

  • Desember 9, 2025
  • 3 minutes Read
Proyek Pemasangan Rumput Dilapangan Mini Diduga Keras Mark Up Anggaran.

sumber1news.com

Tangerang.Proyek penggantian RUMPUT STADION CIBODAS senilai Rp2.425.970.631,00 yang sangat fantastis kini tidak hanya disorot karena tenggat waktu 30 HARI KALENDER yang ketat, tetapi juga diterpa dugaan serius mengenai adanya indikasi mark up.

Angka miliaran rupiah yang bersumber dari APBD KOTA TANGERANG untuk stadion mini kelas kecamatan dianggap tidak wajar oleh sejumlah aktivis anti-korupsi, memicu desakan agar aparat penegak hukum segera mengaudit detil Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek ini.

Dugaan mark up ini semakin menguat seiring munculnya spekulasi mengenai jenis rumput yang akan dipasang oleh PELAKSANA: PT. ANAK NUSANTARA DECO INDONESIA. Dalam konteks stadion mini, seringkali muncul perdebatan sengit antara penggunaan rumput alami berstandar FIFA/PSSI dengan rumput sintetis.

Jika anggaran Rp 2,4 miliar itu dialokasikan untuk rumput alami, nilai tersebut sudah termasuk kategori premium. Namun, jika ternyata yang digunakan adalah rumput sintetis, harganya dinilai jauh melampaui rata-rata, memicu kecurigaan bahwa harga satuan per meter persegi telah digelembungkan.

Rumput sintetis, meskipun memiliki keunggulan dalam hal perawatan minimal dan durabilitas penggunaan tinggi, seringkali menjadi subjek kontroversi dalam proyek pemerintah. Apabila jenis rumput ini yang dipilih, publik menuntut penjelasan logis mengapa anggaran harus menyentuh angka Rp 2,4 miliar.

Perbandingan dengan proyek sejenis di daerah lain menunjukkan bahwa revitalisasi lapangan mini dengan rumput sintetis berkualitas baik seharusnya dapat diselesaikan dengan biaya yang jauh lebih efisien.
Ketidakjelasan ini menciptakan celah bagi spekulasi publik, terutama mengingat proyek ini didanai oleh UANG PAJAK YANG ADA DI KOTA TANGERANG.

Sejumlah elemen masyarakat mendesak DISPORA, selaku penanggung jawab, untuk segera membuka dokumen spesifikasi teknis (Spektek) dan RAB secara terperinci.

Transparansi adalah kunci untuk meredam dugaan mark up dan memastikan bahwa setiap rupiah telah digunakan secara efektif untuk kepentingan LOKASI KEGIATAN: KOTA TANGERANG.Kontraktor PT. ANAK NUSANTARA DECO INDONESIA berada di posisi sulit. Selain harus menghadapi tantangan teknis menyelesaikan proyek dalam waktu 30 hari, mereka juga harus membuktikan bahwa harga yang diajukan dalam tender adalah harga wajar dan kompetitif.

Kegagalan menjelaskan kalkulasi biaya ini hanya akan memperkuat opini publik bahwa ada potensi kerugian negara dalam proyek yang masuk dalam TAHUN ANGGARAN: 2025 ini.

Para pemerhati olahraga khawatir bahwa fokus pada isu anggaran akan mengalihkan perhatian dari tujuan utama proyek, yaitu penyediaan fasilitas yang layak bagi pembinaan atlet di Cibodas. Mereka berharap, terlepas dari jenis rumput yang dipilih—alami atau sintetis—kualitas yang dihasilkan haruslah kualitas grade A yang memenuhi standar keamanan dan kenyamanan pemain, bukan hasil kompromi akibat dugaan pemotongan anggaran di tengah jalan.
Oleh karena itu, proyek ini kini menjadi bola panas politik dan hukum. Desakan untuk audit forensik atas biaya Rp2.425.970.631,00 semakin menguat, mengingat besarnya dana publik yang dipertaruhkan. Jika terbukti ada penggelembungan harga, maka pihak-pihak yang terlibat, mulai dari perencanaan di internal Pemkot hingga pelaksanaan oleh kontraktor, wajib dimintai pertanggungjawaban.

Pada akhirnya, nasib Stadion Cibodas tidak hanya dipertaruhkan di atas rumput yang baru, tetapi juga di meja penyelidikan. Proyek ini adalah ujian nyata bagi komitmen Pemkot Tangerang terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih, serta transparansi atas setiap rupiah UANG PAJAK yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur olahraga.(Rudolf)

Berita Populer

  • Juli 20, 2026
  • Juli 20, 2026
  • Juli 16, 2026
  • Juli 15, 2026
  • Juli 14, 2026
  • Juli 8, 2026
Verified by MonsterInsights