• April 21, 2026
  • 1 minute Read
Bersama Sanscamp, Aksi Bersih Surya Kencana Gunung Gede

Sumber1news
Tangerang Selatan

Mulai awal pembukaan Gunung Gede Jawa Barat, Pendakian sangat ramai dari berbagai wilayah dan paling banyak pendaki berasal dari Jabodetabek.

Diantara keramaian pendaki, masalah yang ditinggalkan biasanya adalah sampah dan itu terjadi tidak hanya di Gunung Gede.

Melihat kondisi yang sering terjadi beberapa Pemuda yang sering berkumpul di Sanscamp , Pamulang Tangerang Selatan berinisiatif melakukan Aksi Bersih di Alun-Alun Surya Kencana.

“Liat di medsos gunung gede banyak sampah pendaki, makanya kita naik bersama buat aksi bersih-bersih”, ucap Azam di Jalur Pendakian Putri, Gunung Gede, Jawa Barat, Minggu (19/4/2026).

Meski mereka naik turun gunung satu hari, alias ‘tektok’ mereka tidak melupakan misinya meski sudah mencapai Gunung Gede.

“Target kita sudah sampai puncak, waktunya menyelesaikan misi, kita bersih-bersih surya kencana”, ucap Fadhil bersama empat rekannya diatas Puncak Gunung Gede.

Dari puncak, infonya mereka langsung menjalankan aksinya menyisir Alun-alun Surya Kencana yang telah sepi pendaki, karena sebagian besar sudah turun dari gunung.

Perjalan mereka delapan orang bersama ribuan pendaki lainnya yang meramaikan Gunung tepat di tanggal 18-19 April 2026 dan selamat naik sampai turun.

Red – tim

  • April 20, 2026
  • 2 minutes Read
Dugaan Penyimpangan Dana BOS Kota Tangerang Menguat, Temuan BPK Jadi Sorotan Publik

Sumber1news

Kota Tangerang – Dugaan penyimpangan dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2022 di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Tangerang kembali menjadi perhatian serius. Sorotan ini menguat setelah adanya temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Banten Nomor: 19.B/LHP/XVIII.SRG/05/2023 tertanggal 5 Mei 2023.

Dalam laporan tersebut, BPK menyoroti adanya pengelolaan dan pertanggungjawaban belanja barang dan jasa BOS yang tidak sesuai ketentuan, termasuk dugaan pembelian barang yang tidak direalisasikan, pemahalan harga (mark-up), serta belanja jasa yang tidak dapat dibuktikan pelaksanaannya.

Temuan ini menjadi dasar laporan aduan yang dilayangkan Lembaga Swadaya Masyarakat Monitoring Pilar Bangsa (MPB) kepada Kejaksaan Negeri Kota Tangerang melalui surat Nomor: 01070/LP-MPB/IV/2026 tertanggal 20 April 2026. Dalam laporannya, MPB meminta aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan maupun penyidikan atas dugaan penyimpangan yang dinilai berpotensi merugikan keuangan negara.

Ketua MPB menilai, temuan BPK tersebut tidak bisa dipandang sebatas persoalan administratif, melainkan harus diuji secara hukum apabila terdapat indikasi unsur pidana, termasuk dugaan perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, hingga potensi tindak pidana korupsi.

“Ketika ada pembelian tidak direalisasikan, pemahalan, dan belanja jasa yang tidak dapat dibuktikan, ini bukan sekadar catatan administratif biasa. Ini menyangkut akuntabilitas penggunaan uang negara,” tegas sumber MPB dalam dokumen laporannya.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kota Tangerang melalui surat jawaban Nomor: 1218/100.3/IV/2026 tertanggal 15 April 2026 menyatakan bahwa informasi yang dipersoalkan telah ditindaklanjuti sesuai rekomendasi BPK Provinsi Banten, bahkan menyebut tidak ada lagi hal lain yang perlu dijelaskan lebih lanjut.

Namun pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan publik, apakah tindak lanjut rekomendasi administratif BPK otomatis menutup kemungkinan adanya proses hukum jika ditemukan indikasi pidana.

Sejumlah kalangan menilai, penuntasan rekomendasi BPK dan proses penegakan hukum merupakan dua ranah berbeda. Rekomendasi audit bersifat administratif, sementara dugaan unsur pidana merupakan kewenangan aparat penegak hukum untuk mendalami lebih lanjut.

Kasus ini pun dinilai penting untuk dikawal secara transparan, mengingat Dana BOS merupakan anggaran strategis yang bersentuhan langsung dengan kepentingan pendidikan dan hak peserta didik.
Publik kini menanti langkah Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, apakah laporan masyarakat tersebut akan ditindaklanjuti melalui telaah hukum, penyelidikan, atau langkah lain guna memastikan ada tidaknya unsur pelanggaran hukum dalam pengelolaan dana pendidikan tersebut.
(Redaksi)

  • April 20, 2026
  • 2 minutes Read
Dewa Kresna Soroti Peran Strategis Jurnalis di Era Digital, Halalbihalal Jadi Momentum Penguatan Solidaritas Pers

Sumber1news

Kota Tangerang — Dewan Pimpinan Pusat Dewa Kresna (Demokrasi Wartawan Kreasi Nasional) menggelar Halalbihalal sekaligus diskusi kebangsaan di kawasan Situ Gede, Cikokol, Kota Tangerang, Minggu (19/4/2026), dengan mengangkat tema “Peran Jurnalis di Era Digital dalam Pembangunan Bangsa.”

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga menjadi forum strategis untuk membahas tantangan dunia pers di tengah derasnya arus digitalisasi, disrupsi media, dan ancaman disinformasi.

Dalam forum tersebut, para peserta menyoroti posisi jurnalis yang kini dituntut tidak hanya cepat dalam menyajikan informasi, tetapi juga akurat, berintegritas, dan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga ruang publik dari hoaks serta manipulasi informasi.

Hadir sebagai narasumber, Satrio dari Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Adv. Muh. Faisal, serta Galang dari unsur jurnalis, yang memaparkan pentingnya adaptasi insan pers terhadap perubahan ekosistem media digital tanpa meninggalkan prinsip etika dan profesionalisme jurnalistik.

Diskusi berlangsung dinamis dengan mengangkat berbagai isu mulai dari tantangan kerja jurnalistik di era media sosial, independensi pers, penguatan literasi digital, hingga peran media dalam mengawal pembangunan dan demokrasi.

Kegiatan ini turut dihadiri anggota dan pengurus Dewa Kresna, serta sejumlah tokoh media dan komunitas jurnalis dari Tangerang dan Banten.

Dewa Kresna menegaskan, transformasi digital tidak boleh melemahkan fungsi pers sebagai kontrol sosial, melainkan harus menjadi momentum memperkuat kualitas jurnalistik dan daya kritis wartawan dalam menyampaikan informasi yang bertanggung jawab.

Sebagai organisasi wartawan yang berkiprah secara nasional dan berdomisili di Kota Tangerang, Dewa Kresna juga menegaskan komitmennya untuk terus aktif dalam penguatan kapasitas wartawan serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir penguatan solidaritas antarjurnalis sekaligus komitmen bersama untuk menjaga marwah pers di tengah perubahan zaman.
“Jurnalis harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap teguh pada etika, independensi, dan tanggung jawab publik,” menjadi salah satu semangat yang mengemuka dalam forum tersebut.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan penguatan komitmen bersama seluruh peserta untuk terus menjaga profesionalisme pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
(RED)

  • April 18, 2026
  • 1 minute Read
Semarak Halal Bihalal 1447 H di Taman Cibodas, Pererat Silaturahmi dengan Door Prize Meriah

Sumber1news

Kota Tangerang — Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal 1447 Hijriah yang digelar di Taman Cibodas, Kota Tangerang. Acara yang diketuai panitia oleh Bapak Hendra ini berlangsung meriah dengan dihadiri sekitar 30 peserta dari berbagai unsur masyarakat.


Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan antar peserta yang hadir.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Bapak Hendra menyampaikan bahwa Halal Bihalal bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga sarana membangun kekompakan, memperkuat hubungan sosial, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Acara berlangsung hangat dengan rangkaian kegiatan ramah tamah, saling bermaafan, serta hiburan yang menambah semarak suasana. Menariknya, panitia juga menyiapkan door prize yang disambut antusias oleh seluruh peserta, menambah keceriaan dalam kegiatan tersebut.

Dengan suasana santai di ruang terbuka Taman Cibodas, kegiatan Halal Bihalal 1447 H ini diharapkan menjadi agenda positif yang terus terjaga dan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

“Silaturahmi terjalin, kebersamaan terbangun, Halal Bihalal pun berlangsung penuh makna.”

Red – tim, rn

  • April 12, 2026
  • 1 minute Read
Semangat Gotong Royong Warga Kp. Karet, Jalan Lingkungan Disulap Bersih dan Berwarna

sumber1news

Kabupaten Tangerang – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan warga Kampung Karet RT 02/03, Desa Karet, Kecamatan Sepatan.

Warga bersama unsur organisasi masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan saluran air sekaligus memperindah lingkungan dengan pengecatan jalan.

Kegiatan ini digagas oleh Andrian selaku Ketua Ormas PPBNI DPAC Sepatan, yang turut memimpin langsung pergerakan warga dalam aksi sosial tersebut.

Sejak pagi hari, masyarakat terlihat antusias membawa peralatan kebersihan untuk membersihkan drainase dari sampah dan lumpur yang berpotensi menyebabkan genangan air.

Tidak hanya fokus pada kebersihan, kegiatan ini juga diisi dengan pengecatan jalan lingkungan guna menciptakan suasana yang lebih rapi, indah, dan nyaman dipandang. Warna-warna yang diaplikasikan di sepanjang jalan kampung menjadi simbol semangat baru warga dalam menjaga lingkungannya.

Andrian menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama serta upaya mempererat tali silaturahmi antarwarga. “Gotong royong ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga membangun kekompakan dan rasa memiliki terhadap lingkungan,” ujarnya.

Warga pun menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin demi menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman.

Dengan adanya kegiatan ini, Kampung Karet diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menjaga kebersihan serta memperkuat nilai gotong royong sebagai budaya yang harus terus dilestarikan.

Hasanuddin

  • April 11, 2026
  • 2 minutes Read
Diduga Solar Oplosan dari Oli Bekas, 40 Ribu Liter BBM Dikirim dari Tangerang ke Gresik

sumber1news

Kabupaten Tangerang – Dugaan praktik produksi dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) ilegal kembali mencuat. Sebuah mobil tangki bermuatan sekitar 40.000 liter solar diduga merupakan hasil olahan dari oli bekas, yang diberangkatkan dari kawasan “Akong”, Kabupaten Tangerang, menuju Gresik, Jawa Timur.

Informasi ini diperkuat oleh keterangan sopir kendaraan tangki yang mengaku mengambil muatan langsung dari lokasi tersebut.
“Saya ambil muatan dari kawasan Akong, Kabupaten Tangerang. BBM sudah siap, tinggal angkut ke Gresik,” ujar sopir.

Sopir juga mengaku tidak mengetahui secara pasti asal-usul maupun legalitas bahan bakar tersebut.
“Saya hanya disuruh antar, tidak tahu itu resmi atau tidak,” tambahnya.

Berdasarkan penelusuran awal, solar yang diangkut tersebut diduga kuat merupakan hasil pengolahan limbah oli bekas menjadi bahan bakar menyerupai solar. Praktik ini, apabila dilakukan tanpa izin, berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup karena termasuk pengelolaan limbah B3 secara ilegal.

Selain itu, pengangkutan dan distribusi BBM dalam jumlah besar tanpa izin usaha niaga dan dokumen resmi juga berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Dengan volume mencapai puluhan ribu liter dan pengiriman lintas provinsi, aktivitas ini diduga merupakan bagian dari jaringan distribusi BBM ilegal yang terorganisir, bukan sekadar praktik kecil.

Aktivitas pengolahan oli bekas menjadi solar juga menimbulkan risiko serius terhadap lingkungan, mulai dari pencemaran tanah hingga udara, apabila tidak dilakukan dengan teknologi dan standar yang sesuai.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai legalitas usaha pengolahan maupun distribusi BBM tersebut. Aparat penegak hukum diminta segera turun tangan untuk menelusuri sumber produksi di kawasan “Akong” serta mengungkap pihak-pihak yang terlibat.

Masyarakat berharap adanya tindakan tegas guna mencegah kerugian negara dan dampak lingkungan yang lebih luas.

Red – tim

  • April 9, 2026
  • 1 minute Read
Ketua Umum Haji Mustakim Pimpin Halal Bihalal SPG ’85, 62 Alumni Hadir Penuh Kehangatan

sumber1news

Kota Tangerang
Kegiatan Halal Bihalal Alumni SPG ’85 berlangsung penuh kehangatan di Saung Engkong pada Kamis (9 April 2026). Sebanyak 62 peserta hadir dalam acara yang menjadi ajang silaturahmi dan mempererat kebersamaan antar alumni.

Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Alumni SPG ’85, Haji Mustakim. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menjaga tali silaturahmi serta memperkuat rasa persaudaraan yang telah terjalin sejak masa sekolah.


Dengan mengusung tema “Rangkai Cerita di Hari Raya: Satu Maaf Beribu Makna”, kegiatan ini menjadi momentum saling memaafkan dan mempererat hubungan antar sesama alumni dalam suasana Idulfitri.

Haji Mustakim juga mengapresiasi antusiasme para alumni yang hadir. Menurutnya, kekompakan yang terus terjaga hingga saat ini merupakan bukti kuatnya ikatan kebersamaan SPG ’85.


Rangkaian acara diisi dengan ramah tamah, berbagi cerita, serta doa bersama. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung.

Halal Bihalal ini diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin sebagai sarana mempererat ukhuwah dan menjaga solidaritas antar alumni SPG ’85 di masa mendatang.

Red

  • April 9, 2026
  • 2 minutes Read
RSUD Pakuhaji Gelar Aksi Bersih Tiap Kamis, Wujud Nyata Dukungan Program Bupati Tangerang

Media Sumber1News

Kabupaten Tangerang — Berdasarkan Surat Perintah Bupati Tangerang Nomor: B/800.1.11.1/8564/IV/DLHK/2026 tentang kegiatan Kerja Bakti/Aksi Bersih Sampah setiap hari Kamis oleh seluruh OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Tangerang, RSUD Pakuhaji turut melaksanakan kegiatan tersebut secara aktif dan berkelanjutan.


Dalam rangka menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi pasien serta pengunjung, RSUD Pakuhaji menggelar kegiatan bersih-bersih lingkungan pada Kamis (9/4/2026) mulai pukul 08.00 WIB.

Peserta Kegiatan
Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur internal dan eksternal, di antaranya jajaran manajemen, tenaga medis, pegawai, petugas kebersihan, serta partisipasi relawan dari masyarakat sekitar. Aksi gotong royong ini dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Pakuhaji sebagai bentuk komitmen terhadap kebersihan lingkungan rumah sakit.

Area yang Dibersihkan
Adapun area yang menjadi fokus kegiatan meliputi:
Halaman depan dan area parkir
Taman serta jalur hijau rumah sakit
Saluran air (drainase) di lingkungan RSUD
Area tunggu pasien dan fasilitas umum lainnya
Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk:
Menciptakan lingkungan RSUD yang bersih, asri, dan bebas dari potensi sarang penyakit.

Meningkatkan kesadaran pegawai dan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Mendukung pencegahan penyakit berbasis lingkungan, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).
Memberikan rasa aman dan nyaman bagi pasien, keluarga pasien, serta pengunjung rumah sakit.

Direktur RSUD Pakuhaji menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi akan dijadikan sebagai agenda rutin setiap hari Kamis.

“Rumah sakit bukan hanya tempat berobat, tetapi juga harus menjadi contoh lingkungan yang sehat dan bersih bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Pakuhaji semakin optimal, serta mampu memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh masyarakat yang datang untuk berobat.
Redaksi – Muhaemin

  • April 8, 2026
  • 2 minutes Read
Ryan Erlangga Kritik Eksistensi Forum TJSL, Nilai Belum Maksimal Dorong Kesejahteraan Warga

sumber1news

TANGERANG, – Direktur Eksekutif Tangerang Public Service (TPS), Ryan Erlangga mempertanyakan Forum TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Kota Tangerang dalam menjalankan tugas dan fungsinya dengan cara kolaborasi Pentahelix sesuai dengan semangat dan jargon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang “Bersama Membangun Kota” yang seharusnya mungkin semangat tersebut akan cepat terealisasi.

Tidak lagi ada rumah kumuh, tidak ada lagi masyarakat miskin extreem, tidak ada lagi masyarakat Kota Tangerang yang tidak dapat menempuh jenjang pendidikan hingga kuliah dan sebagainya. Kota Tangerang, Banten. Rabu, 8 April 2026.

Ketua Forum TJSL/CSR harus dipertanyakan kiprah dan keberadaannya. Ini tentang kesejahteraan masyarakat, ini tentang semangat pembangunan, dan ini juga tentang keberadaannya yang dipertanyakan.

Diketahuia bahwa Forum TJSL adalah lembaga kolaboratif yang menjembatani pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat untuk mengoptimalkan CSR (Corporate Social Responsibility) guna mempercepat pembangunan kota.

Forum ini berfokus pada program bantuan sosial, lingkungan, penataan kampung, dan pemberdayaan ekonomi. 

Dalam struktural kepengurusan Periode 2024-2029, tlah dikukuhkan kepengurusan baru dengan Ketua H. Dafyar Eliade Hardian, Wakil Asep Sugara, dan Sekretaris H. Romi Abidin.

Forum TJSL memiliki Fungsi Utama, Mengoordinasikan kontribusi perusahaan agar sejalan dengan arah pembangunan Pemkot Tangerang.

Dengan Program Utamanya, Meliputi bantuan sosial, penanggulangan kemiskinan, penataan lingkungan (kampung wisata), dan pelatihan digitalisasi.

Ryan Elrangga menyampaikan yang pada intinya, Kita tidak boleh terjebak dalam romantisme APBD yang menyesatkan dan sudah memasuki Level yang menjenuhkan. Saatnya gali potensi dari sumber-sumber lain yang harus dioptimalkan.

“Selain Forum CSR, intrument lainnya juga perlu untuk dilakukan evaluasi. Sehingga Kota ini semakin asyik untuk dinikmati dan dikunjungi. Seperti halnya, Dewan Pendidikan, Dewan Kesehatan, Dewan Pengawas PDAM dan Dewan-dewan Lainnya,” paparnya

Ryan juga menjelaskan bahwa Kota ini butuh keseriusan, kota ini harus dibenahi. Dan seterusnya. Sebab, kota ini butuh saran, masukan, kritik, ide, gagasan, dan kemauan untuk memajukan kota ini.

“Mungkin, dengan Saya menyampaikan ini,akan jadi banyak masukan, saran serta kritikan dari para senior. Sama seperti halnya, saat viral soal rencana Perda 7 dan 8 begitu sangat antusiasnya,” imbuhnya.

“Ayo! Kita berikan kontribusi yang terbaik untuk Kota Kita tercinta ini. Jangan Diam!,” tutupnya.

Red – tim

  • April 5, 2026
  • 2 minutes Read
Diduga Penarikan Kabel Telkom Tanpa Izin, Aktivitas Galian Malam Hari Resahkan Warga Jatiuwung

sumber1news
Tangerang – Aktivitas mencurigakan berupa penggalian dan penarikan kabel bawah tanah diduga milik Telkom terjadi di wilayah Keroncong, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, pada Senin dini hari (6/4/2026) sekitar pukul 00.38 WIB.

Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat beberapa orang berada di dalam lubang galian cukup dalam dengan kondisi minim penerangan. Mereka diduga melakukan penarikan kabel bawah tanah tanpa dilengkapi papan proyek maupun tanda perizinan resmi di lokasi.

Warga sekitar mengaku curiga karena kegiatan dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada malam hari.

“Kerjanya tengah malam, tidak ada pemberitahuan ke warga, juga tidak ada pengamanan atau rambu proyek,” ujar salah satu warga setempat.

Aktivitas seperti ini patut dipertanyakan legalitasnya. Pasalnya, dalam pekerjaan resmi penggalian kabel Telkom, pelaksana wajib mengantongi izin lengkap, termasuk koordinasi dengan aparat setempat serta dilengkapi dokumen resmi dan pengawasan di lokasi.

Jika tidak memiliki izin, tindakan tersebut berpotensi masuk dalam kategori pencurian atau perusakan fasilitas telekomunikasi. Secara hukum, pencurian kabel, baik yang masih aktif maupun tidak, merupakan tindak pidana yang dapat dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman pidana penjara Selain itu, aktivitas tanpa izin juga melanggar aturan telekomunikasi karena dapat mengganggu jaringan publik.

Bahkan dalam beberapa kasus, aparat keamanan pernah mengamankan pelaku penggalian kabel yang terbukti tidak memiliki izin resmi dari pihak terkait
Warga berharap aparat kepolisian segera turun tangan untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan apakah kegiatan tersebut resmi atau ilegal.
Red tim

Berita Populer

  • April 21, 2026
  • April 20, 2026
  • April 20, 2026
  • April 18, 2026
  • April 18, 2026
  • April 17, 2026
Verified by MonsterInsights