Warga Demo di PT Duta Indah Starhub: Tuntut Evaluasi Infrastruktur, Lingkungan, dan Hak Tanah.
sumber1news
TANGERANG – Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Persatuan Rakyat Benda (FPRB) menggelar aksi damai di gerbang PT Duta Indah Starhub, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Senin (25/5/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk aspirasi masyarakat yang menuntut perhatian terhadap dampak pembangunan dan operasional perusahaan yang dinilai merugikan lingkungan serta hak-hak warga sekitar.
Dengan membawa bendera Merah Putih dan spanduk bertuliskan “Suarakan Keadilan, Selamatkan Lingkungan dan Hak Masyarakat”, para peserta aksi berkumpul sejak pukul 13.00 WIB. Dalam selebaran yang disebarkan, FPRB yang dipimpin Heri Mauludin menyampaikan lima poin utama tuntutan yang menjadi dasar unjuk rasa.
Poin pertama, masyarakat meminta evaluasi menyeluruh terhadap kualitas dan kelayakan infrastruktur bangunan milik perusahaan. Warga menilai ada potensi bahaya dari bangunan yang dibangun, sehingga perlu dipastikan sesuai standar teknis dan peraturan perundang-undangan yang berlaku demi keselamatan bersama.
Kedua, warga mendesak audit dan uji kelayakan air limbah. Diduga kuat, air buangan dari perusahaan mengalir ke aliran Kali Cisadane Timur. Warga khawatir hal ini memicu pencemaran yang berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat dan merusak ekosistem di sekitar sungai tersebut.
Selain itu, sistem pengelolaan sampah juga menjadi sorotan. Dalam tuntutan ketiga, FPRB meminta evaluasi menyeluruh karena cara pengolahan sampah saat ini dianggap menimbulkan keresahan, serta berpotensi mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal warga.
Poin keempat berkaitan dengan masalah tanah. Masyarakat menuntut transparansi terkait klaim tanah yang rencananya akan dijadikan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos/fasum). Warga ingin kejelasan status kepemilikan dan dasar hukum lahan tersebut agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.
Terakhir, warga menuntut tanggung jawab penuh perusahaan atas dampak kebisingan yang ditimbulkan dari aktivitas operasional maupun pembangunan. Mereka meminta adanya bentuk kompensasi, perlindungan kenyamanan, serta penanganan dampak lingkungan yang nyata bagi warga terdampak.
Dalam orasinya, perwakilan FPRB menegaskan bahwa aksi ini bukan untuk menentang pembangunan, melainkan memastikan pembangunan berjalan beriringan dengan keadilan, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat setempat. “Diam bukan solusi, suara rakyat adalah kontrol demokrasi,” demikian tertulis dalam selebaran aksi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Duta Indah Starhub belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan yang disampaikan warga. Pihak berwenang dan aparat keamanan tampak hadir di lokasi untuk memastikan jalannya aksi damai berjalan aman dan tertib. Warga berharap tuntutan ini segera ditindaklanjuti demi terciptanya lingkungan yang sehat dan harmonis antara perusahaan dan masyarakat sekitar.
Penerbit : hafizh zuhdie
Media : sumber1news.com



