• Maret 5, 2026
  • 2 minutes Read
Diduga Ada Pemalsuan Data, Sengketa Tanah 11.950 m² Antara Warga dan Pengembang Belum Temui Titik Terang

sumber1news
Tangerang – Sengketa kepemilikan lahan seluas 11.950 meter persegi kembali mencuat setelah pihak ahli waris pemilik tanah menyatakan bahwa lahan tersebut diduga telah dikuasai dan diperjualbelikan oleh pihak lain tanpa sepengetahuan pemilik sah.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak keluarga, tanah tersebut awalnya dibeli oleh Tamami Imam Santoso dari Jarin sekitar tahun 1990–1991 dengan luas kurang lebih 11.950 m². Sejak saat itu, Imam Santoso mengaku tidak pernah menjual kembali tanah tersebut kepada pihak manapun.


Namun beberapa tahun kemudian, lahan tersebut diketahui telah dikuasai oleh pihak Lippo, yang mengklaim telah membeli tanah tersebut dari pihak yang sama, yakni Jarin, sekitar tahun 1995–1996. Padahal menurut keterangan keluarga, pada periode tersebut tanah tersebut sudah lebih dahulu menjadi milik Imam Santoso.

Pihak keluarga menduga adanya oknum yang terlibat dalam dugaan pemalsuan data kepemilikan tanah, yang melibatkan oknum dari instansi terkait serta pihak pengembang.

Untuk memperkuat klaim kepemilikan, pihak keluarga juga mengaku telah mengantongi surat pernyataan dari Pemerintah Desa Cicau yang menyatakan bahwa tanah tersebut diakui sebagai milik Imam Santoso, bukan milik pihak lain.

Meski demikian, perjuangan untuk mendapatkan kembali hak atas tanah tersebut telah berlangsung bertahun-tahun tanpa kejelasan penyelesaian. Bahkan saat ini, lahan yang menjadi objek sengketa tersebut dikabarkan telah diperjualbelikan kepada pihak lain, dan sebagian area sudah berdiri beberapa bangunan.

Pihak keluarga berharap agar instansi terkait, termasuk aparat penegak hukum, dapat mengusut tuntas dugaan pemalsuan data kepemilikan tanah tersebut serta memberikan kepastian hukum bagi pemilik yang sah.

Kasus ini pun diharapkan dapat menjadi perhatian serius agar tidak merugikan masyarakat dan mencegah terjadinya sengketa tanah serupa di kemudian hari.
Red.

  • Maret 5, 2026
  • 1 minute Read
Program Makanan Bergizi Gratis di SDN Cibodas 8 Disorot, Ditemukan Buah Tidak Layak Konsumsi

sumber1news

Tangerang, 5 Maret 2026
Pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Korwil Cibodas, khususnya di SDN Cibodas 8 Kota Tangerang, menuai sorotan. Pasalnya, dalam pembagian makanan kepada para siswa yang dilakukan oleh SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), ditemukan salah satu jenis buah yang diduga sudah tidak layak konsumsi atau dalam kondisi busuk.

Program MBG yang seharusnya memberikan asupan gizi bagi para siswa melalui pembagian makanan seperti buah, roti, susu, dan kacang-kacangan justru menimbulkan kekhawatiran. Beberapa pihak menilai kualitas makanan yang dibagikan perlu mendapat perhatian serius.

Iwan, salah satu awak media yang memantau kegiatan tersebut, menyayangkan adanya makanan yang dinilai tidak layak untuk dikonsumsi oleh siswa.
“Jauh dari kata program gizi kalau makanan yang dibagikan saja tidak layak untuk dikonsumsi atau sudah busuk,” ujar Iwan.

Ia juga meminta agar pihak SPPG bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tangerang lebih teliti dalam proses distribusi makanan kepada para siswa.

Menurutnya, pengawasan dan pemantauan secara langsung di setiap wilayah SPPG sangat penting agar kualitas makanan yang diberikan benar-benar memenuhi standar kelayakan dan kesehatan.

Masyarakat berharap program Makanan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak sekolah dapat berjalan dengan baik, sehingga tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Red/ Iwan Belo.

  • Maret 4, 2026
  • 1 minute Read
Petugas Tambal Jalan Berlubang di Jalan Proklamasi Cimone pada Malam Hari, Demi Keselamatan Pengendara

sumber1news

Tangerang, 5 Maret 2026 – Sejumlah petugas melakukan penambalan jalan berlubang di ruas Jalan Proklamasi, Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, pada malam hari. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memperbaiki kondisi jalan yang rusak sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.


Berdasarkan pantauan di lokasi, para petugas terlihat bekerja menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm proyek dan rompi kerja. Mereka secara bergotong royong menutup lubang dengan material aspal, kemudian meratakannya menggunakan alat manual agar permukaan jalan kembali rata dan layak dilalui.

Perbaikan dilakukan pada malam hari guna menghindari kemacetan serta meminimalisir gangguan terhadap arus lalu lintas yang cenderung padat pada siang hari. Selain itu, petugas juga memasang rambu pengaman berupa kerucut lalu lintas sebagai penanda bagi pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas di area pekerjaan.

Warga sekitar menyambut baik kegiatan tersebut. Pasalnya, kondisi jalan yang sebelumnya berlubang dinilai cukup membahayakan, terutama saat hujan turun ketika genangan air kerap menutupi lubang dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Dengan adanya penambalan ini, diharapkan risiko kecelakaan akibat jalan rusak dapat ditekan, serta mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman.
RED// Iwan Belo

  • Maret 4, 2026
  • 2 minutes Read
Presiden Komisaris PT.JWM H. Otong Kosasih Menberikan Langsung Bantuan Sosial Kepada Anak Yatim Dan Kaum Dhuafa

sumber1news

Tangerang Kota-Dalam rangka berbagi kebahagiaan, H. Otong Kosasih bersama PT Jaya Wira Manggala (PT. JWM) berbagi kebaikan dengan memberikan “Bantuan Sosial (Bansos)” di Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026, di Majelis Mushola Mambul Ulum, Neglasari Kota Tangerang, Rabu 4 Maret 2026.

Sebanyak puluhan bantuan paket sembako diberikan kepada kaum yatim- dhuafa untuk meningkatkan kepedulian sosial dan mempererat silaturahmi kepada masyarakat sekitar.

Selaku Presiden Komisaris Perusahaan PT JWM, H. Otong Kosasih mengungkapkan, bahwa hal tersebut guna menciptakan kehangatan keluarga bagi anak yatim, meningkatkan empati sosial, dan memperkuat ikatan masyarakat.

“Ya kegiatan pembagian bansos, mudah- mudahan bisa kita lakukan terus- menerus. Kita keliling aja ya, nanti mudah-mudahan berguna untuk masyarakat yang lemah, untuk anak- anak kita anak yatim biar mereka bisa berprestasi kedepan,” ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa bantuan tersebut juga didukung PT JWM yang secara konsisten selalu memberikan bantuan sosial kepada kaum yang membutuhkan.

“Ini bantuan saya pribadi, dan Jaya Wira sebagai perwakilan itu istilahnya membantu aja,” jelas H. Otong Kosasih.

Ia berharap, kegiatan tersebut menjadi magnet dan contoh bagi dermawan dan perusahaan lain untuk melakukan perbuatan serupa.

“Dengan bantuan seperti ini. Ya…, harapannya ini jadi contoh lah, contoh bagi perusahaan- perusahaan juga ya kan, semua harus turun langsung lah kalau bisa, supaya bermanfaat bagi masyarakat yang lemah juga akan meningkat ekonominya secara betul dan tepat sasaran,” harapnya.

Disisi lain, mewakili warga penerima manfaat, Ketua DKM Mushola Mambul Ulum Ust. Iwan Hermawan mengapresiasi kebaikan atas pemberian bantuan yang diberikan H. Otong Kosasih yang diprakarsai PT JWM.

“Saya berterima kasih, dan mudah-mudahan ini langkah awal menjadi sesuatu yang lebih baik ke depannya, bisa menjalin silaturahim lagi yang lebih akrap diantara kami dan seluruh perusahaan yang peduli terhadap kaum yang membutuhkan apa di wilayah
Neglasari ini,” ucapnya.

Pihaknya juga turut memberikan munajat kebaikan kepada pihak dermawan (H. Otong Kosasih) dan PT JWM dengan segala kebaikan doa atas kebaikan yang sudah diberikan.

“Tentunya saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Haji Otong Kosasih yang sudah hadir pada hari ini. Mudah- mudahan beliau sehat
panjang umur dan diberikan keberkahan Allah S.W.T. Amin,” tandasnya

( Ichsan / Red )

  • Maret 3, 2026
  • 2 minutes Read
Beasiswa hingga Peluang Kerja ke Jepang, Dispora Kota Tangerang Hadirkan Kado Istimewa di HUT ke-33

sumber1news

KOTA TANGERANG – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang dimanfaatkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk menghadirkan program strategis bagi generasi muda.

Salah satunya melalui penandatanganan kerja sama beasiswa kuliah dengan Universitas Salakanagara yang diperuntukkan bagi atlet dan pemuda berprestasi.

Program ini menjadi bagian nyata dari implementasi visi Wali Kota Sachrudin dan Wakil Wali Kota Maryono, yakni “gampang sekolah dan gampang kerja”. Melalui kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, Pemkot Tangerang terus membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas sekaligus peluang karier bagi generasi muda.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Rektor Universitas Salakanagara, Irmanjaya Thaher, dan Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, di Gedung Cisadane, Karawaci, Senin (2/3/2026). Kegiatan ini turut disaksikan jajaran pejabat Dispora serta pimpinan universitas.

Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar atlet berprestasi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pemuda yang belum berprestasi dengan skema beasiswa parsial.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendukung masa depan anak-anak muda Kota Tangerang. Tidak hanya pendidikan, tetapi juga membuka jalan menuju dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, keunggulan lain dari kerja sama ini adalah adanya fasilitas penyaluran kerja ke Jepang bagi lulusan. Bahkan, biaya awal keberangkatan akan ditanggung oleh pihak kampus.

“Ini bukan sekadar beasiswa, tapi paket lengkap—kuliah, peningkatan kompetensi, hingga peluang kerja ke luar negeri,” tegas Kaonang.

Sebelumnya, Dispora Kota Tangerang juga telah menjalin kerja sama serupa dengan sejumlah kampus, seperti Universitas Yatsi Madani, Universitas Yarsi Pratama, dan Universitas Pradita. Kehadiran Universitas Salakanagara semakin memperkuat ekosistem pembinaan atlet dan pemuda berprestasi di Kota Tangerang.
Rektor Universitas Salakanagara, Irmanjaya Thaher, menegaskan bahwa atlet tidak hanya dituntut unggul di bidang olahraga, tetapi juga harus memiliki bekal pendidikan formal.

“Menjadi atlet berprestasi membutuhkan perjuangan luar biasa. Kami ingin memastikan mereka juga memiliki kompetensi akademik, sehingga setelah masa atlet selesai, mereka tetap memiliki masa depan cerah sebagai sarjana profesional,” ungkapnya.

Melalui program ini, diharapkan lahir generasi muda Kota Tangerang yang tidak hanya berprestasi di bidang olahraga, tetapi juga unggul secara akademik dan siap bersaing di tingkat global.

Adv

  • Maret 2, 2026
  • 2 minutes Read
Pemkot Tangerang Raih Apresiasi Ombudsman, Disdik Catat Nilai Tertinggi di Banten

sumber1news

Kota Tangerang
Pemerintah Kota Tangerang kembali menorehkan prestasi dengan menerima penghargaan dari Ombudsman RI Perwakilan Banten. Dalam penilaian maladministrasi pelayanan publik, Dinas Pendidikan Kota Tangerang berhasil menjadi satu-satunya instansi pemerintah di Provinsi Banten yang meraih kategori “sangat baik”.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud nyata dari meningkatnya kualitas pelayanan publik, sekaligus mencerminkan tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat yang tinggi.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan apresiasi atas pelayanan publik yang selama ini berjalan dengan sangat baik, khususnya karena dinilai responsif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Ini menjadi bukti kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Dinas Pendidikan Kota Tangerang,” ujar Wahyudi di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Jumat (20/2/2026).

Berdasarkan hasil penilaian, Dinas Pendidikan Kota Tangerang mencatatkan nilai tertinggi di Provinsi Banten dengan skor 88,06, serta indeks kepercayaan masyarakat sebesar 30,00. Capaian tersebut menegaskan posisi Dinas Pendidikan sebagai instansi dengan kinerja pelayanan publik terbaik di tingkat provinsi.

Lebih lanjut, Wahyudi menegaskan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pegawai untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya di sektor pendidikan.
“Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi pemacu semangat untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik, profesional, dan paripurna,” tambahnya.

Secara keseluruhan, Pemerintah Kota Tangerang juga meraih nilai 84,25 dalam penilaian maladministrasi pelayanan publik tahun 2025 oleh Ombudsman RI Perwakilan Banten, dengan kategori tinggi dan terbaik.

Capaian ini semakin memperkuat komitmen Pemkot Tangerang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.
*(Adv

  • Maret 2, 2026
  • 1 minute Read
Warga apresiasi respon sigap polri

Sumber1news

Tangerang

Ahmad marup (62) dan Siti Nurcholisah (48) warga kp larangan RT 002 RW 007 kelurahan Sukatani kec rajeg kabupaten Tangerang.. mengancungi jempol dan sangat mengapresiasi respon polri terkait laporannya tentang adanya lansia terlantar yang sudah beberapa hari tinggal di rumahnya..

Namun karena merasa risau karena lansia tersebut tidak ada yang menjemput dan sdr Siti Nurcholisah yang merawat lansia terlantar adalah perempuan dan lansia tersebut dalam keadaan sakit. A marup lalu meminta bantuan kepada saudara firmansyah wartawan gwi kabupaten Tangerang

Menindak lanjuti laporan tsb saudara firman menghubungi call center 110 lalu di tindak lanjuti oleh customer care Polresta Tangerang
Setelah menerima laporan dan mendengar kronologi laporan di tindak lanjuti oleh Polsek Rajeg dengan mengirim Briptu Miftah anggota Polsek Rajeg

Sesampainya di lokasi Briptu Miftah bertemu dengan sdr Ahmad marup, sdr Siti Nurcholisah dan lansia yang terlantar . Setelah beberapa pertanyaan dan di rasa cukup lalu lansia tsb di bawa oleh Briptu Miftah untuk selanjutnya akan di serahkan ke dinas sosial kabupaten Tangerang

Atas cepatnya responsif polri dalam menerima laporan tsb sdr Ahmad marup sangat mengapresiasi dan berharap kepolisian Republik Indonesia semakin dekat dengan masyarakat imbuhnya

Red.

  • Maret 1, 2026
  • 3 minutes Read
Cap Go Meh 2577 di Kota Tangerang: Cahaya Harmoni yang Menyatukan Harapan dan Kebangsaan

sumber1news

Kota Tangerang

Perayaan Cap Go Meh 2577 Kongzili di Kota Tangerang menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian Tahun Baru Imlek 2026. Momentum hari ke-15 dalam kalender lunar ini tidak sekadar dimaknai sebagai tradisi seremonial, melainkan sebagai simbol penyempurnaan doa, artikulasi harapan, dan refleksi spiritual umat Tionghoa dalam menyongsong tahun yang baru.

Perayaan dipusatkan di Klenteng Boen Tek Bio, yang terletak di Jalan Bhakti, Pasar Lama, Kota Tangerang, pada Senin malam (2/3/2026). Klenteng ini merupakan salah satu rumah ibadah tertua di Kota Tangerang yang selama berabad-abad menjadi episentrum spiritual, sosial, dan kultural komunitas Tionghoa. Lanskap klenteng yang dihiasi ratusan lampion menghadirkan atmosfer sakral sekaligus inklusif, mencerminkan bagaimana tradisi religius mampu menjadi ruang perjumpaan lintas identitas dalam bingkai kebangsaan.

Secara etimologis, Cap Go Meh berarti “malam kelima belas”, yang diperingati setiap tanggal 15 bulan pertama dalam kalender lunar Tiongkok. Dalam perspektif Konghucu dan Buddhis, momen ini memiliki dimensi teologis sebagai fase penyempurnaan doa sejak awal tahun. Ia menjadi ruang kontemplasi, di mana harapan tidak berhenti pada simbol ritual, melainkan bertransformasi menjadi etika sosial yang membumi.
Rangkaian persembahyangan bersama, penyalaan lilin, serta doa keselamatan bagi bangsa dan masyarakat merefleksikan kesadaran kolektif bahwa spiritualitas memiliki implikasi sosial. Lampion yang menggantung bukan sekadar ornamen estetis, tetapi metafora terang harapan, optimisme, dan kebajikan yang diharapkan menyertai perjalanan setahun ke depan.

Ketua Perkumpulan Boen Tek Bio, Ruby Santamoko, menegaskan bahwa Cap Go Meh 2577 Kongzili merupakan momentum spiritual yang merepresentasikan kristalisasi harapan umat di tengah dinamika sosial yang terus bergerak.

“Ini adalah fase kontemplatif. Doa-doa yang dipanjatkan sejak awal tahun digenapkan dalam kesadaran spiritual. Harapan harus diwujudkan dalam praktik hidup yang membawa kedamaian dan kebajikan sosial,” ujarnya.

Menurutnya, dalam konteks Kota Tangerang yang majemuk, Cap Go Meh telah berkembang menjadi ruang harmoni lintas etnis dan agama. Keterbukaan perayaan bagi publik mencerminkan komitmen Boen Tek Bio dalam merawat toleransi sebagai fondasi identitas kebangsaan.

“Keberagaman bukan sekadar realitas demografis, melainkan anugerah yang memerlukan kesadaran kolektif. Cap Go Meh adalah simbol kohesi sosial dan penguatan identitas Indonesia yang plural,” tegasnya.

Di tengah arus modernisasi dan globalisasi budaya, Perkumpulan Boen Tek Bio mengedepankan pendekatan adaptif dalam menjaga autentisitas tradisi. Substansi ritual tetap dipertahankan, sementara strategi komunikasi diperluas melalui edukasi sejarah klenteng, literasi budaya, serta pelibatan aktif generasi muda dalam kepanitiaan dan kegiatan sosial.

Langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan regenerasi nilai berlangsung secara organik dan berkelanjutan. Tradisi, dalam perspektif ini, tidak dibekukan sebagai artefak masa lalu, tetapi dihidupkan sebagai energi sosial yang relevan dengan tantangan zaman.
Adapun tantangan terbesar tahun ini, menurut Ruby, bukan semata persoalan teknis penyelenggaraan, melainkan menjaga persepsi publik agar memahami Cap Go Meh sebagai perayaan yang inklusif dan memiliki nilai universal. Pendekatan dialog, transparansi, dan kolaborasi lintas komunitas menjadi strategi utama dalam merawat kepercayaan publik.

Menutup pernyataannya, Ruby menyampaikan pesan agar Cap Go Meh 2577 Kongzili menjadi inspirasi kolektif dalam memperkuat toleransi, optimisme, dan semangat kebersamaan.

“Cahaya lampion adalah metafora harapan. Ia mengingatkan bahwa dalam keberagaman, selalu ada terang yang menyatukan,” pungkasnya.

Lebih dari sekadar festival, Cap Go Meh di Kota Tangerang menjadi narasi kebudayaan tentang bagaimana identitas partikular dapat bertransformasi menjadi identitas bersama. Tradisi tidak berhenti sebagai ritus internal komunitas, melainkan berkembang menjadi perayaan kolektif yang memperkuat solidaritas kebangsaan.

Di tengah tantangan polarisasi sosial dan disrupsi informasi digital, perayaan ini menghadirkan ruang nyata perjumpaan antarmanusia—mereduksi jarak, membangun empati, dan memperkuat imajinasi kebangsaan yang inklusif.

Dengan demikian, Cap Go Meh di Kota Tangerang bukan sekadar agenda tahunan seremonial, melainkan pernyataan sosial bahwa keberagaman Indonesia bukan sumber fragmentasi, tetapi fondasi kekuatan nasional—dirawat melalui tradisi, dirayakan dalam kebersamaan, dan diteguhkan dalam semangat persatuan.

Red

  • Februari 28, 2026
  • 2 minutes Read
HUT KE-33 KOTA TANGERANG, BPKD PERKUAT TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS KEUANGAN DAERAH

sumber1news

TANGERANG — Memasuki usia ke-33 tahun pada 28 Februari 2026, Kota Tangerang terus meneguhkan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Peran strategis tersebut dijalankan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) sebagai motor penggerak pengelolaan keuangan dan aset daerah.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa pengelolaan keuangan yang sehat merupakan fondasi utama dalam memastikan keberlanjutan pembangunan di berbagai sektor.

“Di usia ke-33 ini, kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari APBD benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk program dan pelayanan yang berkualitas. Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci. Karena itu, peran BPKD sangat strategis dalam menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” ujar Sachrudin.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari sistem pengelolaan keuangan yang tertib, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menambahkan, Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong digitalisasi sistem keuangan guna mempercepat layanan serta meminimalkan potensi kesalahan administrasi.

Sementara itu, Kepala BPKD Kota Tangerang, Agus Andriansjah, menyampaikan komitmennya dalam memperkuat tata kelola keuangan berbasis kinerja dan teknologi informasi. Upaya tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban APBD.
“Momentum HUT ke-33 Kota Tangerang menjadi refleksi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah. Kami memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi, transparan, serta mendukung program prioritas pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan aset daerah menjadi salah satu fokus utama BPKD. Penataan administrasi, pengamanan, sertifikasi, hingga optimalisasi pemanfaatan aset terus dilakukan guna meningkatkan nilai aset serta mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Pengelolaan aset yang tertib dan optimal tidak hanya memperkuat neraca keuangan daerah, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan aset untuk mendukung pelayanan publik dan investasi daerah,” tambah Agus.

Dalam rangka memperingati HUT ke-33, BPKD turut mendorong keterbukaan informasi melalui penyajian laporan keuangan yang tepat waktu dan akurat sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Dengan dukungan sistem keuangan yang semakin modern dan terintegrasi, Pemerintah Kota Tangerang optimistis dapat menjaga stabilitas fiskal daerah serta memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan.

Semangat 33 tahun Kota Tangerang menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh perangkat daerah, termasuk BPKD, dalam mewujudkan kota yang maju, berdaya saing, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warganya. (Tgr/BPKD/SBN)

Adv

  • Februari 27, 2026
  • 2 minutes Read
Forum PPPK Teknis Kota Tangerang Kecewa, Tuntut Keadilan TPP dan Penghapusan Kesenjangan Gaji

sumber1news

KOTA TANGERANG — Keresahan dan kekecewaan meluas di kalangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Teknis di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang. Kondisi ini mendorong terbentuknya Forum PPPK Kota Tangerang sebagai wadah aspirasi untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan.

Ketimpangan kebijakan, khususnya terkait pendapatan dan tunjangan, menjadi pemicu utama munculnya forum tersebut. Dalam upaya mencari kejelasan, Forum PPPK Teknis telah mengajukan permohonan audiensi kepada pimpinan DPRD Kota Tangerang.

Surat permohonan audiensi tersebut dikirim pada Senin, 23 Februari 2026, dengan agenda pertemuan yang dijadwalkan pada Kamis, 26 Februari 2026. Namun hingga kini, pihak forum mengaku belum menerima tanggapan dari pimpinan dewan.

Padahal sebelumnya, Ketua DPRD Kota Tangerang sempat mengumumkan bahwa Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) bagi PPPK akan mengalami kenaikan sebesar 15 persen pada awal tahun 2026. Kenyataannya, hingga memasuki akhir Februari, kenaikan tersebut belum terealisasi.

“Kami hanya ingin mempertanyakan kejelasan terkait kenaikan TPP yang sudah diumumkan. Tapi sangat disayangkan, tidak ada respons sama sekali dari pimpinan dewan. Ini sungguh miris,” ujar Ketua Forum PPPK Teknis Kota Tangerang.

Kekecewaan semakin memuncak akibat adanya kesenjangan pendapatan yang dinilai tidak adil. PPPK yang lulus seleksi justru menerima penghasilan sekitar Rp3,7 juta (gaji pokok dan tunjangan), sementara PPPK PW yang tidak lulus seleksi disebut-sebut memperoleh penghasilan antara Rp5 juta hingga Rp7 juta.

Ironisnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, tenaga outsourcing seperti office boy (OB) dan satuan pengamanan (satpam) di lingkungan Pemkot Tangerang bahkan menerima gaji sekitar Rp5,4 juta per bulan.
Ketimpangan tersebut dinilai mencederai rasa keadilan, terutama bagi PPPK yang telah melalui proses seleksi resmi namun justru menerima penghasilan lebih rendah.

Atas dasar itu, Forum PPPK Teknis Kota Tangerang mendesak para pemangku kebijakan untuk segera memberikan solusi konkret. Mereka menuntut adanya penyesuaian kesejahteraan, termasuk realisasi kenaikan TPP serta pengakuan dan penyesuaian ijazah bagi PPPK K2 yang telah menyelesaikan pendidikan S1.

Forum berharap pemerintah daerah dan DPRD Kota Tangerang dapat segera merespons aspirasi ini secara serius, demi menciptakan keadilan dan meningkatkan kesejahteraan para PPPK di Kota Tangerang.

Red

Berita Populer

  • Maret 5, 2026
  • Maret 5, 2026
  • Maret 4, 2026
  • Maret 4, 2026
  • Maret 3, 2026
  • Maret 2, 2026
Verified by MonsterInsights