• Juli 8, 2026
  • 2 minutes Read
Polsek Neglasari Gagalkan Peredaran Ribuan Obat Keras, Pelaku Ditangkap Saat Transaksi COD di Pakuhaji

Sumber1news

Tangerang – Jajaran Polsek Neglasari berhasil menggagalkan dugaan peredaran ribuan butir obat keras golongan tertentu dalam sebuah operasi penindakan di wilayah Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Seorang terduga pelaku diamankan saat hendak melakukan transaksi Cash on Delivery (COD), dengan barang bukti berupa ribuan butir obat keras jenis Tramadol dan Hexymer.

Penangkapan dilakukan setelah petugas memperoleh informasi terkait adanya dugaan transaksi obat keras tanpa izin yang akan berlangsung di lokasi tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas kemudian melakukan pengintaian hingga akhirnya menangkap pelaku saat proses serah terima barang berlangsung.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan sejumlah paket berisi obat keras yang diduga siap diedarkan. Dari hasil pemeriksaan awal, barang bukti yang diamankan terdiri atas ribuan butir Tramadol dan Hexymer, dua jenis obat yang penggunaannya harus berdasarkan resep dokter dan berada di bawah pengawasan ketat.

Seluruh barang bukti bersama pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Neglasari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami asal-usul obat tersebut, jaringan pemasok, serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam peredaran obat keras ilegal tersebut.

Peredaran Tramadol dan Hexymer secara ilegal menjadi perhatian aparat penegak hukum karena kerap disalahgunakan, terutama di kalangan remaja. Penyalahgunaan kedua obat tersebut dapat menimbulkan ketergantungan, gangguan kesehatan, hingga berpotensi memicu tindak kriminal.

Atas perbuatannya, pelaku dapat dijerat dengan ketentuan perundang-undangan yang mengatur peredaran sediaan farmasi tanpa izin, di antaranya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana bagi setiap orang yang memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini menunjukkan komitmen Polsek Neglasari dalam memberantas peredaran obat keras ilegal yang berpotensi merusak generasi muda. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli maupun mengedarkan obat keras tanpa resep dokter, serta segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila mengetahui adanya aktivitas serupa di lingkungan sekitar.

Ali

  • Juli 8, 2026
  • 2 minutes Read
Pemkot Tangerang Pertahankan Opini WTP ke-19 Kali Berturut-turut, Bukti Tata Kelola Keuangan Transparan

sumber1news

KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Pencapaian tersebut menjadi yang ke-19 kalinya secara berturut-turut diraih Pemkot Tangerang, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, efektif, dan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

Oplus_131072

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Kota Tangerang, Agus Andriansjah, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang kembali diraih tersebut. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP merupakan hasil kerja keras seluruh perangkat daerah dalam mengelola keuangan daerah secara profesional dan bertanggung jawab.
“Alhamdulillah, Kota Tangerang kembali memperoleh Opini WTP. Capaian ini merupakan buah dari kerja sama seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah berkomitmen mengelola keuangan daerah secara transparan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Agus, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, raihan opini WTP tidak hanya mencerminkan kualitas penyajian laporan keuangan yang baik, tetapi juga menunjukkan tingkat kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, efektivitas sistem pengendalian internal, serta pengelolaan anggaran yang tepat sasaran.

Lebih lanjut, Agus berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan keuangan daerah.
“Kami akan terus memperkuat komitmen dalam menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK, sehingga tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel dapat terus terwujud di Kota Tangerang,” tambahnya.

Dengan keberhasilan mempertahankan Opini WTP selama 19 tahun berturut-turut, Pemkot Tangerang menunjukkan konsistensinya dalam menjaga kepercayaan publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Adv

  • Juli 7, 2026
  • 1 minute Read
Perbedaan ekonomi Indonesia 2026 dengan krisis 1998

sumber1news

Kondisi ekonomi Indonesia tahun 2026 memang sangat berbeda dan tidak menyerupai krisis 1998, meskipun rupiah melemah. Pemerintah menegaskan fundamental ekonomi nasional saat ini jauh lebih kuat dengan indikator positif yang kontras dengan masa krisis

Banyak pertanyaan,mengapa kondisi ekonomi 2026 tidak serupa 1998 ?

Ekonomi tumbuh 5,61% didukung daya beli dan aktivitas usaha yang membaik, bukan terkontraksi seperti 1998

Cadangan devisa 8,4 kali lebih besar memberikan ketahanan terhadap tekanan rupiah

Perbankan solid: CAR perbankan 25,83% menunjukkan daya tahan jauh lebih kuat
Inflasi terkendali: Di kisaran sasaran pemerintah, berbeda dengan lonjakan drastis 1998

Wamenkeu menilai tidak ada indikator makroekonomi yang mengarah ke krisis seperti 1998

Meskipun rupiah menembus Rp17.600/USD, fundamental ekonomi berada di posisi jauh lebih kuat dibandingkan periode krisis moneter 1998

Demikian rekaman sementara kondisi perekonomian 2026 dari beberapa sumber (Satrio)

  • Juli 7, 2026
  • 2 minutes Read
Truk Terguling Masuk Kali di Jurumudi Baru, Diduga Sopir Mengantuk

Sumber1news

Tangerang, 7 Juli 2026 – Sebuah truk dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal hingga terguling dan masuk ke aliran kali di Jalan Garuda No. 50, RT 004/RW 002, Kelurahan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 01.00 WIB.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kecelakaan diduga terjadi akibat sopir mengantuk saat mengemudikan kendaraan. Akibatnya, truk kehilangan kendali, keluar dari badan jalan, lalu terbalik dan masuk ke kali yang berada di sisi jalan.

Tidak ada kendaraan lain yang dilaporkan terlibat dalam insiden tersebut sehingga peristiwa ini diduga merupakan kecelakaan tunggal. Hingga siang hari sekitar pukul 15.17 WIB, proses evakuasi truk masih berlangsung dengan melibatkan petugas dan kendaraan berat untuk mengangkat badan truk dari dalam kali.

Belum ada keterangan resmi mengenai kondisi sopir maupun kemungkinan adanya korban luka. Pihak berwenang juga masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Peristiwa ini sempat menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi. Arus lalu lintas di kawasan tersebut dilaporkan mengalami perlambatan selama proses evakuasi berlangsung.

Kepolisian mengimbau para pengemudi, khususnya pengendara kendaraan angkutan barang, agar memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan. Pengemudi yang merasa lelah atau mengantuk disarankan beristirahat di tempat yang aman guna mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Catatan redaksi: Dugaan penyebab kecelakaan berupa sopir mengantuk masih merupakan informasi awal. Penyebab pasti menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Ali

  • Juli 4, 2026
  • 2 minutes Read
Mengerikan Sampah Menggunung Longsor Makan Korban, Tanggung Jawab Siapa ?

sumber1news

Bekasi
Gunung sampah setinggi sekitar 15 lantai mengacu pada tumpukan sampah raksasa di TPST/TPA seperti Bantargebang (Bekasi) yang beberapa laporan bandingkan dengan gedung bertingkat (15–17 lantai) setelah longsor dan kejadian darurat beberapa kali terjadi.

Ringkasan peristiwa dan konteks
Lokasi dan gambaran: Tumpukan sampah di fasilitas seperti Bantargebang sering digambarkan setinggi gedung 15–17 lantai dalam liputan media ketika volumesampah menumpuk tanpa pengelolaan terpadu yang memadai.

Insiden longsor: Ada laporan longsor di TPA besar yang menewaskan beberapa orang dan menimbulkan kritik terhadap sistem pengelolaan sampah.

Perbandingan regional: Kasus serupa (gunungan sampah runtuh) juga terjadi di negara lain, misalnya Filipina, dengan korban jiwa dan orang hilang.

Penyebab struktural dan dampak
Penyebab: penumpukan sampah karena kapasitas TPA terlampaui, kurangnya pemrosesan (daur ulang, pengomposan, pemilahan di sumber), dan praktik penimbunan yang berisiko memicu longsor serta emisi metana.

Dampak sosial-lingkungan: ancaman keselamatan warga/pemulung di lokasi, polusi udara (bau, gas rumah kaca), risiko kesehatan, dan tekanan politik/peraturan terhadap pemerintah daerah.
Upaya dan respons yang dilaporkan.

Percepatan proyek dan kebijakan: Pemerintah pusat/daerah dilaporkan mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan (PSEL/TPST) dan menyiapkan aturan baru untuk mengatasi krisis sampah.

Saran teknis umum media: beralih dari penumpukan ke pemrosesan (pirolisis/convert-to-energy dengan standar emisi, fasilitas pengomposan, peningkatan pemilahan) dan perlindungan keselamatan pemulung. (Red)

  • Juli 3, 2026
  • 1 minute Read
Diduga Terjadi Penyimpangan Rekrutmen Karyawan di Tower Sopo Del, 3 Calon Field Collector Mengaku Dirugikan

sumber1news

Jakarta, 26 juni 2026 – Dugaan penyimpangan dalam proses rekrutmen karyawan untuk posisi Field Collector pada perusahaan pembiayaan dan layanan pinjaman digital (spinjam dan paylater) mencuat setelah 3 calon kandidat mengaku merasa dirugikan akibat ketidakjelasan proses penerimaan kerja.

Berdasarkan keterangan enam calon sebagai saksi bahwa Wahyu Febri telak bilang 26 Juni 2026 akan mulai bekerja kandidat untuk daerah Tangerang, mereka mengikuti proses training yang bernama Anggia, rekrutmen yang dipimpin oleh seorang Team Leader bernama Wahyu Febri di kawasan Tower Sopo Del. Para kandidat menyatakan bahwa pada 26 Juni 2026 mereka mendapat informasi dan janji bahwa akan mulai bekerja sesuai jadwal yang telah disampaikan.

Namun, hingga waktu yang dijanjikan, para calon pekerja mengaku tidak memperoleh kepastian mengenai kelanjutan proses rekrutmen maupun penempatan kerja. Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan dan memunculkan dugaan adanya penyimpangan dalam proses perekrutan.

Sejumlah kandidat berharap perusahaan segera memberikan penjelasan resmi mengenai mekanisme rekrutmen yang berlangsung, termasuk alasan tidak terealisasinya jadwal mulai bekerja sebagaimana yang mereka pahami.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Wahyu Febri maupun pihak perusahaan terkait dugaan tersebut. Oleh karena itu, informasi ini masih menunggu konfirmasi
dari pihak-pihak yang disebut agar pemberitaan tetap berimbang sesuai prinsip jurnalistik.

Redaksi/Ryan Alamsyah

  • Juli 2, 2026
  • 2 minutes Read
Menepati Nazar Usai Berhaji, H. Misnan Bangun Mushala Al Istiqomah sebagai Warisan Iman untuk Anak dan Cucu

sumber1news

Kabupaten Tangerang – Ketulusan niat dan komitmen menepati nazar menjadi inspirasi dari sosok H. Misnan, warga Kampung Dukuh Pinang RT 03/RW 03, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Berbekal tekad untuk meninggalkan warisan spiritual bagi keluarga, ia mendirikan Mushala Al Istiqomah sebagai pusat pembinaan keagamaan bagi anak, cucu, dan masyarakat sekitar.

Kisah ini bermula pada tahun 2017, saat H. Misnan bersiap menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Sebelum berangkat, ia memperdalam ilmu agama di bawah bimbingan Ustaz Ahmad Haryanto sebagai bekal menjalankan rukun Islam kelima.


Di masa persiapan tersebut, H. Misnan mengucapkan sebuah nazar. Ia berjanji, apabila Allah SWT memberikan keselamatan dan kesehatan hingga kembali ke Tanah Air, dirinya akan membangun sebuah mushala sebagai bentuk rasa syukur sekaligus sarana ibadah bagi keluarga dan masyarakat.

Atas izin Allah SWT, H. Misnan dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat. Sesuai nazarnya, ia kemudian merealisasikan pembangunan Mushala Al Istiqomah di lingkungan tempat tinggalnya.

Bagi H. Misnan, mushala tersebut bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi warisan keimanan yang diharapkan terus memberi manfaat bagi generasi penerus. Melalui mushala itu, ia ingin menanamkan nilai-nilai keislaman, membangun akhlak mulia, serta mempererat kebersamaan dalam keluarga.

Seiring berjalannya waktu, Mushala Al Istiqomah berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar. Selain digunakan untuk salat berjamaah, mushala ini juga menjadi tempat pengajian, pembelajaran agama, serta pembinaan karakter bagi anak-anak dan generasi muda.

Berbagai kegiatan keagamaan rutin diselenggarakan, di antaranya peringatan Hari Besar Islam (PHBI) seperti Maulid Nabi Muhammad SAW dan Isra Mikraj. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang turut berpartisipasi dalam setiap pelaksanaannya.

Tidak hanya berfokus pada kegiatan ibadah, Mushala Al Istiqomah juga aktif menjalankan kegiatan sosial. Salah satu program yang terus dipertahankan adalah santunan anak yatim setiap 10 Muharram sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

Keberadaan Mushala Al Istiqomah kini menjadi simbol bahwa sebuah nazar yang ditunaikan dengan penuh keikhlasan mampu menghadirkan manfaat yang luas. Apa yang dirintis H. Misnan tidak hanya menjadi amal jariyah bagi dirinya, tetapi juga menjadi warisan nilai-nilai keimanan yang terus hidup di tengah keluarga dan masyarakat.

Am

  • Juli 2, 2026
  • 2 minutes Read
Diduga Ada Kejanggalan Tender Proyek di Pokja Kota Tangerang, GMAKS Laporkan ke Kejati Banten

sumber1news

KOTA TANGERANG – Proses tender salah satu proyek di lingkungan Pokja Pemilihan Kota Tangerang menjadi sorotan publik. Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS) Tangerang Raya menduga terdapat kejanggalan dalam proses penetapan pemenang tender yang dinilai berpotensi tidak sesuai dengan ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Koordinator GMAKS Tangerang Raya, Hadi Isron, mengungkapkan bahwa perusahaan pemenang, PT Sultan Sukses Mandiri, pada Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) tercatat sebagai peserta tunggal. Namun, menurutnya, dalam pelaksanaan proses selanjutnya muncul PT Nurfita Karya Mandiri sebagai mitra Kerja Sama Operasi (KSO).

“Di sistem SPSE perusahaan tersebut terdaftar sebagai entitas tunggal. Namun, di tengah proses justru muncul mitra KSO. Hal ini kami duga tidak mencerminkan prinsip transparansi dalam proses pengadaan,” ujar Hadi.

Menurut Hadi, kondisi tersebut patut diduga bertentangan dengan prinsip-prinsip pengadaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya, yang menekankan asas transparansi, keterbukaan, persaingan sehat, dan akuntabilitas.

Ia juga menyinggung ketentuan dalam Peraturan LKPP Nomor 12 Tahun 2021 yang mengatur bahwa peserta Kerja Sama Operasi (KSO) wajib memenuhi persyaratan kualifikasi sesuai dokumen pemilihan.
“Apabila sejak awal status KSO tidak tercantum dalam sistem SPSE, maka proses kualifikasi patut dipertanyakan. Hal tersebut berpotensi menimbulkan ketidakadilan bagi peserta lain yang mengikuti seluruh ketentuan lelang,” katanya.

Selain itu, Hadi menilai penggunaan aplikasi SPSE sebagai sistem pengadaan elektronik seharusnya mampu menampilkan seluruh informasi peserta secara transparan. Menurutnya, apabila terdapat perubahan status peserta yang tidak tercermin dalam sistem, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian aparat pengawas maupun aparat penegak hukum.

“GMAKS menduga terdapat cacat prosedur dalam proses tender tersebut. Karena itu kami meminta agar seluruh tahapan diperiksa secara menyeluruh sehingga tidak menimbulkan keraguan publik terhadap integritas proses pengadaan,” tegasnya.

Atas dugaan tersebut, GMAKS Tangerang Raya mengaku telah menyampaikan laporan resmi kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten agar dilakukan pendalaman sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami telah melaporkan persoalan ini kepada Kejati Banten. Selanjutnya kami mempercayakan proses penanganannya kepada aparat penegak hukum dan siap memberikan data maupun dokumen pendukung apabila diperlukan,” ujar Hadi.

GMAKS juga berharap Kejati Banten melakukan audit investigatif terhadap proses tender dimaksud guna memastikan seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pokja Pemilihan Kota Tangerang maupun PT Sultan Sukses Mandiri belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Red

  • Juni 29, 2026
  • 2 minutes Read
Di Tengah Isu Perlambatan Ekonomi, Bang Dhik Kembangkan Usaha Kuliner di Ciputat

sumber1news

Tangerang Selatan
Tangerang Selatan – Di tengah ramainya perbincangan di media sosial mengenai kondisi ekonomi yang disebut-sebut sedang tidak baik-baik saja, semangat berwirausaha tetap ditunjukkan oleh Dhika, yang akrab disapa Bang Dhik.

Ia memilih terus mengembangkan usahanya dengan membuka lini bisnis kuliner baru.
“Sebelumnya saya menjalankan usaha warung kopi. Hari ini saya mengembangkannya dengan membuka usaha sate ceker dan sate sayap di Community Center, bekerja sama dengan Rumah Potong Ayam Murni Chick,” ujar Bang Dhik, Selasa dini hari (30/6/2026) di Ciputat, Tangerang Selatan.

Grand opening usaha tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa pukul 16.00 WIB. Acara pembukaan rencananya akan dihadiri oleh salah satu pemilik Murni Chick sebagai bentuk dukungan terhadap kerja sama yang terjalin.

“Harus datang ke pembukaannya. Masa pembukaan usaha kita tidak datang? Kalau perlu kita ramaikan bersama,” ujar Mahsus.

Lokasi usaha Bang Dhik berada di Jalan Surya Kencana, Pamulang, Tangerang Selatan, tepat di kawasan Community Center yang mudah dijangkau masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan yang hadir pada pembukaan,

Bang Dhik menyiapkan promo spesial berupa gratis es teh manis untuk setiap pembelian sate ceker maupun sate sayap.
Dengan hadirnya usaha baru ini, Bang Dhik berharap dapat memberikan pilihan kuliner bagi masyarakat sekaligus membuktikan bahwa semangat berusaha dan berinovasi tetap dapat tumbuh meski di tengah tantangan ekonomi.

Red

  • Juni 29, 2026
  • 3 minutes Read
Pesantren di Era Digital: Institut Binamadani Indonesia Dorong Inovasi Tanpa Meninggalkan Tradisi

sumber1news

Tangerang – Institut Binamadani Indonesia menggelar Seminar Kolaboratif bertajuk “Pesantren di Tengah Revolusi Digital: Menjaga Tradisi, Menyambut Inovasi” yang berlangsung di Aula Institut Binamadani Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran rektorat serta seluruh calon mahasiswa baru jenjang magister sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan pengembangan perspektif keislaman di era digital (29/06/2026).

Seminar menghadirkan dua narasumber utama, yakni Rektor Institut Binamadani Indonesia, Dr. H.M. Su’aidi, M.Ag dan Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kota Tangerang, Dr. Cecep Jaenudin, M.M. Adapun jalannya diskusi dipandu oleh Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Institut Binamadani Indonesia, Dr. Dede Ibrahim, M.Pd selaku moderator.

Dalam pemaparannya, Dr. H.M. Su’aidi, M.Ag menyoroti pentingnya transformasi pembelajaran di pesantren di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut pesantren untuk mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai dasar kepesantrenan. “Pesantren harus mampu melakukan transformasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai instrumen penguatan kualitas pendidikan, bukan sekadar mengikuti tren,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Su’aidi menjelaskan bahwa penguatan literasi digital bagi santri menjadi kebutuhan mendesak untuk membangun generasi yang cerdas, kritis, adaptif, sekaligus berakhlakul karimah. Ia menegaskan bahwa pesantren perlu melakukan evaluasi secara berkelanjutan terhadap sistem pembelajaran, kurikulum, maupun tata kelola kelembagaan sebagai bagian dari proses transformasi. “Evaluasi merupakan langkah penting agar pesantren tetap relevan dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan tradisi dan nilai luhur yang telah diwariskan para ulama,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Cecep Jaenudin, M.M memaparkan materi mengenai dakwah digital dan kreativitas santri di ruang siber. Menurutnya, santri saat ini dituntut untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi produsen konten dakwah yang edukatif, moderat, dan inspiratif di berbagai platform digital. Di tengah derasnya arus teknologi global, ia menegaskan bahwa nilai-nilai kepesantrenan seperti akhlak, adab, dan moderasi beragama harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas santri di ruang digital.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Cecep juga menyampaikan keprihatinannya terhadap sejumlah peristiwa kurang mengenakan yang terjadi di lingkungan pesantren dalam beberapa waktu terakhir. Namun demikian, ia mengajak masyarakat untuk tidak takut memilih pesantren sebagai lembaga pendidikan bagi putra-putrinya. “Jangan takut memilih pesantren. Kementerian Agama terus melakukan penguatan, pembinaan, dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan pesantren. Salah satu bentuk keseriusan pemerintah adalah pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia,” tegasnya.

Ia juga mencontohkan adanya sejumlah pondok pesantren bermasalah di wilayah Kota Tangerang yang izinnya telah dicabut sebagai bentuk langkah tegas pemerintah dalam menjaga kualitas dan marwah pesantren. Menurutnya, pembaruan pesantren harus dilakukan secara konstruktif. “Pesantren sejatinya perlu diperbaharui, bukan membakar lumbungnya. Ketika terdapat persoalan, yang harus dilakukan adalah memperbaiki sistem dan melakukan penguatan, bukan menghilangkan kepercayaan terhadap pesantren secara keseluruhan,” ungkapnya. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini turut berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan pesantren.

Selain itu, Dr. Cecep menekankan bahwa masa depan santri tidak hanya berhenti di lingkungan pesantren. Para santri diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk di Institut Binamadani Indonesia yang dinilainya memiliki kemitraan yang kuat dengan berbagai pondok pesantren. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa menjadi santri bukan berarti memiliki akses pendidikan yang terbatas. Terlebih, Institut Binamadani Indonesia bersama Kementerian Agama Kota Tangerang saat ini tengah menjalin kerja sama dalam program bantuan beasiswa subsidi, sehingga semakin membuka peluang bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia pesantren di masa mendatang.

Hafiz

Berita Populer

  • Juli 8, 2026
  • Juli 8, 2026
  • Juli 7, 2026
  • Juli 7, 2026
  • Juli 4, 2026
  • Juli 3, 2026
Verified by MonsterInsights