• Februari 19, 2026
  • 3 minutes Read
Siaran Pers!Tim Kuasa Hukum Tergugat Minta PN Tangerang Keluarkan Putusan Sela Terkait Pendidikan Anak.

sumber1news

Tangerang.- Tim kuasa hukum Alpriado Osmond selaku tergugat dalam perkara perceraian dan sengketa hak asuh anak menyampaikan siaran pers usai persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang,Kamis(19/2/2026).

Perkara perdata tersebut terdaftar dengan nomor 26/Pdt.G/2026/PN Tng, dengan Dian Christina Silalahi sebagai penggugat dan Alpriado Osmond sebagai tergugat. Objek sengketa utama dalam perkara ini adalah gugatan perceraian dan hak asuh atas anak mereka yang masih berusia 6 tahun.

Dalam pernyataan resminya, tim kuasa hukum tergugat mendesak majelis hakim agar mengeluarkan putusan sela yang memerintahkan anak kembali bersekolah.
Kuasa hukum tergugat, Ojahan Erikson Pakpahan, SH, menyatakan bahwa anak disebut telah tidak mengikuti kegiatan belajar formal di SDK Penabur Kota Modern Tangerang selama lebih dari 60 hari sejak Januari 2026. Selain itu, sejumlah kegiatan pengembangan diri juga disebut terhenti.

“Fokus utama kami bukan sekadar perkara perceraian, melainkan memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi. Kami meminta majelis hakim mempertimbangkan putusan sela demi kepentingan terbaik anak,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Klarifikasi Status Hukum Tergugat
Tim kuasa hukum juga menanggapi dalil gugatan yang menyebut status hukum tergugat sebagai narapidana. Menurut mereka, kliennya dijatuhi pidana percobaan sehingga secara hukum tetap memiliki hak dan kewajiban sebagai orang tua.

Pernyataan tersebut disampaikan Ojahan Pakpahan, SH., yang menegaskan bahwa status pidana percobaan berbeda secara yuridis dengan narapidana yang menjalani hukuman penjara.
Dugaan Intervensi dan Laporan ke Sejumlah Lembaga
Dalam siaran pers itu, tim kuasa hukum turut menyinggung dugaan keterlibatan pihak ketiga yang disebut sebagai aparat penegak hukum dan merupakan keluarga penggugat.

Mereka menyatakan telah menyampaikan laporan ke sejumlah lembaga, antara lain Kejaksaan Agung Republik Indonesia melalui JAMWAS, Kementerian PPPA, KPAI, serta LPAI.
Kuasa hukum menyatakan langkah tersebut ditempuh guna memastikan proses hukum berjalan tanpa intimidasi maupun intervensi jabatan.

Dalam resume perkara yang disampaikan kepada media, tim kuasa hukum memaparkan kronologi yang menurut mereka menunjukkan adanya rangkaian peristiwa sebelum gugatan didaftarkan. Di antaranya dugaan pengosongan rumah pada 9 Desember 2025 dan pengambilan anak dari sekolah pada 11 Desember 2025.

Selain itu, mereka juga menyebut adanya laporan dugaan tindak kekerasan terhadap seorang asisten rumah tangga saat peristiwa di sekolah tersebut yang saat ini masih dalam penanganan Polres Metro Tangerang Kota. Namun hingga kini belum terdapat putusan pengadilan yang menyatakan kebenaran atas tudingan tersebut.

Pihak tergugat menyatakan telah menunjuk kuasa hukum dari Law Firm Ojahan, Kardi & Partners untuk mengajukan eksepsi dan rekonvensi dalam perkara ini. Mereka juga mengaku telah mengirimkan surat atensi kepada majelis hakim agar mempertimbangkan kondisi pendidikan anak dalam proses persidangan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak penggugat belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tim kuasa hukum tergugat. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh keterangan berimbang dari kedua belah pihak.

Sidang perkara ini dijadwalkan kembali pekan depan dengan agenda mediasi sesuai prosedur peradilan perdata.

Red

  • Februari 19, 2026
  • 2 minutes Read
AKP Prapto Lasono Resmi Jabat Kapolsek Pakuhaji, Gantikan AKP Rokhmatulloh dalam Sertijab Penuh Kebersamaan

Sumber1News
TANGERANG – Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolsek Pakuhaji dari AKP Rokhmatulloh, S.H., M.H. kepada AKP Prapto Lasono, S.H., M.H., berlangsung khidmat di Gedung Serba Guna (GSG) Kantor Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa (17/2/2026) malam.


AKP Prapto Lasono yang sebelumnya menjabat sebagai Kasie Humas Polres Metro Tangerang Kota, kini resmi mengemban amanah sebagai Kapolsek Pakuhaji. Bagi dirinya, wilayah Pakuhaji bukanlah tempat yang asing, karena sebelumnya pernah bertugas sebagai Kanit Reskrim Polsek Pakuhaji.

Dalam sambutannya, AKP Prapto Lasono menyampaikan harapannya untuk kembali diterima oleh masyarakat serta seluruh elemen pemerintahan di Kecamatan Pakuhaji.

“Saya berharap dapat diterima kembali oleh masyarakat Kecamatan Pakuhaji untuk mengabdi sebagai Kapolsek. Sebelumnya saya pernah menjabat sebagai Kanit Reskrim di sini. Semoga saya dapat menjalankan amanah pimpinan dengan sebaik-baiknya dan terus menjaga sinergitas yang sudah terbangun,” ujarnya.

Sementara itu, AKP Rokhmatulloh yang kini mendapat tugas baru di Polsek Kelapa Dua, Kota Tangerang, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran serta elemen masyarakat yang telah mendukung selama masa kepemimpinannya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polsek Pakuhaji, Forkopimcam Pakuhaji, Ketua APDESI H. Mulyadi, para kepala desa seperti Ropiudin dan Kultubi, Koramil Sepatan, MUI, BPD, Karang Taruna, para pemangku desa, Jaro, RW, RT, serta seluruh elemen masyarakat, ormas dan LSM yang telah bersinergi menjaga kondusifitas wilayah,” ungkapnya.

Camat Pakuhaji, M. Supriyatna, S.Sos., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa rotasi jabatan di lingkungan kepolisian merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan pengembangan karier.

“Selama saya menjabat, sudah empat kali pergantian Kapolsek. Saya yakin itu merupakan amanat pimpinan dan bagian dari jenjang karier untuk menjadi lebih baik ke depan,” tuturnya.

Acara pisah sambut tersebut turut dihadiri Ketua MUI Kecamatan Pakuhaji, tokoh masyarakat, tokoh ulama, pimpinan ormas dan LSM, serta berbagai elemen masyarakat Kecamatan Pakuhaji. Kehadiran para undangan menunjukkan komitmen bersama untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan sinergitas antara aparat kepolisian dan masyarakat di wilayah Pakuhaji.

Dengan kepemimpinan baru, diharapkan Polsek Pakuhaji semakin solid dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Tangerang.

Red – rn

  • Februari 18, 2026
  • 2 minutes Read
Taksi Blue Bird Potong Jalur dan Rem Mendadak di Tol Bandara, Pengendara Mengaku Terancam

sumber1news

KOTA TANGERANG — Sebuah taksi Blue Bird bernomor polisi B 1725 SLF dengan nomor pintu 8725 jenis BYD diduga berkendara secara ugal-ugalan di ruas tol arah Bandara Soekarno-Hatta, Rabu malam (18/2/2026) sekitar pukul 23.10 WIB.

Insiden itu dialami Hendra, pengemudi mobil Toyota Calya merah yang saat itu tengah melaju dari arah Pluit menuju Bandara bersama keluarganya.

Menurut keterangan Hendra, posisi kendaraannya berada di lajur kanan dan berada tepat di depan sebuah truk.

Di belakang mobilnya, taksi tersebut terus-menerus menyalakan lampu jauh (ngedim) seolah meminta jalan, padahal kondisi lalu lintas saat itu tidak memungkinkan untuk berpindah lajur secara mendadak.

“Posisi saya di kanan karena ada truk di sebelah kiri. Tiba-tiba taksi itu dari belakang ngedim terus, lalu ambil kiri dan langsung memotong ke depan mobil saya,” ujar Hendra.

Tak hanya memotong secara tiba-tiba, taksi tersebut juga disebut langsung melakukan pengereman mendadak setelah berada di depan kendaraan Hendra. Aksi itu membuat Hendra terpaksa menginjak rem secara spontan untuk menghindari tabrakan.

Hendra menilai tindakan pengemudi taksi tersebut seperti bentuk provokasi di jalan tol yang sangat membahayakan keselamatan dirinya dan keluarga.
“Kalau saya tidak sigap, bisa saja terjadi kecelakaan. Ini bukan hanya soal mendahului, tapi cara berkendaranya sangat berisiko,” tambahnya.

Beruntung tidak terjadi benturan dalam peristiwa tersebut. Namun Hendra berharap pihak perusahaan taksi dapat menindaklanjuti kejadian ini agar tidak terulang dan membahayakan pengguna jalan lainnya, terutama di ruas tol yang memiliki kecepatan tinggi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa etika dan keselamatan berkendara di jalan tol merupakan tanggung jawab bersama, terlebih bagi pengemudi transportasi umum yang membawa nama perusahaan dan kepercayaan publik.

Red

  • Februari 18, 2026
  • 2 minutes Read
Rayakan HUT Kota Tangerang ke-33, PEKAT Gelar Turnamen Futsal Pelajar “Last Week Student Spectacular”

sumber1news

​TANGERANG, – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tangerang ke-33, Organisasi Pemuda Kota Tangerang (PEKAT) sukses menyelenggarakan turnamen futsal pelajar bergengsi bertajuk “Last Week Futsal Student Spectacular”. Kejuaraan yang berlangsung pada 16-17 Februari 2026 di GOR Nambo ini menjadi panggung unjuk bakat terbesar bagi atlet pelajar tingkat menengah se-Kota Tangerang.

​Turnamen ini bukan sekadar kompetisi fisik di atas lapangan, melainkan manifestasi nyata dari semangat kolaborasi dan sportivitas generasi muda. Di tengah euforia perayaan kota, PEKAT menginisiasi wadah ini guna mengarahkan energi positif pelajar ke dalam prestasi olahraga yang suportif dan kompetitif.

​Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, H. Kaunang, serta Ketua Asosiasi Futsal Kota (AFKOT) Tangerang, Heri. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menegaskan dukungan penuh pemerintah dan federasi terhadap pengembangan atlet muda di wilayah Tangerang.

​Ketua Pelaksana sekaligus Ketua PEKAT, Syamsul (yang akrab disapa Langit), menegaskan bahwa turnamen ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan olahraga kota.

​”Kami ingin menjadikan HUT Kota Tangerang tahun ini sebagai momentum bagi pemuda untuk bersinar. Melalui Last Week Futsal Student Spectacular, kami berharap lahir bibit-bibit atlet profesional yang kelak mampu mengharumkan nama kota di kancah nasional,” ujar Syamsul.

​Highlight Utama Acara:

​Ajang Prestasi Pelajar: Diikuti oleh puluhan tim sekolah unggulan dari berbagai kecamatan di Kota Tangerang, menciptakan persaingan tingkat tinggi yang sehat.

​Sinergi HUT Kota: Menjadi agenda resmi kepemudaan dalam rangkaian perayaan usia Kota Tangerang yang ke-33.

​Pengembangan Karakter: Menitikberatkan pada nilai disiplin, kerja sama tim (teamwork), dan sportivitas sebagai fondasi karakter pelajar.

​Penyelenggaraan yang berlangsung di GOR Nambo ini terbukti menjadi magnet bagi masyarakat, khususnya komunitas pelajar, untuk berkumpul dan merayakan identitas Kota Tangerang melalui aktivitas yang sehat dan produktif.

Red

  • Februari 17, 2026
  • 1 minute Read
Keluarga Besar Willyanto Lim Gelar Perayaan Imlek, Tukar Angpao dan Atraksi Barongsai Meriah

sumber1news

Jakarta Utara

Perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung hangat dan penuh kebersamaan di kediaman keluarga besar Willyanto Lim dan Lili Indrawati, yang berlokasi di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Acara keluarga ini menjadi momen silaturahmi sekaligus tradisi tahunan yang dinantikan.

Sejak sore hari, anggota keluarga dari berbagai wilayah mulai berdatangan untuk berkumpul dan merayakan Imlek bersama. Suasana kekeluargaan terasa kental dengan rangkaian kegiatan ramah tamah dan tradisi tukar angpao sebagai simbol berbagi rezeki dan doa keberuntungan.

Puncak acara digelar pada pukul 17.00 WIB dengan pertunjukan barongsai yang menambah semarak perayaan. Atraksi tersebut menarik perhatian para tamu undangan dan warga sekitar, menghadirkan nuansa budaya Tionghoa yang khas dan penuh warna.

Melalui perayaan ini, keluarga besar berharap nilai kebersamaan, persaudaraan, dan keberuntungan di tahun baru dapat terus terjaga serta membawa berkah bagi seluruh anggota keluarga.

Red

  • Februari 17, 2026
  • 5 minutes Read
Back to Back Tanpa Jeda: Boen Tek Bio Rayakan Imlek Jadi Panggung Manajemen Tradisi Modern

TANGERANG, sumber1news.com
Dentum tambur bertalu memecah langit malam, simbal beradu dalam ritme repetitif yang terukur, sementara kepala naga hijau dan tubuh merah keemasannya meliuk dengan presisi nyaris matematis. Di halaman Vihara Boen Tek Bio, pada Senin malam (16/2/2026), Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili menjelma lebih dari sekadar seremoni tahunan. Ia tampil sebagai artikulasi identitas yang ditata melalui pendekatan manajerial modern.

Di tengah gegap gempita tambur dan gemerincing simbal yang memecah udara Kota Tangerang, Vihara Boen Tek Bio menampilkan lebih dari sekadar pertunjukan budaya. Kelenteng tertua di Tangerang ini menghadirkan sebuah praktik manajemen tradisi yang terstruktur, modern, dan terukur sebuah model pengelolaan kultural yang menempatkan tata kelola sebagai fondasi keberlanjutan identitas, atraksi barongsai dan liong sebagai klimaks perayaan. Namun, di balik koreografi dinamis dan energi kolektif yang mengalir deras, terselip konsep yang tak lazim dalam lanskap kebudayaan STNHB BTB Performance.

Ketua Boen Tek Bio, Ruby Santamoko, S.Ag., M.MPd., menjelaskan bahwa STNHB merupakan akronim dari Sanggar Tari dan Naga Hong Boen Tek Bio. Ia menegaskan, entitas tersebut tidak semata wadah seni pertunjukan, melainkan model tata kelola organisasi berbasis sistem.

“BTB atau back to back kami terapkan sebagai filosofi kerja berurutan tanpa jeda. Seluruh agenda tersusun sistematis, mulai dari pengelolaan kas (cash management), koordinasi data, hingga eksekusi teknis pertunjukan,” ujarnya kepada wartawan.

Pendekatan ini mengadaptasi prinsip disiplin finansial dan sinkronisasi data yang lazim dalam tata kelola korporasi. Dalam konteks perayaan, sistem tersebut memastikan setiap tahapan—logistik, keamanan, hingga jadwal tampil berjalan presisi tanpa tumpang tindih.

Secara struktural, model ini merefleksikan transformasi lembaga keagamaan menjadi organisasi tata kelola modern. Transparansi anggaran, pembagian tugas berjenjang, serta standar operasional yang terdokumentasi menunjukkan bahwa tradisi tidak identik dengan spontanitas, melainkan dapat disangga oleh rasionalitas administratif.

Ruby menegaskan bahwa keberlanjutan tradisi di Vihara Boen Tek Bio tidak dapat dilepaskan dari tata kelola yang terstruktur dan visioner. Menurutnya, manajemen di tubuh komunitas bukan sekadar perangkat administratif, melainkan fondasi kultural yang menopang eksistensi tradisi di tengah perubahan zaman.

“Manajemen bagi kami bukan hanya soal teknis mengatur jadwal atau membagi peran. Ini adalah infrastruktur kultural. Tradisi tidak cukup dirayakan, ia harus dikelola secara sistematis agar tetap hidup dan relevan,” jelas Ruby di sela perayaan.

Dominasi pemain muda dalam tubuh STNHB menjadi indikator penting keberlanjutan budaya. Anak-anak dan remaja tampil memegang peran sentral dalam atraksi liong dan barongsai. Regenerasi berlangsung bukan melalui transmisi verbal semata, melainkan praktik koreografis yang sistematis dan terkurasi.

Menurut Ruby, setiap aspek pertunjukan—mulai dari pengelolaan sumber daya manusia, kurasi atraksi liong dan barongsai, hingga pembinaan generasi muda disusun melalui perencanaan matang, disiplin latihan berjenjang, dan evaluasi berkala. Pendekatan tersebut, kata dia, menjadi kunci agar nilai-nilai warisan leluhur tidak tereduksi menjadi seremoni simbolik semata.

“Regenerasi tidak terjadi secara otomatis. Ia harus dirancang. Anak-anak dan remaja kami libatkan sebagai aktor utama, bukan sekadar pelengkap. Di situlah keberlanjutan dibangun,” ungkapnya.
Pernyataan itu menegaskan satu hal di Boen Tek Bio, pelestarian budaya tidak berdiri di atas romantisme masa lalu, melainkan di atas sistem yang dikelola secara sadar, profesional, dan berorientasi jangka panjang.

Lebih jauh, Ruby menambahkan bahwa manajemen di tubuh komunitas bukanlah sekadar perangkat teknis administratif, melainkan infrastruktur kultural. Dalam kerangka itu, pengelolaan sumber daya manusia, kurasi pertunjukan, hingga pembagian peran dalam atraksi liong dan barongsai disusun melalui perencanaan sistematis, disiplin latihan yang berjenjang, serta evaluasi berkala.

“Tradisi ini tidak hanya dirayakan, ia harus dikelola,” tutupnya, dalam perbincangan di sela perayaan.

Pernyataan tersebut mencerminkan pergeseran paradigma, pelestarian budaya tidak lagi dipahami sebagai reproduksi ritual yang statis, melainkan sebagai proses dinamis yang menuntut profesionalisme. Dalam konteks ini, manajemen menjadi medium yang menjembatani nilai-nilai warisan leluhur dengan tuntutan zaman.

Dominasi pemain muda dalam tubuh Sekolah Tari Naga dan Barongsai Ho Bio (STNHB) menjadi indikator paling kasat mata dari strategi keberlanjutan tersebut. Anak-anak dan remaja bukan sekadar pelengkap seremoni, melainkan aktor utama yang memegang peran sentral dalam koreografi liong dan barongsai.

Transmisi pengetahuan tidak berhenti pada narasi lisan tentang sejarah dan filosofi, tetapi diwujudkan dalam praktik koreografis yang sistematis dan terkurasi. Setiap gerakan, lompatan, hingga sinkronisasi ritme ditransformasikan menjadi ruang pedagogis—tempat disiplin, kerja kolektif, dan kesadaran identitas ditanamkan sejak dini.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi bertahan melalui adaptasi. Koreografi yang lebih sinkron, formasi yang presisi, serta dramaturgi pertunjukan yang terkonsep menandakan internalisasi nilai profesionalisme ke dalam praktik ritual.
Tradisi, dalam konteks ini, tidak diperlakukan sebagai artefak statis, melainkan sebagai praktik sosial yang terus dinegosiasikan sesuai tuntutan zaman.

Dari abad ke-17, Boen Tek Bio memegang posisi historis signifikan dalam perkembangan komunitas Tionghoa di Tangerang. Kini, fungsinya berkelindan antara ruang spiritual dan ruang publik kebudayaan. Tahun Baru Imlek kali ini lebih terbuka bagi masyarakat lintas latar belakang untuk memperlihatkan Kelenteng tidak lagi sekadar ruang ibadah eksklusif, melainkan arena interaksi sosial.

Transformasi ini memperlihatkan bagaimana situs religius dapat berperan sebagai episentrum kohesi sosial, terutama dalam konteks masyarakat urban yang plural. Atraksi Tari Naga menjadi titik kulminasi malam itu. Dalam kosmologi Tionghoa, naga melambangkan vitalitas, harapan, dan pembaruan.

Gerakan dinamis yang berpadu dengan rampak tambur menciptakan lanskap bunyi dan visual yang menggugah kesadaran historis sekaligus emosional. Setiap liukan naga yang dimainkan secara back to back tanpa jeda menjadi metafora kesinambungan. Tradisi bergerak maju, tidak tercerabut dari akar, namun diselaraskan dengan dinamika kota yang terus bertransformasi.

Perayaan ini menjadi afirmasi identitas sekaligus penguatan solidaritas sosial untuk menunjukkan bahwa modernitas tidak harus menjadi ancaman bagi tradisi.

Keduanya dapat bersintesis melalui tata kelola yang adaptif dan kesadaran historis yang kuat serta menunjukan perannya sebagai jangkar kebudayaan ruang di mana identitas dirawat, dirayakan, dan ditata dengan presisi zaman.

Red

  • Februari 16, 2026
  • 3 minutes Read
RAJA INDRA KETUA UMUM AJBI MINTA DTRB KABUPATEN TANGERANG TRANSPARAN SOAL PROYEK BANGUNAN GSG

sumber1news

Kabupaten Tangerang — Pembangunan sejumlah Gedung Serba Guna (GSG) di wilayah Kabupaten Tangerang yang bersumber dari Anggaran Tahun 2025 menjadi sorotan publik pada Februari 2026. Proyek yang berada di bawah pengelolaan Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) tersebut menuai perhatian karena munculnya dugaan penyimpangan serta dinilai kurang transparan dalam pelaksanaannya.

Sejumlah elemen masyarakat dan pemerhati kebijakan publik menilai keterbukaan informasi terkait progres fisik, nilai kontrak, pelaksana kegiatan, serta spesifikasi pekerjaan perlu disampaikan secara lebih rinci kepada publik untuk mencegah munculnya spekulasi.

Beberapa proyek GSG di wilayah Tangerang Raya sendiri dilaporkan memiliki progres berbeda-beda. Di antaranya pembangunan GSG tingkat kecamatan di wilayah Pamulang, Kota Tangerang Selatan, yang dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen pada akhir 2025 dan memasuki tahap finishing serta penambahan fasilitas. Di sisi lain, terdapat pula usulan pembangunan GSG baru di beberapa kecamatan Kabupaten Tangerang untuk memenuhi kebutuhan kegiatan masyarakat. Selain itu, satu GSG di wilayah Desa Bantar Panjang, Tigaraksa, telah diresmikan pada Januari 2026.

Namun demikian, perhatian publik mengarah pada proyek GSG yang dikelola DTRB Kabupaten Tangerang, menyusul beredarnya isu dugaan ketidaksesuaian perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan. Hingga kini, isu tersebut masih bersifat dugaan dan memerlukan klarifikasi resmi dari pihak terkait.

Seorang pemerhati hukum pidana, Rahmat Hidayat, SH, menjelaskan bahwa setiap proyek yang menggunakan APBD wajib mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.

Ia menambahkan, apabila dalam proses pengusutan ditemukan unsur mark up, kolusi, atau penyalahgunaan kewenangan yang merugikan keuangan negara, maka pihak yang terlibat — baik penyelenggara negara maupun pelaksana — dapat dijerat ketentuan pidana dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

“Namun semua itu harus dibuktikan melalui proses audit dan penegakan hukum. Asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Jurnalis Bersatu Indonesia (AJBI), Raja Indra, turut angkat bicara terkait isu yang berkembang. Ia menilai keterbukaan informasi dari dinas teknis sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Menurutnya, proyek yang bersumber dari anggaran masyarakat harus dikelola secara transparan dan akuntabel agar tidak memunculkan kecurigaan.

“Keterbukaan data progres, anggaran, dan pelaksana proyek penting disampaikan agar publik tidak membangun asumsi negatif. Informasi harus berbasis fakta dan dapat diuji,” ujarnya.

AJBI, lanjutnya, akan melakukan penelusuran dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk dinas teknis dan pelaksana proyek, guna memastikan informasi yang disampaikan ke publik tetap berimbang dan terverifikasi.

Ia juga menyebut pihaknya akan mendorong pengawasan oleh lembaga berwenang seperti Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Pemeriksa Keuangan, kejaksaan, dan kepolisian apabila ditemukan indikasi yang perlu ditindaklanjuti secara hukum.

Sampai berita ini disusun, pihak DTRB Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait detail tudingan dugaan penyimpangan tersebut. Redaksi masih berupaya meminta klarifikasi guna memenuhi asas keberimbangan informasi.

AJBI menegaskan bahwa peliputan dan pelaporan akan terus dilakukan secara profesional dengan mengedepankan verifikasi data, konfirmasi narasumber, serta prinsip praduga tak bersalah agar tidak merugikan pihak mana pun.
Tim –  red

  • Februari 16, 2026
  • 2 minutes Read
Kebijakan Jumat Bebas Kendaraan Pemkot Tangerang Picu Polemik, Parkir Liar di Kawasan Puspem Disorot

sumber1news

Tangerang — Kebijakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang setiap hari Jumat menuai polemik dan kritik dari masyarakat. Aturan yang bertujuan mengurangi polusi dan kemacetan itu justru dinilai menimbulkan persoalan baru di lapangan, terutama terkait parkir liar di sekitar kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem).

Kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Tangerang melalui Peraturan Wali Kota Nomor 1025 Tahun 2025 tersebut mewajibkan seluruh pegawai, baik ASN, PHL, maupun tenaga honorer, tidak membawa kendaraan pribadi setiap hari Jumat. Pegawai dianjurkan menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki sebagai bagian dari upaya menekan polusi udara dan kemacetan lalu lintas.

Aturan yang mulai diberlakukan sejak Oktober 2025 itu juga mendorong penggunaan angkutan massal seperti Bus Tayo dan Si Benteng, sekaligus mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan di kalangan aparatur pemerintah.

Namun berdasarkan pantauan di lapangan, masih banyak pegawai yang diduga tetap membawa kendaraan pribadi ke area perkantoran. Karena tidak dapat masuk ke area parkir utama, kendaraan diparkirkan di bahu jalan dan lokasi sekitar kawasan Puspem. Kondisi ini membuat ruas jalan menyempit, tampak semrawut, dan memicu kemacetan pada jam masuk kerja.

Masyarakat pengguna jalan menilai kebijakan tersebut tidak berjalan efektif karena tidak dibarengi pengawasan dan sanksi tegas bagi pelanggar. Situasi parkir liar justru dianggap menjadi masalah klasik baru setiap hari Jumat.

  • Februari 16, 2026
  • 1 minute Read
Kapolsek Benteng Bersama Staf dan Bhayangkari Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2026

sumber1news

Tangerang, 16 Februari 2026 — Jajaran Polsek Benteng di bawah naungan Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2026 kepada seluruh masyarakat yang merayakan.

Kapolsek Benteng, Kompol Suyatno, SH, beserta staf dan Bhayangkari mengucapkan: “Gong Xi Fa Cai.” Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian, toleransi, dan kebersamaan antarumat beragama di wilayah hukum Polsek Benteng.

Dalam pesannya, jajaran Polsek Benteng berharap perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini membawa kesehatan, kelancaran, kedamaian, dan kesuksesan bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kota Tangerang.

Momentum Imlek juga diharapkan semakin mempererat persatuan serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Red – Iwan Belo

  • Februari 15, 2026
  • 2 minutes Read
*KKI BANTEN GELAR LATIHAN BERSAMA JELANG BULAN RAMADHAN DI DOJO VITALAYA TANGERANG SELATAN*

sumber1news

TANGERANG RAYA-Kushinryu M Karate-Do Indonesia (KKI) Provinsi Banten menggelar latihan bersama (Latber) di Dojo Pusat (Vitalaya Sport Hall-Pamulang) Ahad, 15/2/2026) dalam rangka penyegaran teknik Kushin dan salah satu program kerja organisasi tahun 2026.
Latber tersebut guna menyeragamkan gerakan atau jurus karate sebagai langkah yang berkelanjutan selaras dengan ke- bututuhan jasmani dan silaturahami sesama karateka.

Ketua Umum Pengprov KKI Banten, Ir. H. Sukri Manja Palanrai, M.M.Kes. mengatakan, latber ini difokuskan
pada peran karateka dalam eksistensi Pengprov KKI Banten agar semakin berprestasi dan berkontribusi nyata bidang Olahraga beladiri karate untuk SDM kita.

Dalam Latber pengurus sepakat bahwa peningkatan kualitas karateka dan peran organisasi menjadi proritas utama.

“Sejumlah program kerja sudah dilaksanakan diantaranya agenda rutin Ujian Kyu dan berpartisipasi aktif mengikuti turnamen resmi maupun kejuaraan open yang ditujukan bagi para Atlet binaan KKI Banten,” katanya.

Sukri menambahkan, selain kegiatan peningkatan kualitas atlet Pengprov KKI Banten juga menaruh perhatian pada permasalahan yang kerap dihadapi di lapangan, Khususnya kordinasi lapangan saat menghadapi Kejuaraan dan Gasshuku/Ujian Kyu. Jajaran Dewan Guru dan Sabuk Hitam KKI Banten agar dapat turut berperan aktif memberikan masukan, solusi serta pendampingan teknis dan non teknis terhadap berbagai persoalan lapangan.

“Melalui latber dan silaturahami, kami berkomitmen untuk menjadi organisasi Olahraga yang tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi pengembagan prestasi atlet Karate (KKI),” tegasnya.

Ketua Dewan Guru KKI Banten Ir. Michael Oryoin menyambut baik arahan Ketua Pengprov KKI Banten menekankan pentingnya sebuah rutinitas latihan yang berkelanjutan demi meraih Prestasi.
“Semoga latihan seperti ini terus digelorakan dan setiap Dojo harus siap menjadi penggerak mencetak atlet berprestasi,” jelas Michael.

Turut hadir Ketua KKI Kota Tangerang Andre A Piri, S.H., M.H. dengan 10 orang Karateka binaannya Dojo Sitanala mengikuti Latber dengan penuh semangat.
“anak2 binaan Dojo Sitanala Kota Tangerang merasa bangga dan senang mengikuti Latihan bErsama, krn merasa tambahan teknik dan taktik semakin bervarian,” ujar senpai Andre.

Peserta Latber KKI Banten ini di ikuti 4 Kab/Kota antara lain KKI Kab Lebak binaan Sensei Ardiansyah, Kab. Tangerang langsung dipimpin Ketua Dewan Guru KKI Banten Sensei Micahel Oryoin, Kota Tangerang senpai Andre dan Kota Tangsel Sensei Marwanto.

Red

Berita Populer

  • Februari 19, 2026
  • Februari 19, 2026
  • Februari 18, 2026
  • Februari 18, 2026
  • Februari 17, 2026
  • Februari 17, 2026
Verified by MonsterInsights