• Februari 17, 2026
  • 1 minute Read
Keluarga Besar Willyanto Lim Gelar Perayaan Imlek, Tukar Angpao dan Atraksi Barongsai Meriah

sumber1news

Jakarta Utara

Perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung hangat dan penuh kebersamaan di kediaman keluarga besar Willyanto Lim dan Lili Indrawati, yang berlokasi di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Acara keluarga ini menjadi momen silaturahmi sekaligus tradisi tahunan yang dinantikan.

Sejak sore hari, anggota keluarga dari berbagai wilayah mulai berdatangan untuk berkumpul dan merayakan Imlek bersama. Suasana kekeluargaan terasa kental dengan rangkaian kegiatan ramah tamah dan tradisi tukar angpao sebagai simbol berbagi rezeki dan doa keberuntungan.

Puncak acara digelar pada pukul 17.00 WIB dengan pertunjukan barongsai yang menambah semarak perayaan. Atraksi tersebut menarik perhatian para tamu undangan dan warga sekitar, menghadirkan nuansa budaya Tionghoa yang khas dan penuh warna.

Melalui perayaan ini, keluarga besar berharap nilai kebersamaan, persaudaraan, dan keberuntungan di tahun baru dapat terus terjaga serta membawa berkah bagi seluruh anggota keluarga.

Red

  • Februari 17, 2026
  • 5 minutes Read
Back to Back Tanpa Jeda: Boen Tek Bio Rayakan Imlek Jadi Panggung Manajemen Tradisi Modern

TANGERANG, sumber1news.com
Dentum tambur bertalu memecah langit malam, simbal beradu dalam ritme repetitif yang terukur, sementara kepala naga hijau dan tubuh merah keemasannya meliuk dengan presisi nyaris matematis. Di halaman Vihara Boen Tek Bio, pada Senin malam (16/2/2026), Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili menjelma lebih dari sekadar seremoni tahunan. Ia tampil sebagai artikulasi identitas yang ditata melalui pendekatan manajerial modern.

Di tengah gegap gempita tambur dan gemerincing simbal yang memecah udara Kota Tangerang, Vihara Boen Tek Bio menampilkan lebih dari sekadar pertunjukan budaya. Kelenteng tertua di Tangerang ini menghadirkan sebuah praktik manajemen tradisi yang terstruktur, modern, dan terukur sebuah model pengelolaan kultural yang menempatkan tata kelola sebagai fondasi keberlanjutan identitas, atraksi barongsai dan liong sebagai klimaks perayaan. Namun, di balik koreografi dinamis dan energi kolektif yang mengalir deras, terselip konsep yang tak lazim dalam lanskap kebudayaan STNHB BTB Performance.

Ketua Boen Tek Bio, Ruby Santamoko, S.Ag., M.MPd., menjelaskan bahwa STNHB merupakan akronim dari Sanggar Tari dan Naga Hong Boen Tek Bio. Ia menegaskan, entitas tersebut tidak semata wadah seni pertunjukan, melainkan model tata kelola organisasi berbasis sistem.

“BTB atau back to back kami terapkan sebagai filosofi kerja berurutan tanpa jeda. Seluruh agenda tersusun sistematis, mulai dari pengelolaan kas (cash management), koordinasi data, hingga eksekusi teknis pertunjukan,” ujarnya kepada wartawan.

Pendekatan ini mengadaptasi prinsip disiplin finansial dan sinkronisasi data yang lazim dalam tata kelola korporasi. Dalam konteks perayaan, sistem tersebut memastikan setiap tahapan—logistik, keamanan, hingga jadwal tampil berjalan presisi tanpa tumpang tindih.

Secara struktural, model ini merefleksikan transformasi lembaga keagamaan menjadi organisasi tata kelola modern. Transparansi anggaran, pembagian tugas berjenjang, serta standar operasional yang terdokumentasi menunjukkan bahwa tradisi tidak identik dengan spontanitas, melainkan dapat disangga oleh rasionalitas administratif.

Ruby menegaskan bahwa keberlanjutan tradisi di Vihara Boen Tek Bio tidak dapat dilepaskan dari tata kelola yang terstruktur dan visioner. Menurutnya, manajemen di tubuh komunitas bukan sekadar perangkat administratif, melainkan fondasi kultural yang menopang eksistensi tradisi di tengah perubahan zaman.

“Manajemen bagi kami bukan hanya soal teknis mengatur jadwal atau membagi peran. Ini adalah infrastruktur kultural. Tradisi tidak cukup dirayakan, ia harus dikelola secara sistematis agar tetap hidup dan relevan,” jelas Ruby di sela perayaan.

Dominasi pemain muda dalam tubuh STNHB menjadi indikator penting keberlanjutan budaya. Anak-anak dan remaja tampil memegang peran sentral dalam atraksi liong dan barongsai. Regenerasi berlangsung bukan melalui transmisi verbal semata, melainkan praktik koreografis yang sistematis dan terkurasi.

Menurut Ruby, setiap aspek pertunjukan—mulai dari pengelolaan sumber daya manusia, kurasi atraksi liong dan barongsai, hingga pembinaan generasi muda disusun melalui perencanaan matang, disiplin latihan berjenjang, dan evaluasi berkala. Pendekatan tersebut, kata dia, menjadi kunci agar nilai-nilai warisan leluhur tidak tereduksi menjadi seremoni simbolik semata.

“Regenerasi tidak terjadi secara otomatis. Ia harus dirancang. Anak-anak dan remaja kami libatkan sebagai aktor utama, bukan sekadar pelengkap. Di situlah keberlanjutan dibangun,” ungkapnya.
Pernyataan itu menegaskan satu hal di Boen Tek Bio, pelestarian budaya tidak berdiri di atas romantisme masa lalu, melainkan di atas sistem yang dikelola secara sadar, profesional, dan berorientasi jangka panjang.

Lebih jauh, Ruby menambahkan bahwa manajemen di tubuh komunitas bukanlah sekadar perangkat teknis administratif, melainkan infrastruktur kultural. Dalam kerangka itu, pengelolaan sumber daya manusia, kurasi pertunjukan, hingga pembagian peran dalam atraksi liong dan barongsai disusun melalui perencanaan sistematis, disiplin latihan yang berjenjang, serta evaluasi berkala.

“Tradisi ini tidak hanya dirayakan, ia harus dikelola,” tutupnya, dalam perbincangan di sela perayaan.

Pernyataan tersebut mencerminkan pergeseran paradigma, pelestarian budaya tidak lagi dipahami sebagai reproduksi ritual yang statis, melainkan sebagai proses dinamis yang menuntut profesionalisme. Dalam konteks ini, manajemen menjadi medium yang menjembatani nilai-nilai warisan leluhur dengan tuntutan zaman.

Dominasi pemain muda dalam tubuh Sekolah Tari Naga dan Barongsai Ho Bio (STNHB) menjadi indikator paling kasat mata dari strategi keberlanjutan tersebut. Anak-anak dan remaja bukan sekadar pelengkap seremoni, melainkan aktor utama yang memegang peran sentral dalam koreografi liong dan barongsai.

Transmisi pengetahuan tidak berhenti pada narasi lisan tentang sejarah dan filosofi, tetapi diwujudkan dalam praktik koreografis yang sistematis dan terkurasi. Setiap gerakan, lompatan, hingga sinkronisasi ritme ditransformasikan menjadi ruang pedagogis—tempat disiplin, kerja kolektif, dan kesadaran identitas ditanamkan sejak dini.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi bertahan melalui adaptasi. Koreografi yang lebih sinkron, formasi yang presisi, serta dramaturgi pertunjukan yang terkonsep menandakan internalisasi nilai profesionalisme ke dalam praktik ritual.
Tradisi, dalam konteks ini, tidak diperlakukan sebagai artefak statis, melainkan sebagai praktik sosial yang terus dinegosiasikan sesuai tuntutan zaman.

Dari abad ke-17, Boen Tek Bio memegang posisi historis signifikan dalam perkembangan komunitas Tionghoa di Tangerang. Kini, fungsinya berkelindan antara ruang spiritual dan ruang publik kebudayaan. Tahun Baru Imlek kali ini lebih terbuka bagi masyarakat lintas latar belakang untuk memperlihatkan Kelenteng tidak lagi sekadar ruang ibadah eksklusif, melainkan arena interaksi sosial.

Transformasi ini memperlihatkan bagaimana situs religius dapat berperan sebagai episentrum kohesi sosial, terutama dalam konteks masyarakat urban yang plural. Atraksi Tari Naga menjadi titik kulminasi malam itu. Dalam kosmologi Tionghoa, naga melambangkan vitalitas, harapan, dan pembaruan.

Gerakan dinamis yang berpadu dengan rampak tambur menciptakan lanskap bunyi dan visual yang menggugah kesadaran historis sekaligus emosional. Setiap liukan naga yang dimainkan secara back to back tanpa jeda menjadi metafora kesinambungan. Tradisi bergerak maju, tidak tercerabut dari akar, namun diselaraskan dengan dinamika kota yang terus bertransformasi.

Perayaan ini menjadi afirmasi identitas sekaligus penguatan solidaritas sosial untuk menunjukkan bahwa modernitas tidak harus menjadi ancaman bagi tradisi.

Keduanya dapat bersintesis melalui tata kelola yang adaptif dan kesadaran historis yang kuat serta menunjukan perannya sebagai jangkar kebudayaan ruang di mana identitas dirawat, dirayakan, dan ditata dengan presisi zaman.

Red

  • Februari 16, 2026
  • 3 minutes Read
RAJA INDRA KETUA UMUM AJBI MINTA DTRB KABUPATEN TANGERANG TRANSPARAN SOAL PROYEK BANGUNAN GSG

sumber1news

Kabupaten Tangerang — Pembangunan sejumlah Gedung Serba Guna (GSG) di wilayah Kabupaten Tangerang yang bersumber dari Anggaran Tahun 2025 menjadi sorotan publik pada Februari 2026. Proyek yang berada di bawah pengelolaan Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) tersebut menuai perhatian karena munculnya dugaan penyimpangan serta dinilai kurang transparan dalam pelaksanaannya.

Sejumlah elemen masyarakat dan pemerhati kebijakan publik menilai keterbukaan informasi terkait progres fisik, nilai kontrak, pelaksana kegiatan, serta spesifikasi pekerjaan perlu disampaikan secara lebih rinci kepada publik untuk mencegah munculnya spekulasi.

Beberapa proyek GSG di wilayah Tangerang Raya sendiri dilaporkan memiliki progres berbeda-beda. Di antaranya pembangunan GSG tingkat kecamatan di wilayah Pamulang, Kota Tangerang Selatan, yang dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen pada akhir 2025 dan memasuki tahap finishing serta penambahan fasilitas. Di sisi lain, terdapat pula usulan pembangunan GSG baru di beberapa kecamatan Kabupaten Tangerang untuk memenuhi kebutuhan kegiatan masyarakat. Selain itu, satu GSG di wilayah Desa Bantar Panjang, Tigaraksa, telah diresmikan pada Januari 2026.

Namun demikian, perhatian publik mengarah pada proyek GSG yang dikelola DTRB Kabupaten Tangerang, menyusul beredarnya isu dugaan ketidaksesuaian perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan. Hingga kini, isu tersebut masih bersifat dugaan dan memerlukan klarifikasi resmi dari pihak terkait.

Seorang pemerhati hukum pidana, Rahmat Hidayat, SH, menjelaskan bahwa setiap proyek yang menggunakan APBD wajib mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk PP Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah.

Ia menambahkan, apabila dalam proses pengusutan ditemukan unsur mark up, kolusi, atau penyalahgunaan kewenangan yang merugikan keuangan negara, maka pihak yang terlibat — baik penyelenggara negara maupun pelaksana — dapat dijerat ketentuan pidana dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

“Namun semua itu harus dibuktikan melalui proses audit dan penegakan hukum. Asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Jurnalis Bersatu Indonesia (AJBI), Raja Indra, turut angkat bicara terkait isu yang berkembang. Ia menilai keterbukaan informasi dari dinas teknis sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Menurutnya, proyek yang bersumber dari anggaran masyarakat harus dikelola secara transparan dan akuntabel agar tidak memunculkan kecurigaan.

“Keterbukaan data progres, anggaran, dan pelaksana proyek penting disampaikan agar publik tidak membangun asumsi negatif. Informasi harus berbasis fakta dan dapat diuji,” ujarnya.

AJBI, lanjutnya, akan melakukan penelusuran dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk dinas teknis dan pelaksana proyek, guna memastikan informasi yang disampaikan ke publik tetap berimbang dan terverifikasi.

Ia juga menyebut pihaknya akan mendorong pengawasan oleh lembaga berwenang seperti Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Pemeriksa Keuangan, kejaksaan, dan kepolisian apabila ditemukan indikasi yang perlu ditindaklanjuti secara hukum.

Sampai berita ini disusun, pihak DTRB Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait detail tudingan dugaan penyimpangan tersebut. Redaksi masih berupaya meminta klarifikasi guna memenuhi asas keberimbangan informasi.

AJBI menegaskan bahwa peliputan dan pelaporan akan terus dilakukan secara profesional dengan mengedepankan verifikasi data, konfirmasi narasumber, serta prinsip praduga tak bersalah agar tidak merugikan pihak mana pun.
Tim –  red

  • Februari 16, 2026
  • 2 minutes Read
Kebijakan Jumat Bebas Kendaraan Pemkot Tangerang Picu Polemik, Parkir Liar di Kawasan Puspem Disorot

sumber1news

Tangerang — Kebijakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang setiap hari Jumat menuai polemik dan kritik dari masyarakat. Aturan yang bertujuan mengurangi polusi dan kemacetan itu justru dinilai menimbulkan persoalan baru di lapangan, terutama terkait parkir liar di sekitar kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem).

Kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Tangerang melalui Peraturan Wali Kota Nomor 1025 Tahun 2025 tersebut mewajibkan seluruh pegawai, baik ASN, PHL, maupun tenaga honorer, tidak membawa kendaraan pribadi setiap hari Jumat. Pegawai dianjurkan menggunakan transportasi umum, bersepeda, atau berjalan kaki sebagai bagian dari upaya menekan polusi udara dan kemacetan lalu lintas.

Aturan yang mulai diberlakukan sejak Oktober 2025 itu juga mendorong penggunaan angkutan massal seperti Bus Tayo dan Si Benteng, sekaligus mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan di kalangan aparatur pemerintah.

Namun berdasarkan pantauan di lapangan, masih banyak pegawai yang diduga tetap membawa kendaraan pribadi ke area perkantoran. Karena tidak dapat masuk ke area parkir utama, kendaraan diparkirkan di bahu jalan dan lokasi sekitar kawasan Puspem. Kondisi ini membuat ruas jalan menyempit, tampak semrawut, dan memicu kemacetan pada jam masuk kerja.

Masyarakat pengguna jalan menilai kebijakan tersebut tidak berjalan efektif karena tidak dibarengi pengawasan dan sanksi tegas bagi pelanggar. Situasi parkir liar justru dianggap menjadi masalah klasik baru setiap hari Jumat.

  • Februari 16, 2026
  • 1 minute Read
Kapolsek Benteng Bersama Staf dan Bhayangkari Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2026

sumber1news

Tangerang, 16 Februari 2026 — Jajaran Polsek Benteng di bawah naungan Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2026 kepada seluruh masyarakat yang merayakan.

Kapolsek Benteng, Kompol Suyatno, SH, beserta staf dan Bhayangkari mengucapkan: “Gong Xi Fa Cai.” Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian, toleransi, dan kebersamaan antarumat beragama di wilayah hukum Polsek Benteng.

Dalam pesannya, jajaran Polsek Benteng berharap perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini membawa kesehatan, kelancaran, kedamaian, dan kesuksesan bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kota Tangerang.

Momentum Imlek juga diharapkan semakin mempererat persatuan serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Red – Iwan Belo

  • Februari 15, 2026
  • 2 minutes Read
*KKI BANTEN GELAR LATIHAN BERSAMA JELANG BULAN RAMADHAN DI DOJO VITALAYA TANGERANG SELATAN*

sumber1news

TANGERANG RAYA-Kushinryu M Karate-Do Indonesia (KKI) Provinsi Banten menggelar latihan bersama (Latber) di Dojo Pusat (Vitalaya Sport Hall-Pamulang) Ahad, 15/2/2026) dalam rangka penyegaran teknik Kushin dan salah satu program kerja organisasi tahun 2026.
Latber tersebut guna menyeragamkan gerakan atau jurus karate sebagai langkah yang berkelanjutan selaras dengan ke- bututuhan jasmani dan silaturahami sesama karateka.

Ketua Umum Pengprov KKI Banten, Ir. H. Sukri Manja Palanrai, M.M.Kes. mengatakan, latber ini difokuskan
pada peran karateka dalam eksistensi Pengprov KKI Banten agar semakin berprestasi dan berkontribusi nyata bidang Olahraga beladiri karate untuk SDM kita.

Dalam Latber pengurus sepakat bahwa peningkatan kualitas karateka dan peran organisasi menjadi proritas utama.

“Sejumlah program kerja sudah dilaksanakan diantaranya agenda rutin Ujian Kyu dan berpartisipasi aktif mengikuti turnamen resmi maupun kejuaraan open yang ditujukan bagi para Atlet binaan KKI Banten,” katanya.

Sukri menambahkan, selain kegiatan peningkatan kualitas atlet Pengprov KKI Banten juga menaruh perhatian pada permasalahan yang kerap dihadapi di lapangan, Khususnya kordinasi lapangan saat menghadapi Kejuaraan dan Gasshuku/Ujian Kyu. Jajaran Dewan Guru dan Sabuk Hitam KKI Banten agar dapat turut berperan aktif memberikan masukan, solusi serta pendampingan teknis dan non teknis terhadap berbagai persoalan lapangan.

“Melalui latber dan silaturahami, kami berkomitmen untuk menjadi organisasi Olahraga yang tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi pengembagan prestasi atlet Karate (KKI),” tegasnya.

Ketua Dewan Guru KKI Banten Ir. Michael Oryoin menyambut baik arahan Ketua Pengprov KKI Banten menekankan pentingnya sebuah rutinitas latihan yang berkelanjutan demi meraih Prestasi.
“Semoga latihan seperti ini terus digelorakan dan setiap Dojo harus siap menjadi penggerak mencetak atlet berprestasi,” jelas Michael.

Turut hadir Ketua KKI Kota Tangerang Andre A Piri, S.H., M.H. dengan 10 orang Karateka binaannya Dojo Sitanala mengikuti Latber dengan penuh semangat.
“anak2 binaan Dojo Sitanala Kota Tangerang merasa bangga dan senang mengikuti Latihan bErsama, krn merasa tambahan teknik dan taktik semakin bervarian,” ujar senpai Andre.

Peserta Latber KKI Banten ini di ikuti 4 Kab/Kota antara lain KKI Kab Lebak binaan Sensei Ardiansyah, Kab. Tangerang langsung dipimpin Ketua Dewan Guru KKI Banten Sensei Micahel Oryoin, Kota Tangerang senpai Andre dan Kota Tangsel Sensei Marwanto.

Red

  • Februari 14, 2026
  • 1 minute Read
Pondok Pesantren I. Badulloh Gelar Ikhtifalan dan Pentas Seni Santri

sumber1news

Tangerang — Pondok Pesantren I. Badulloh menggelar kegiatan ikhtifalan pada Sabtu (14/2/2026) di Kampung Periuk RT 01 RW 02, Kelurahan Periuk Jaya. Kegiatan ini diikuti para santri dan santriwati sebagai bagian dari pembinaan mental, keberanian tampil, serta penguatan nilai keagamaan.

Acara diisi dengan berbagai penampilan, di antaranya pentas seni hadroh santri dan ceramah singkat yang dibawakan oleh para santri di hadapan ibu-ibu warga Kampung Periuk RT 01 RW 02. Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan antusiasme masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren, Ustaz Abdullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan serta perkembangan pesantren selama ini. Ia berharap kegiatan ikhtifalan dapat menjadi sarana membangun kepercayaan diri santri serta meningkatkan kualitas ilmu dan akhlak mereka.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan pengurus wilayah, di antaranya Ketua RW 02 Sulion serta jajaran RT yang diwakili Jamaludin Subhi. Para tokoh masyarakat yang hadir juga memberikan motivasi kepada para santri agar terus semangat belajar dan mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan terselenggaranya ikhtifalan ini, Pondok Pesantren I. Badulloh diharapkan dapat terus meningkatkan mutu pendidikan serta memperkuat peran sebagai lembaga pendidikan Islam yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Redaksi – Muhaemin

  • Februari 14, 2026
  • 1 minute Read
_Peranan Media Online dalam Meningkatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi_

sumber1news

Tangerang – Media online memainkan peran krusial dalam mendukung koperasi untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan, yang pada akhirnya berdampak positif pada Sisa Hasil Usaha (SHU). Melalui platform seperti media sosial dan e-commerce, koperasi dapat mempromosikan produk secara efisien dan menjangkau audiens lebih luas.

Strategi Promosi Digital
Media online seperti Instagram, Facebook, dan marketplace memungkinkan koperasi membangun brand awareness serta menarik anggota baru melalui konten menarik, dokumentasi kegiatan, dan promo viral.

Hal ini meningkatkan partisipasi anggota sebagai pelanggan dan penjualan produk/jasa.

Dampak positif pada Efisiensi Usaha, yaitu Digitalisasi via media online menyederhanakan administrasi, transaksi, dan transparansi, sehingga mengurangi biaya operasional dan memaksimalkan keuntungan untuk SHU lebih besar. Contohnya, platform e-commerce seperti Shopee atau Tokopedia membantu akses pasar nasional/internasional.

Sedangkan kendala yang dihadapi antara lain meliputi, literasi digital rendah dan infrastruktur, tapi kolaborasi pemerintah serta pelatihan dapat diatasi untuk sinergi berkelanjutan.

Koperasi yang adaptif dengan teknologi ini mampu bersaing dan tingkatkan SHU secara signifikan. (Satrio)

  • Februari 14, 2026
  • 2 minutes Read
Layanan Jantung dan Stroke Gratis BPJS, Wamenkes: Cath Lab RSUD Kota Tangerang Setara RS Rujukan Nasional 14-02-2026 13:04 WIB

sumber1news

Kota Tangerang –
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dr. Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi fasilitas Cardiac Catheterization Laboratory (Cath Lab) yang baru diresmikan di RSUD Kota Tangerang, Sabtu (14/2/26).

Ia menilai, fasilitas tersebut sudah setara dengan rumah sakit rujukan nasional, baik dari sisi peralatan maupun kesiapan sumber daya manusia.

“Fasilitasnya lengkap, standarnya sama dengan rumah sakit rujukan nasional. SDM-nya juga siap, mulai dari dokter spesialis hingga perawat. Yang membanggakan, layanan ini dapat diakses pasien BPJS tanpa biaya,” ujar Wakil Menteri Kesehatan, usai meresmikan.

Ia menekankan pentingnya kecepatan penanganan bagi pasien stroke dan serangan jantung. Menurutnya, waktu emas penanganan maksimal enam jam sejak gejala muncul sangat menentukan keselamatan pasien.

“Dengan adanya Cath Lab di Kota Tangerang, masyarakat tidak perlu lagi dirujuk jauh. Ini sangat menolong rakyat, terutama untuk penanganan jantung dan stroke,” tambahnya.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, peresmian Cath Lab sekaligus Posko Kesehatan Merah Putih merupakan langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan kuratif dan preventif.

“Kita tidak hanya mengobati, tapi juga mencegah. Posko Kesehatan Merah Putih hadir di Pasar Anyar dan Pasar Ciledug agar masyarakat bisa melakukan pemeriksaan kesehatan dasar seperti tensi dan gula darah secara mudah dan gratis,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Tangerang dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui RSUD Kota Tangerang.

“Kami mengapresiasi Kota Tangerang yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan jumlah penduduk yang besar, keberadaan fasilitas ini sangat membantu pelayanan kesehatan di Provinsi Banten,” ujarnya.

Hendra Gunawan – red

  • Februari 13, 2026
  • 1 minute Read
Warung Taburai Praz Teguh Resmi Launching 15 Februari 2025, Hadirkan Ayam Goreng Kecombrang di Cipondoh

sumber1news.com
Kota Tangerang — Pelaku usaha kuliner lokal Warung Taburai Praz Teguh resmi melakukan launching pada 15 Februari 2026, menghadirkan menu khas Ayam Goreng Kecombrang dengan resep otentik warisan keluarga.

Berlokasi di kawasan Cipondoh Neroktok, warung ini menargetkan pecinta kuliner rumahan dengan cita rasa unik dan berbeda.

Mengusung filosofi “Raga Ibu Pergi, Resep Ibu Abadi”, usaha kuliner ini mempertahankan racikan turun-temurun dari almarhumah Ibu Praz Teguh sebagai dasar seluruh menu. Keunikan utama terletak pada penggunaan bunga kecombrang sebagai bumbu khas ayam goreng, yang memberikan aroma segar dan karakter rasa yang kuat.

Pemilik usaha, H. Turidi, menyampaikan bahwa pembukaan warung ini bukan sekadar kegiatan bisnis, tetapi juga bentuk pelestarian resep keluarga agar tetap hidup dan dikenal luas oleh masyarakat.

Dengan slogan “Makan Santai Rasa Aduhai”, tempat makan ini dirancang sebagai pilihan kuliner santai bagi keluarga, komunitas, dan pekerja sekitar. Menu andalan Ayam Goreng Kecombrang disebut menjadi pembeda dibanding olahan ayam goreng pada umumnya.

Kehadiran Warung Taburai Praz Teguh diharapkan dapat menambah warna kuliner serta memperkuat geliat UMKM di wilayah Kota Tangerang, khususnya sektor makanan tradisional dengan sentuhan inovasi rasa.

Red

Berita Populer

  • Februari 17, 2026
  • Februari 17, 2026
  • Februari 16, 2026
  • Februari 16, 2026
  • Februari 16, 2026
  • Februari 15, 2026
Verified by MonsterInsights