sumber1news

​TANGERANG – Mengurus jenazah (pemulasaraan) merupakan kewajiban kolektif umat Muslim atau yang dikenal sebagai fardhu kifayah. Sadar akan pentingnya standarisasi dan regenerasi petugas di bidang ini, Ustadz Drs. Ahmad Hariyanto secara konsisten menggalang program pelatihan pemulasaraan jenazah gratis di berbagai wilayah guna mencetak tenaga pengurus yang terampil dan berintegritas.

​Salah satu agenda krusial tersebut sukses diselenggarakan di Kota Tangerang, tepatnya di Masjid Al-Bayyinat, Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas. Pada hari Minggu, 28 Juni 2026, masjid dipadati oleh para peserta yang antusias menyerap ilmu sejak pagi pukul 08.00 hingga sore hari pukul 15.30 WIB. Pelatihan penting ini dimentori langsung oleh sosok guru yang sangat kompeten, berpengalaman, dan dihormati di bidangnya.

​Suasana pelatihan berlangsung dengan sangat khidmat namun penuh semangat kebersamaan. Acara ini berhasil menarik perhatian dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat secara inklusif. Mulai dari kalangan bapak-bapak, ibu-ibu, hingga kelompok remaja tampak melebur bersama, membuktikan bahwa kepedulian terhadap pengurusan jenazah bukan lagi sekadar urusan orang tua, melainkan tanggung jawab lintas generasi.
​Hal yang membuat program besutan Ustadz Drs. Ahmad Hariyanto ini begitu istimewa dan berbobot adalah pendekatan edukasinya yang komprehensif. Pelatihan pemulasaraan jenazah ini tidak hanya ditinjau dari sudut pandang fikih agama Islam, tetapi juga dibedah secara mendalam dari segi medis dan ilmu kesehatan modern. Integrasi dua disiplin ilmu ini sangat krusial agar proses pengurusan tetap syar’i sekaligus aman dari potensi penularan penyakit.

​Melalui program ini, Ustadz Drs. Ahmad Hariyanto memiliki tiga tujuan utama yang ingin dicapai. Pertama, mengedukasi dan mencetak tenaga pemulasaraan jenazah yang profesional serta memegang teguh amanah. Kedua, mendorong terlaksananya Prosedur Tetap (Protap) pemulasaraan jenazah secara nasional demi keseragaman kualitas pelayanan di tengah masyarakat.

​Tujuan ketiga yang tidak kalah penting adalah menjamin tercapainya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi para tenaga pemulasaraan itu sendiri. Pengurusan jenazah dengan kondisi medis tertentu memerlukan proteksi diri yang disiplin, sehingga pengetahuan kesehatan kerja yang diberikan dalam pelatihan ini menjadi benteng pelindung bagi para relawan di lapangan.

​Ustadz Drs. Ahmad Hariyanto menaruh harapan besar agar setiap lulusan dari pelatihan ini benar-benar menguasai aspek agama dan kesehatan secara seimbang saat berbakti di masyarakat. Hebatnya lagi, seluruh rangkaian pelatihan berkualitas tinggi ini diselenggarakan secara cuma-cuma alias tidak dipungut biaya sedikit pun, murni sebagai bentuk pengabdian sosial dan ibadah.

​Inisiatif mandiri seperti ini diharapkan dapat mengetuk hati sekaligus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan instansi terkait. Dukungan nyata dari pemerintah sangat diperlukan untuk mereplikasi Protap nasional ini di wilayah lain, sehingga lahir lebih banyak kader pengurus jenazah yang terstandarisasi demi kemaslahatan publik yang lebih luas

Amoy