• Juli 16, 2026
  • 1 minute Read
Sembilan Ratus Ribu, Bisa Frainchise Sate Bakaran Bang Dhik

sumber1news
Tangerang
Buka setiap hari dari jam empat sore sampai jam sebelas malam bersama Rakyat Berdagang Community Center Tangerang Selatan, Sate Bakaran Bang Dhik tidak pernah sepi dari pembeli.

“Alhamdulillah sate bakaran dan nasi uduk selalu habis dibeli, bahkan besoknya harus ada yang datang lebih sore biar kedapatan,” ucap Dhika sebagai pemilik, Rabu malam (15/7/2026) di Community Center Pamulang.

Terlihat rasa kekeluargaan yang tinggi, Orang Tua dan Kakak dari Dhika selalu mendampingi perjalanan usahanya.

“Bumbu dan racikannya ini Cap Orang Tua, tapi rahasia dong, ooh iya kami juga buka franchise kalau ada yang mau usaha pakai brand kita, cuma sembilan ratus ribu aja,” ucap Dhika sambil tersenyum.

Selain dagangannya, Dhika juga memiliki keinginan meramaikan Community Center supaya yang berjualan di jalan Surya Kencana bisa meningkat perekonomiannya.

Red

  • Juli 2, 2026
  • 2 minutes Read
Menepati Nazar Usai Berhaji, H. Misnan Bangun Mushala Al Istiqomah sebagai Warisan Iman untuk Anak dan Cucu

sumber1news

Kabupaten Tangerang – Ketulusan niat dan komitmen menepati nazar menjadi inspirasi dari sosok H. Misnan, warga Kampung Dukuh Pinang RT 03/RW 03, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Berbekal tekad untuk meninggalkan warisan spiritual bagi keluarga, ia mendirikan Mushala Al Istiqomah sebagai pusat pembinaan keagamaan bagi anak, cucu, dan masyarakat sekitar.

Kisah ini bermula pada tahun 2017, saat H. Misnan bersiap menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Sebelum berangkat, ia memperdalam ilmu agama di bawah bimbingan Ustaz Ahmad Haryanto sebagai bekal menjalankan rukun Islam kelima.


Di masa persiapan tersebut, H. Misnan mengucapkan sebuah nazar. Ia berjanji, apabila Allah SWT memberikan keselamatan dan kesehatan hingga kembali ke Tanah Air, dirinya akan membangun sebuah mushala sebagai bentuk rasa syukur sekaligus sarana ibadah bagi keluarga dan masyarakat.

Atas izin Allah SWT, H. Misnan dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke Indonesia dalam keadaan sehat. Sesuai nazarnya, ia kemudian merealisasikan pembangunan Mushala Al Istiqomah di lingkungan tempat tinggalnya.

Bagi H. Misnan, mushala tersebut bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi warisan keimanan yang diharapkan terus memberi manfaat bagi generasi penerus. Melalui mushala itu, ia ingin menanamkan nilai-nilai keislaman, membangun akhlak mulia, serta mempererat kebersamaan dalam keluarga.

Seiring berjalannya waktu, Mushala Al Istiqomah berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar. Selain digunakan untuk salat berjamaah, mushala ini juga menjadi tempat pengajian, pembelajaran agama, serta pembinaan karakter bagi anak-anak dan generasi muda.

Berbagai kegiatan keagamaan rutin diselenggarakan, di antaranya peringatan Hari Besar Islam (PHBI) seperti Maulid Nabi Muhammad SAW dan Isra Mikraj. Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang turut berpartisipasi dalam setiap pelaksanaannya.

Tidak hanya berfokus pada kegiatan ibadah, Mushala Al Istiqomah juga aktif menjalankan kegiatan sosial. Salah satu program yang terus dipertahankan adalah santunan anak yatim setiap 10 Muharram sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

Keberadaan Mushala Al Istiqomah kini menjadi simbol bahwa sebuah nazar yang ditunaikan dengan penuh keikhlasan mampu menghadirkan manfaat yang luas. Apa yang dirintis H. Misnan tidak hanya menjadi amal jariyah bagi dirinya, tetapi juga menjadi warisan nilai-nilai keimanan yang terus hidup di tengah keluarga dan masyarakat.

Am

  • Juni 29, 2026
  • 3 minutes Read
Pesantren di Era Digital: Institut Binamadani Indonesia Dorong Inovasi Tanpa Meninggalkan Tradisi

sumber1news

Tangerang – Institut Binamadani Indonesia menggelar Seminar Kolaboratif bertajuk “Pesantren di Tengah Revolusi Digital: Menjaga Tradisi, Menyambut Inovasi” yang berlangsung di Aula Institut Binamadani Indonesia. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran rektorat serta seluruh calon mahasiswa baru jenjang magister sebagai bagian dari penguatan wawasan akademik dan pengembangan perspektif keislaman di era digital (29/06/2026).

Seminar menghadirkan dua narasumber utama, yakni Rektor Institut Binamadani Indonesia, Dr. H.M. Su’aidi, M.Ag dan Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama Kota Tangerang, Dr. Cecep Jaenudin, M.M. Adapun jalannya diskusi dipandu oleh Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Institut Binamadani Indonesia, Dr. Dede Ibrahim, M.Pd selaku moderator.

Dalam pemaparannya, Dr. H.M. Su’aidi, M.Ag menyoroti pentingnya transformasi pembelajaran di pesantren di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut pesantren untuk mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai dasar kepesantrenan. “Pesantren harus mampu melakukan transformasi pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai instrumen penguatan kualitas pendidikan, bukan sekadar mengikuti tren,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Su’aidi menjelaskan bahwa penguatan literasi digital bagi santri menjadi kebutuhan mendesak untuk membangun generasi yang cerdas, kritis, adaptif, sekaligus berakhlakul karimah. Ia menegaskan bahwa pesantren perlu melakukan evaluasi secara berkelanjutan terhadap sistem pembelajaran, kurikulum, maupun tata kelola kelembagaan sebagai bagian dari proses transformasi. “Evaluasi merupakan langkah penting agar pesantren tetap relevan dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan tradisi dan nilai luhur yang telah diwariskan para ulama,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. Cecep Jaenudin, M.M memaparkan materi mengenai dakwah digital dan kreativitas santri di ruang siber. Menurutnya, santri saat ini dituntut untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi produsen konten dakwah yang edukatif, moderat, dan inspiratif di berbagai platform digital. Di tengah derasnya arus teknologi global, ia menegaskan bahwa nilai-nilai kepesantrenan seperti akhlak, adab, dan moderasi beragama harus tetap menjadi fondasi utama dalam setiap aktivitas santri di ruang digital.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Cecep juga menyampaikan keprihatinannya terhadap sejumlah peristiwa kurang mengenakan yang terjadi di lingkungan pesantren dalam beberapa waktu terakhir. Namun demikian, ia mengajak masyarakat untuk tidak takut memilih pesantren sebagai lembaga pendidikan bagi putra-putrinya. “Jangan takut memilih pesantren. Kementerian Agama terus melakukan penguatan, pembinaan, dan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan pesantren. Salah satu bentuk keseriusan pemerintah adalah pembentukan Direktorat Jenderal Pondok Pesantren di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia,” tegasnya.

Ia juga mencontohkan adanya sejumlah pondok pesantren bermasalah di wilayah Kota Tangerang yang izinnya telah dicabut sebagai bentuk langkah tegas pemerintah dalam menjaga kualitas dan marwah pesantren. Menurutnya, pembaruan pesantren harus dilakukan secara konstruktif. “Pesantren sejatinya perlu diperbaharui, bukan membakar lumbungnya. Ketika terdapat persoalan, yang harus dilakukan adalah memperbaiki sistem dan melakukan penguatan, bukan menghilangkan kepercayaan terhadap pesantren secara keseluruhan,” ungkapnya. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini turut berperan aktif dalam melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pendidikan pesantren.

Selain itu, Dr. Cecep menekankan bahwa masa depan santri tidak hanya berhenti di lingkungan pesantren. Para santri diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk di Institut Binamadani Indonesia yang dinilainya memiliki kemitraan yang kuat dengan berbagai pondok pesantren. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa menjadi santri bukan berarti memiliki akses pendidikan yang terbatas. Terlebih, Institut Binamadani Indonesia bersama Kementerian Agama Kota Tangerang saat ini tengah menjalin kerja sama dalam program bantuan beasiswa subsidi, sehingga semakin membuka peluang bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia pesantren di masa mendatang.

Hafiz

  • Juni 29, 2026
  • 3 minutes Read
Mencetak Generasi Amanah: Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Gratis di Masjid Al-Bayyinat Tangerang Satukan Aspek Agama dan Kesehatan

sumber1news

​TANGERANG – Mengurus jenazah (pemulasaraan) merupakan kewajiban kolektif umat Muslim atau yang dikenal sebagai fardhu kifayah. Sadar akan pentingnya standarisasi dan regenerasi petugas di bidang ini, Ustadz Drs. Ahmad Hariyanto secara konsisten menggalang program pelatihan pemulasaraan jenazah gratis di berbagai wilayah guna mencetak tenaga pengurus yang terampil dan berintegritas.

​Salah satu agenda krusial tersebut sukses diselenggarakan di Kota Tangerang, tepatnya di Masjid Al-Bayyinat, Kelurahan Cibodasari, Kecamatan Cibodas. Pada hari Minggu, 28 Juni 2026, masjid dipadati oleh para peserta yang antusias menyerap ilmu sejak pagi pukul 08.00 hingga sore hari pukul 15.30 WIB. Pelatihan penting ini dimentori langsung oleh sosok guru yang sangat kompeten, berpengalaman, dan dihormati di bidangnya.

​Suasana pelatihan berlangsung dengan sangat khidmat namun penuh semangat kebersamaan. Acara ini berhasil menarik perhatian dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat secara inklusif. Mulai dari kalangan bapak-bapak, ibu-ibu, hingga kelompok remaja tampak melebur bersama, membuktikan bahwa kepedulian terhadap pengurusan jenazah bukan lagi sekadar urusan orang tua, melainkan tanggung jawab lintas generasi.
​Hal yang membuat program besutan Ustadz Drs. Ahmad Hariyanto ini begitu istimewa dan berbobot adalah pendekatan edukasinya yang komprehensif. Pelatihan pemulasaraan jenazah ini tidak hanya ditinjau dari sudut pandang fikih agama Islam, tetapi juga dibedah secara mendalam dari segi medis dan ilmu kesehatan modern. Integrasi dua disiplin ilmu ini sangat krusial agar proses pengurusan tetap syar’i sekaligus aman dari potensi penularan penyakit.

​Melalui program ini, Ustadz Drs. Ahmad Hariyanto memiliki tiga tujuan utama yang ingin dicapai. Pertama, mengedukasi dan mencetak tenaga pemulasaraan jenazah yang profesional serta memegang teguh amanah. Kedua, mendorong terlaksananya Prosedur Tetap (Protap) pemulasaraan jenazah secara nasional demi keseragaman kualitas pelayanan di tengah masyarakat.

​Tujuan ketiga yang tidak kalah penting adalah menjamin tercapainya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi para tenaga pemulasaraan itu sendiri. Pengurusan jenazah dengan kondisi medis tertentu memerlukan proteksi diri yang disiplin, sehingga pengetahuan kesehatan kerja yang diberikan dalam pelatihan ini menjadi benteng pelindung bagi para relawan di lapangan.

​Ustadz Drs. Ahmad Hariyanto menaruh harapan besar agar setiap lulusan dari pelatihan ini benar-benar menguasai aspek agama dan kesehatan secara seimbang saat berbakti di masyarakat. Hebatnya lagi, seluruh rangkaian pelatihan berkualitas tinggi ini diselenggarakan secara cuma-cuma alias tidak dipungut biaya sedikit pun, murni sebagai bentuk pengabdian sosial dan ibadah.

​Inisiatif mandiri seperti ini diharapkan dapat mengetuk hati sekaligus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan instansi terkait. Dukungan nyata dari pemerintah sangat diperlukan untuk mereplikasi Protap nasional ini di wilayah lain, sehingga lahir lebih banyak kader pengurus jenazah yang terstandarisasi demi kemaslahatan publik yang lebih luas

Amoy

  • Juni 25, 2026
  • 2 minutes Read
Kabel Listrik Terbakar di Belendung, Petugas PLN Sigap Tangani Malam Hari

sumber1news

TANGERANG – Gangguan aliran listrik terjadi pada Kamis malam, 25 Juni 2026, di kawasan Jalan KH. Kilin No.8, RT.003/RW.004, Kelurahan Belendung, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Kejadian bermula dari terbakarnya kabel jaringan yang memicu kekhawatiran warga sekitar.

Berdasarkan informasi dan lokasi kejadian yang terdokumentasi pukul 22.43 WIB, api tampak sempat menjalar pada kabel yang terpasang di tiang listrik, menimbulkan percikan api dan asap yang cukup terlihat jelas di malam hari. Warga yang berada di lokasi langsung melaporkan kondisi tersebut ke pihak berwenang dikarenakan potensi bahaya kebakaran lebih luas maupun sengatan listrik.

Tidak lama setelah laporan masuk, tim teknis dari PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Tangerang segera bergerak ke lokasi. Sesampainya di tempat, petugas dengan sigap dan terampil langsung melakukan pengamanan lokasi serta pemutusan arus sementara demi keselamatan. Menggunakan tangga dan peralatan lengkap, tim naik ke tiang untuk melakukan pemeriksaan mendalam dan penggantian bagian kabel yang rusak serta terbakar.

Di bawah sorotan lampu penerangan kerja, para petugas bekerja dengan fokus dan teliti meski kondisi gelap malam. Upaya perbaikan dilakukan secepat mungkin agar aliran listrik bisa kembali normal dan aman digunakan oleh warga.

Salah satu warga setempat mengapresiasi kecepatan respon petugas. “Kami kaget lihat kabel terbakar, takut menjalar ke rumah. Tapi syukur, petugas cepat sekali datang dan langsung bekerja, tidak menunggu pagi,” ujar warga.

Hingga berita ini diturunkan, proses perbaikan masih berlangsung dan dipastikan selesai dalam waktu dekat. Pihak PLN mengimbau masyarakat tetap tenang dan berhati-hati, serta melaporkan segera jika melihat indikasi kerusakan atau kebakaran pada instalasi listrik di lingkungan masing-masing demi keamanan bersama.

Sumber: Laporan Lapangan & Dokumentasi Wartawan MediaSumberNews
Lokasi: Belendung, Kec. Benda, Kota Tangerang
Waktu: Kamis, 25 Juni 2026 – Pukul 22.43 WIB

  • Juni 18, 2026
  • 3 minutes Read
Bungkam atas Surat Klarifikasi, GMAKS Curigai Konspirasi Tender Proyek DLH Kota Tangerang

sumber1news

​TANGERANG – Pelaksanaan tender proyek di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang tahun anggaran 2026 mendadak jadi sorotan publik. Aroma tidak sedap menyeruak seiring munculnya dugaan kejanggalan dalam penetapan pemenang proyek bernilai belasan hingga puluhan miliar rupiah tersebut.

​Berdasarkan data yang dihimpun, salah satu sorotan tajam mengarah pada pemenang tender paket Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor. Proyek dengan nilai HPS mencapai Rp34,7 miliar ini dimenangkan oleh PT Sultan Sukses Mandiri, perusahaan yang alamatnya tercatat di kawasan Jakarta Barat.

​Narasumber internal mengungkapkan bahwa perusahaan pemenang tender tersebut diduga kuat tidak memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang sah atau sesuai kualifikasi saat proses evaluasi. Padahal, kepemilikan SBU aktif merupakan syarat mutlak dan wajib bagi setiap rekanan konstruksi.

​Berdasarkan penelusuran data LPJK, status sejumlah subklasifikasi SBU milik PT Sultan Sukses Mandiri justru tercatat telah dilakukan “Pencabutan”. Ironisnya, dalam lembar syarat kualifikasi LPSE, disyaratkan secara tegas kode subklasifikasi SBU BG009 (Bangunan Gedung Lainnya) berkualifikasi Menengah yang wajib masih berlaku.

​Tak hanya persoalan SBU pada paket gedung kantor, aroma miring juga menerpa paket proyek Belanja Modal Bangunan Air Kotor Lainnya (Revitalisasi IPAL TPA Rawa Kucing) senilai Rp14,3 miliar. Paket ini dimenangkan oleh PT Riden Jaya Konstruksi, sebuah perusahaan asal Bandung, Jawa Barat.

​Rumor panas yang beredar di lapangan menyebutkan bahwa seluruh proses penetapan pemenang tender pada kedua proyek jumbo di DLH tersebut diduga dikendalikan penuh oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Kota Tangerang. Intervensi ini ditengarai memutus independensi proses lelang.
​”Kuat dugaan, Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kota Tangerang sebenarnya tidak tahu-menahu secara detail atau sengaja ‘dikondisikan’ untuk tutup mata terkait kelayakan administrasi para pemenang tersebut karena adanya tekanan atau kendali dari oknum Kadis,” ujar sumber tersebut.
​Pelanggaran aturan disinyalir semakin diperparah dengan dugaan manipulasi Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK).

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa dokumen SKK Tenaga Ahli (TA) maupun SKK K3 yang tertuang dalam pengumuman lelang diduga kuat tidak benar-benar dimiliki oleh perusahaan pemenang, melainkan hanya meminjam nama satu orang personil untuk memenuhi persyaratan di dua perusahaan berbeda.

​Menanggapi carut-marut tersebut, Hadi Isron selaku Koordinator Gerakan Moral Anti Kriminalitas (GMAKS) Tangerang Raya angkat bicara. Dirinya mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat konfirmasi dan klarifikasi tertulis secara resmi kepada DLH Kota Tangerang dan Pokja UKPBJ, namun hingga saat ini tidak ada respons maupun jawaban sama sekali.

​Sikap bungkam dari pihak kedinasan dan pokja lelang ini dinilai memperkuat indikasi kecurangan. Hadi Isron menegaskan, karena surat klarifikasi resmi tidak dijawab dan terkesan dihindari, maka publik patut menyimpulkan bahwa dugaan manipulasi dokumen serta intervensi jabatan tersebut benar adanya.

​Hadi Isron mendesak aparat penegak hukum, baik Kejaksaan Negeri Kota Tangerang maupun Kejaksaan Tinggi Banten, untuk segera melakukan penyelidikan tanpa harus menunggu proyek selesai dikerjakan. GMAKS meminta kejaksaan menggunakan instrumen hukum terbaru, yakni Pasal 603 dan Pasal 604 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Baru).

​”Meloloskan rekanan tanpa SBU yang sah serta adanya dugaan intervensi merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang (actus reus). Aparat penegak hukum tidak perlu menunggu menghitung kerugian total karena indikasi awal manipulasi syarat formil dan bungkamnya para pejabat ini sudah cukup jadi pintu masuk kejaksaan untuk memeriksa oknum Kadis LH serta Pokja UKPBJ,” pungkas Hadi Isron.

Red

  • Juni 17, 2026
  • 2 minutes Read
Optimalkan Aliran Air, UPTD PJJ Tangerang Kolaborasi Normalisasi Saluran Jalan Raden Fatah

Sumber1news

TANGERANG,
Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPTD PJJ) Tangerang di bawah DPUPR Banten bergerak cepat melakukan aksi nyata di lapangan. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan pemeliharaan rutin berupa normalisasi saluran air di sepanjang Ruas Jalan Raden Fatah, Ciledug, Kota Tangerang.

Aksi tanggap ini dilakukan demi menjaga kualitas infrastruktur jalan tetap prima serta mengantisipasi potensi genangan air yang kerap mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Melalui kolaborasi lintas sektor yang solid, petugas di lapangan menyisir titik-titik penyumbatan drainase yang krusial.

Guna memaksimalkan hasil pembersihan, UPTD PJJ Tangerang menggandeng Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Ciledug dalam menyemprot dan menguras material sedimen. Sinergi ini terbukti efektif dalam mempercepat proses pengerukan lumpur dan sampah yang menyumbat gorong-gorong.

Pelaksana Teknis UPTD PJJ Kota Tangerang, Bobby, menyatakan bahwa pemeliharaan berkala ini menjadi agenda prioritas instansinya demi kenyamanan masyarakat. Menurutnya, drainase yang bersih dan berfungsi optimal secara langsung akan memperpanjang usia pakai aspal jalan di sekitarnya.

“Kami berkomitmen memastikan bahwa seluruh saluran pembuangan di ruas jalan provinsi, khususnya Jalan Raden Fatah, bebas dari sumbatan sedimentasi,” ujar Bobby saat memantau jalannya normalisasi di lokasi kegiatan, Selasa (16/6).

Bobby juga menambahkan, tumpukan sampah domestik dan endapan lumpur tebal menjadi kendala utama yang berhasil ditangani tim gabungan dalam operasi kali ini. Pengurasan ini diharapkan dapat mengembalikan daya tampung maksimal saluran air secara signifikan saat hujan deras turun.

Di samping upaya teknis dari pemerintah, Bobby mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha di sekitar Jalan Raden Fatah untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Partisipasi aktif warga dalam menertibkan pembuangan sampah sangat dinantikan demi keberlanjutan fungsi drainase.

“Normalisasi ini tidak akan bertahan lama tanpa adanya kesadaran bersama untuk tidak membuang sampah ke dalam saluran air,” pungkas Bobby menutup penjelasannya terkait target jangka panjang program pemeliharaan tersebut

amoy

  • Mei 15, 2026
  • 3 minutes Read
Menelisik Maraknya Rokok Tanpa Pita Cukai Hingga Dugaan Intimidasi Terhadap Wartawan di Kota Tangerang

sumber1news

Kota Tangerang – Peredaran rokok tanpa pita cukai semakin marak dan menjadi perhatian serius berbagai pihak.

Persoalan ini bukan sekadar pelanggaran pajak negara, melainkan juga menunjukkan lemahnya pengawasan rantai distribusi serta semakin luasnya pasar rokok ilegal di tengah masyarakat.

Rokok ilegal tanpa pita cukai banyak diminati karena dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan rokok resmi. Kondisi tersebut membuat produk ilegal mudah diterima oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, pengawasan distribusi dan penegakan hukum yang belum merata turut membuka celah bagi para pelaku untuk terus menjalankan usahanya.

Rokok ilegal sendiri tidak hanya berbentuk rokok polos tanpa pita cukai, tetapi juga meliputi penggunaan pita cukai palsu, pita bekas, pita salah peruntukan, hingga pita dengan personalisasi yang tidak sesuai aturan. Secara tampilan, kemasannya sering terlihat normal sehingga masyarakat sulit membedakannya.

Dampak dari maraknya rokok ilegal sangat besar. Negara mengalami kerugian dari sisi penerimaan cukai, sementara pelaku usaha rokok legal turut terdampak akibat persaingan harga yang tidak sehat. Di sisi lain, rokok murah juga memperbesar akses anak-anak dan remaja terhadap produk tembakau.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sendiri beberapa kali melakukan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal dalam jumlah besar sepanjang awal tahun 2026. Hal ini menunjukkan bahwa peredaran rokok tanpa pita cukai masih aktif dan terjadi di berbagai wilayah.

Namun, persoalan rokok ilegal tidak hanya berhenti pada aspek ekonomi dan hukum. Dugaan intimidasi terhadap awak media juga terjadi saat sejumlah wartawan melakukan penelusuran terkait penjualan rokok tanpa pita cukai di wilayah Jalan Asahan, Perumnas 2, Kota Tangerang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terjadi percekcokan antara sejumlah awak media dengan oknum penjual rokok tanpa pita cukai yang diduga berasal dari Aceh. Dalam kejadian tersebut, para wartawan disebut sempat digiring menuju kawasan dekat Alun-Alun dan kemudian dibawa ke depan kantor Pegadaian UPC Borobudur yang berada di pinggir jalan.


Di lokasi tersebut, para awak media diduga mengalami intimidasi. Dua wartawan dikabarkan telepon genggamnya dirampas secara paksa, sementara satu wartawan lainnya diambil kunci sepeda motornya. Lima wartawan yang berada di lokasi disebut tidak diperbolehkan meninggalkan tempat tersebut.

Tidak hanya itu, para oknum penjual rokok tanpa pita cukai tersebut juga diduga meneriaki para wartawan dengan sebutan “maling” dan “rampok”. Para awak media kemudian dipaksa untuk ikut menuju Polsek Kelapa Dua. Bahkan, wartawan disebut tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan pribadi mereka sendiri dan diminta ikut bersama rombongan oknum penjual rokok ilegal tersebut.

Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan, mengingat tugas jurnalistik dilindungi undang-undang sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial dan penyampaian informasi kepada publik. Jika dugaan intimidasi dan perampasan tersebut benar terjadi,

maka aparat penegak hukum diharapkan dapat bertindak tegas dan profesional untuk mengusut kejadian tersebut.
Upaya pemberantasan rokok ilegal dinilai harus dilakukan secara menyeluruh melalui pengawasan distribusi,

penindakan hukum yang konsisten, edukasi kepada masyarakat, serta keterlibatan publik dalam melaporkan dugaan peredaran rokok ilegal di lingkungannya. (Red)

  • Mei 10, 2026
  • 3 minutes Read
Ribuan Jamaah Hadiri Pengajian Akbar Cilongok, Perkuat Akhlak, Persatuan dan Ketahanan Sosial Masyarakat

Sumber1news

Pasar Kemis Kabupaten Tangerang, Minggu 10 Mei 2026 — Ribuan jamaah memadati Masjid Jami’ Al-Istiqlaliyah, Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, dalam kegiatan rutin Pengajian Akbar mingguan yang berlangsung khidmat dan tertib pada Minggu pagi (10/5/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 hingga 10.00 WIB tersebut menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar dan paling berpengaruh di wilayah Pasar Kemis dan sekitarnya. Pengajian ini merupakan tradisi dakwah yang telah lama diasuh Al-Maghfurlah KH. Uci Turtusi dan kini diteruskan oleh para putra serta pengurus Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah.

Kegiatan diselenggarakan oleh Pengurus Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah bersama DKM Masjid Al-Istiqlaliyah Cilongok dengan melibatkan sekitar 45 panitia aktif yang terdiri dari santri, pemuda karang taruna, serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua panitia, H. Nurhanudin yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat sekaligus Camat Pasar Kemis, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi wadah ibadah dan dakwah, namun juga sebagai sarana mempererat silaturahmi dan menjaga persatuan masyarakat.

Pengajian dipimpin langsung oleh KH. Tohawi Romli atau yang akrab disapa Abah Entoh selaku pengasuh utama majelis pengajian Cilongok. Turut hadir sebagai penceramah pendamping yakni Ustadz Drs. H. Ahmad Sofyan dan Ustadz H. Muhidin.

Dalam tausiyahnya yang mengangkat tema “Menjaga Akhlak dan Persatuan Menuju Masyarakat yang Beradab”, KH. Tohawi Romli menekankan pentingnya menjaga moral, keamanan lingkungan, serta memperkuat persaudaraan antarwarga.
“Keamanan dimulai dari rumah sendiri. Warga harus saling menjaga, saling mengingatkan, dan segera melaporkan hal-hal mencurigakan kepada pihak berwenang,” pesan beliau di hadapan ribuan jamaah.

Materi ceramah juga menyinggung pentingnya ketaatan terhadap hukum negara, menjaga lingkungan, serta menjauhi berbagai tindakan kriminal dan perbuatan tercela yang meresahkan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana, menyejukkan, namun tetap tegas, disertai dalil Al-Qur’an, hadis, serta nasihat ulama terdahulu sehingga mudah dipahami seluruh lapisan jamaah.
Kegiatan turut dihadiri unsur pengamanan dari Polsek Pasar Kemis, Babinsa Koramil Pasar Kemis, serta Satlinmas Desa Sukamantri yang membantu pengaturan lalu lintas, parkir, dan keamanan lokasi kegiatan.

Jumlah jamaah diperkirakan mencapai lebih dari 2.200 orang yang datang dari berbagai wilayah seperti Pasar Kemis, Sepatan, Mauk, Kresek, Balaraja hingga sebagian Kota Tangerang.

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan hadroh dan marhaban oleh grup rebana santri, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, yasinan, tahlilan, sholawat bersama, tausiyah inti, sesi tanya jawab, hingga doa penutup.

Selain menjadi pusat dakwah dan pendidikan agama, pengajian Cilongok juga dinilai memiliki fungsi sosial yang kuat sebagai wadah silaturahmi, penyelesaian persoalan warga, hingga penguatan nilai ketertiban dan keamanan masyarakat.

Dalam kajian hari ini, materi ceramah juga dikaitkan dengan sejumlah kejadian sosial yang sempat menjadi perhatian masyarakat, seperti kasus pembobolan rumah di Pisangan Jaya dan kebakaran di Sarakan Sepatan. Jamaah diingatkan bahwa tindakan kriminal maupun kelalaian yang merugikan masyarakat bertentangan dengan nilai agama dan hukum negara.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan hingga selesai pukul 10.00 WIB. Jamaah meninggalkan lokasi secara tertib setelah menerima konsumsi berupa nasi bungkus dan minuman yang dibagikan panitia sebagai bentuk sedekah dan kebersamaan warga.

Pengajian Akbar Cilongok kini tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga telah berkembang menjadi simbol persatuan, pendidikan moral, serta pilar ketahanan sosial masyarakat Pasar Kemis dan Tangerang Raya.

Wartawan : Helmi
Sumber : Observasi Langsung & Wawancara Pengurus

  • April 25, 2026
  • 2 minutes Read
Proyek Galian Fiber Optik di KS Tubun Diduga Rusak Trotoar, Warga Soroti Minim Pengamanan

Sumber1news

Tangerang – Aktivitas penggalian untuk pemasangan jaringan fiber optik di Jalan KS Tubun, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, kembali menuai keluhan dari warga sekitar.

Pasalnya, pekerjaan tersebut diduga menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum, khususnya trotoar yang selama ini digunakan oleh pejalan kaki.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat tumpukan tanah bekas galian serta material seperti paving block yang dibongkar dibiarkan berserakan dan tidak tersusun rapi. Selain itu, lubang galian tampak terbuka tanpa dilengkapi pengamanan yang memadai, seperti garis pembatas atau rambu peringatan.

Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara yang melintas di sekitar area proyek.

Salah seorang warga setempat, Budi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut. Ia menilai pihak pelaksana kurang memperhatikan dampak lingkungan dan keselamatan masyarakat.

“Kalau memang ada pekerjaan seperti ini, seharusnya setelah digali dikembalikan lagi seperti semula. Ini malah dibiarkan rusak, trotoar jadi tidak bisa dipakai dengan nyaman,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, kondisi itu sudah berlangsung selama beberapa waktu tanpa adanya upaya perbaikan dari pihak terkait. Selain mengganggu aktivitas warga, situasi ini juga berpotensi memicu kecelakaan, terutama pada malam hari apabila tidak disertai penerangan atau tanda peringatan yang jelas.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut. Mereka juga meminta agar pihak pelaksana proyek bertanggung jawab dengan memperbaiki kembali fasilitas umum yang terdampak serta memastikan seluruh pekerjaan dilakukan sesuai standar operasional prosedur.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek terkait keluhan warga tersebut.

( Red )

Berita Populer

  • Juli 16, 2026
  • Juli 15, 2026
  • Juli 14, 2026
  • Juli 8, 2026
  • Juli 8, 2026
  • Juli 7, 2026
Verified by MonsterInsights