media sumber1news
TANGERANG — Gerakan Pemuda Tangerang mempertanyakan transparansi dan independensi dalam pelantikan Forum Pelanggan Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang. Forum yang seharusnya menjadi wadah representasi pelanggan tersebut dinilai jangan sampai hanya menjadi formalitas tanpa benar-benar menyuarakan kepentingan masyarakat pengguna layanan air.
Ketua Gerakan Pemuda Tangerang, Riski, mengatakan pihaknya mempertanyakan proses pelantikan kepengurusan Forum Pelanggan Tirta Benteng yang dinilai belum diketahui secara luas oleh pelanggan.
“Kami mempertanyakan transparansinya. Pelantikan forum pelanggan ini terkesan tidak diketahui oleh pelanggan yang sebenarnya. Sepanjang yang kami lihat, tidak ada proses pemberitahuan secara terbuka kepada publik mengenai siapa saja yang menjadi pengurus Forum Pelanggan yang baru,” ujar Riski.
Menurut Pemuda asal Batuceper tersebut, persoalan tersebut penting karena forum pelanggan pada hakikatnya merupakan wadah yang harus merepresentasikan kepentingan pelanggan. Karena itu, publik berhak mengetahui bagaimana proses pembentukan forum, mekanisme pemilihan pengurus, serta siapa saja yang ditunjuk menjadi bagian dari kepengurusan.
“Pertanyaannya sederhana, apakah nama-nama yang tercantum dalam kepengurusan tersebut benar-benar merupakan pelanggan Tirta Benteng? Karena sejatinya yang mempunyai kepentingan dan hak untuk berada di dalam Forum Pelanggan adalah pelanggan itu sendiri. Jangan sampai ada forum yang mengatasnamakan pelanggan, tetapi pelanggan justru tidak mengetahui keberadaannya,” tegasnya.
*Pertanyakan Fungsi dan Independensi Forum*
Gerakan Pemuda Tangerang juga mempertanyakan fungsi serta independensi Forum Pelanggan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Riski menegaskan, forum pelanggan tidak boleh hanya menjadi simbol hubungan antara perusahaan dengan masyarakat. Forum harus mempunyai keberanian untuk menyampaikan kritik ketika terdapat persoalan pelayanan.
“Forum pelanggan bukan hanya simbol dan bukan sekadar formalitas. Forum ini harus benar-benar menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, kritik dan aspirasi terkait pelayanan air. Kalau ada pelayanan yang bermasalah, forum harus berani menyampaikannya,” katanya.
Ia menambahkan, Forum Pelanggan seharusnya mampu menjadi jembatan komunikasi dua arah antara pelanggan dengan Perumda Tirta Benteng.
“Forum ini harus menjadi jembatan komunikasi antara pelanggan dengan perusahaan daerah air minum. Jangan sampai ketika ada keluhan masyarakat, forum justru diam atau bahkan terkesan membungkam keluhan pelanggan. Justru forum harus berada di depan untuk menyampaikan apa yang dirasakan masyarakat,” ujar Riski.
Menurutnya, berbagai persoalan yang menyangkut pelayanan air bersih harus menjadi perhatian serius, mulai dari keluhan pelanggan, kualitas dan kontinuitas pelayanan, tekanan air, respons terhadap pengaduan, hingga berbagai kebijakan yang berkaitan langsung dengan pelanggan.
*Minta Mekanisme Kerja Dibuka ke Publik*
Selain mempertanyakan proses pembentukan, Gerakan Pemuda Tangerang juga meminta agar mekanisme kerja Forum Pelanggan dilakukan secara transparan.
Riski mengatakan, masyarakat harus mengetahui bagaimana forum tersebut menampung aspirasi, apa saja program kerjanya, serta bagaimana tindak lanjut terhadap berbagai keluhan pelanggan.
“Proses kerja forum juga harus transparan. Mekanisme penampungan aspirasi harus jelas, program kerjanya harus diketahui pelanggan dan hasil evaluasinya juga harus disampaikan kepada masyarakat. Jangan setelah dilantik kemudian tidak ada lagi aktivitas dan masyarakat tidak tahu apa yang dikerjakan,” katanya.
Ia menilai transparansi menjadi hal penting agar Forum Pelanggan tidak kehilangan legitimasi di mata masyarakat.
“Kalau memang forum ini dibentuk untuk pelanggan, maka pelanggan harus dilibatkan. Jangan hanya nama pelanggan yang digunakan, tetapi suara pelanggan tidak pernah benar-benar didengar,” sambungnya.
*Soroti Kebutuhan Dewan Pengawas*
Di sisi lain, Riski menyebut ada kebutuhan yang menurutnya jauh lebih mendesak untuk diperhatikan, yakni penambahan jumlah anggota Dewan Pengawas Perumda Tirta Benteng.
Menurutnya, dengan jumlah pelanggan yang disebut telah mencapai sekitar 160 ribu pelanggan, diperlukan penguatan fungsi pengawasan agar tata kelola perusahaan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
“Bagi kami, kebutuhan yang mendesak hari ini adalah penambahan jumlah anggota Dewan Pengawas PDAM. Dengan jumlah pelanggan yang sudah mencapai sekitar 160 ribu, menurut kami sudah layak ada penguatan struktur pengawasan. Jangan sampai jumlah pelanggan terus bertambah, tetapi fungsi pengawasan tidak diperkuat,” ungkap Riski.
Ia mengatakan Dewan Pengawas memiliki posisi penting dalam memastikan perusahaan daerah berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik, termasuk dalam aspek pelayanan, kinerja, transparansi dan kepentingan masyarakat.
“Jumlah pelanggan itu bukan angka kecil. Ada ratusan ribu masyarakat yang menggantungkan kebutuhan airnya kepada perusahaan daerah. Maka pengawasan juga harus sebanding dengan besarnya tanggung jawab pelayanan tersebut,” katanya.
*Jangan Jadikan Forum Sekadar Seremonial*
Gerakan Pemuda Tangerang menegaskan kritik tersebut bukan ditujukan untuk menolak keberadaan Forum Pelanggan, melainkan mendorong agar forum tersebut benar-benar menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.
“Kami tidak anti terhadap Forum Pelanggan. Justru kami ingin forum ini diperkuat dan benar-benar independen. Jangan sampai pelantikannya ramai, tetapi setelah itu tidak ada suara ketika pelanggan menghadapi persoalan,” ujar Riski.
Ia meminta Perumda Tirta Benteng membuka ruang komunikasi dan partisipasi publik yang lebih luas dalam pengelolaan pelayanan air bersih.
“Jangan jadikan Forum Pelanggan sebagai pajangan atau sekadar pelengkap struktur. Pelanggan membutuhkan wadah yang benar-benar berani berbicara, berani mengkritik dan berani memperjuangkan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Gerakan Pemuda Tangerang juga mendorong agar ke depan proses pembentukan maupun evaluasi Forum Pelanggan dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat dapat mengetahui siapa yang menjadi representasi mereka dan sejauh mana forum tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi pelanggan.
Redaksi, muhaemin










