• September 12, 2025
  • 2 minutes Read
Kebocoran Pipa Utama di Tangerang Picu Krisis Air Bersih, Ribuan Warga Terdampak

sumber1news.com

Tangerang, 12 September 2025 – Sejak Rabu malam (10/9/2025), Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang mengumumkan adanya kebocoran serius pada pipa distribusi utama berdiameter 1.000 milimeter di Jalan Dr. Sitanala, Kecamatan Neglasari. Insiden ini memicu krisis air bersih yang meluas dan menjerat ribuan pelanggan di berbagai kawasan permukiman hingga kampung padat penduduk.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun Instagram-nya, manajemen Perumda TB menyampaikan bahwa upaya perbaikan telah dimulai sejak Rabu pukul 22.00 WIB. Namun hingga Jumat pagi (12/9/2025), distribusi air bersih di sejumlah wilayah masih belum kembali normal.
“Dengan hormat, kami sampaikan bahwa telah teridentifikasi kebocoran pada jaringan distribusi utama. Demi menjamin keamanan serta keberlangsungan pasokan air bersih, perbaikan dilakukan secara mendesak,” tulis manajemen Perumda TB.
Akibat keterlambatan pemulihan, warga di berbagai daerah—mulai dari Keroncong Permai, Gebang Raya, hingga Periuk—terpaksa mencari alternatif sumber air. Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang warga membeli air bersih seharga Rp1.000–Rp2.000 per ember dari penyedia swasta maupun tetangga yang masih memiliki sumur. Berbagai sarana darurat seperti sepeda motor, gerobak, hingga pipa rakitan digunakan untuk mendistribusikan air secara mandiri.
Hasan (33), warga Keroncong Permai, mengaku frustrasi dengan kondisi ini.
“Cucian numpuk, mau BAB juga susah karena tidak ada air. Terpaksa beli air,” ujarnya.
Hal serupa dialami Wati (40), warga lain yang mengaku harus mengantre sejak Kamis malam.
“Enggak tahu sampai kapan. Enggak ada pemberitahuan juga. Kalau bisa secepatnya, biar aktivitas warga enggak terganggu,” keluhnya.
Wilayah terdampak tercatat cukup luas, meliputi sedikitnya 25 kompleks perumahan dan kawasan padat penduduk. Beberapa di antaranya termasuk Griya Duta Asri, Bugel Mas Indah, Pondok Arum, Periuk Jaya Permai, Vila Tomang Raya, serta kawasan ruko seperti Rotterdam dan Panorama Cibodas.
Hingga saat ini, Perumda TB belum memberikan estimasi pasti kapan pasokan air bersih akan kembali normal. Situasi ini menyoroti kerentanan sistem distribusi air perkotaan, di mana satu titik kebocoran besar dapat melumpuhkan layanan vital dan mengganggu aktivitas harian warga secara signifikan.
Krisis ini menuntut percepatan proses perbaikan, serta keterbukaan informasi dari pihak berwenang kepada publik. Pasalnya, air bersih bukan sekadar layanan utilitas, melainkan kebutuhan dasar yang krusial bagi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.
iwan / red

  • September 11, 2025
  • 2 minutes Read
Soroti Carut-Marut Perizinan Bangunan, Oknum Satpol PP Diduga Jadi “Operator” di Balik Layar

sumber1news.com

Kota Tangerang – Dugaan praktik menyimpang dalam perizinan Bangunan Gedung (PBG) di Kota Tangerang kembali menjadi sorotan. Tak hanya tersendat oleh prosedur birokrasi yang rumit, pengurusan izin kini juga diwarnai dugaan keterlibatan oknum aparat penegak Perda, yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), yang diduga berperan sebagai “operator” di balik layar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, seorang oknum Satpol PP diduga kuat menggunakan pihak ketiga berinisial ESZ sebagai perantara dalam mengurus izin bangunan. Modus ini disebut-sebut sudah berlangsung cukup lama, menyasar pemilik bangunan yang mengalami hambatan dalam proses perizinan resmi.
Salah satu kasus mencolok terjadi di wilayah Jalan Iskandar Muda, Kelurahan Neglasari, Kota Tangerang, di mana sebuah bangunan berdiri tanpa kejelasan status perizinan, namun tidak juga ditindak secara tegas.
“Hal ini sangat memprihatinkan. Satpol PP yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menegakkan Perda, justru diduga menjadi pembeking bagi bangunan ilegal lewat oknum di dalam tubuhnya sendiri,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Lebih jauh, praktik ini dianggap mencerminkan pengawasan yang tidak adil dan sarat kepentingan. Bangunan milik warga biasa bisa langsung ditertibkan, sementara bangunan yang dibekingi oknum tertentu seolah kebal hukum.
“Yang kecil langsung ditindak, yang besar dibiarkan berdiri karena punya ‘orang dalam’. Ini jelas mencederai rasa keadilan masyarakat,” imbuhnya.
Warga pun mulai kehilangan kepercayaan terhadap proses perizinan yang dinilai ruwet dan mudah disusupi calo. ESZ disebut-sebut kerap mengatasnamakan kedekatannya dengan pejabat Satpol PP untuk “mengamankan” bangunan yang bermasalah.
Upaya untuk mengonfirmasi hal ini kepada Kepala Bidang Penegakan Hukum Daerah (Gakumdu) Satpol PP Kota Tangerang belum membuahkan hasil maksimal. Pihak berwenang terkesan enggan memberikan penjelasan terbuka terkait dugaan keterlibatan ESZ maupun oknum di internal mereka.
Kini, publik menanti langkah tegas dan transparan dari Pemerintah Kota Tangerang, khususnya Wali Kota dan jajaran terkait, dalam mengusut tuntas dugaan praktik mafia perizinan ini. Komitmen Pemkot untuk memangkas birokrasi serta menindak tegas aparat yang menyalahgunakan kewenangan kembali diuji.
“Pembersihan terhadap oknum-oknum nakal harus dilakukan. Jangan sampai Satpol PP kehilangan legitimasi di mata publik hanya karena segelintir aparat bermain di wilayah abu-abu,” tegas pengamat kebijakan publik lokal.
Masyarakat berharap, pemerintah tak sekadar wacana dalam membenahi sistem perizinan, melainkan mampu memberikan kepastian hukum, perlakuan yang adil, dan pelayanan yang bersih dari praktik percaloan dan korupsi.

red

  • September 11, 2025
  • 2 minutes Read
POLSEK NEGLASARI AMANKAN PENJUAL OBAT KERAS ILEGAL, 260 BUTIR DAN UANG TUNAI DISITA

sumber1news.com

Tangerang, 11 September 2025 – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Neglasari, Polres Metro Tangerang Kota, berhasil mengungkap kasus peredaran obat keras ilegal tanpa izin edar di wilayah hukum Neglasari.
Dalam operasi yang digelar pada Rabu, 10 September 2025, petugas mengamankan seorang pria berinisial AM (28) alias Asradul Muslim Ali bin Ishak, yang diduga menjual obat-obatan keras daftar G secara ilegal.


Penangkapan dilakukan di sebuah toko kosmetik di Jalan Jembatan Baru, Kelurahan Neglasari, Kota Tangerang. Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, di antaranya:
• 260 butir obat keras berbagai jenis tanpa izin edar
• Uang tunai sebesar Rp173.000 yang diduga hasil dari penjualan obat-obatan ilegal tersebut
Kapolsek Neglasari, AKP Imron Mas’adi, menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran obat-obatan ilegal yang membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku penyalahgunaan obat-obatan keras di wilayah hukum kami. Penindakan ini menjadi bukti nyata keseriusan Polri dalam melindungi masyarakat,” ujar AKP Imron.
Saat ini, pelaku AM telah diamankan di Mapolsek Neglasari dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut. Ia dijerat dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yakni:
• Pasal 196, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp1.000.000.000
• Pasal 197, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp1.500.000.000
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak membeli atau mengonsumsi obat-obatan tanpa resep atau izin dari tenaga medis resmi, serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran obat ilegal.
Layanan Pengaduan:
• Call Center Polri: 110
• Telepon Satpas (SIM): (021) 5579-5962
• WhatsApp Pengaduan: 0822-1111-0110
Polsek Neglasari berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta terus mengedukasi warga agar tidak terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum.
Humas Polsek Neglasari Polres Metro Tangerang Kota

  • September 11, 2025
  • 1 minute Read
Pompa Mati, Hujan 30 Menit Sebabkan Rumah Warga di Karawaci Terendam

sumber1news.com

Tangerang, 11 September 2025 — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Tangerang selama kurang lebih 30 menit pada Kamis sore menyebabkan air masuk ke sejumlah rumah warga di Jalan Darma Bakti, RT 001 RW 004, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Karawaci.

Air yang menggenang setinggi 20–30 cm merendam rumah-rumah warga, menyebabkan gangguan aktivitas serta kekhawatiran akan kerusakan perabotan rumah tangga. Berdasarkan keterangan warga setempat, genangan air terjadi karena sistem drainase tidak mampu menampung debit air hujan yang tinggi. Situasi diperparah dengan matinya pompa penyedot air di wilayah tersebut, yang seharusnya menjadi alat bantu untuk mempercepat pengaliran air keluar dari pemukiman.
“Biasanya kalau hujan deras, air memang cepat naik. Tapi kali ini pompa airnya mati, jadi air makin cepat masuk ke rumah. Kami kewalahan,” ujar Bapak Rudi, salah satu warga terdampak.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan terhadap pompa penyedot air dan mencari solusi jangka panjang untuk mengantisipasi banjir atau genangan di musim hujan.
Pihak kelurahan dan BPBD Kota Tangerang diharapkan segera turun tangan untuk melakukan penanganan serta mengevaluasi sistem drainase dan sarana pendukung lainnya di kawasan tersebut.
vijay

  • September 11, 2025
  • 2 minutes Read
*Satlantas Polres Metro Tangerang Kota Kampanyekan Keselamatan Lalu Lintas di Halte Bus Tayo TangCity*

sumber1news.com

Tangerang – Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang Kota melalui Unit Kamsel melaksanakan kegiatan kampanye keselamatan berlalu lintas disertai dengan pembagian snack kepada para pelajar dan pengguna transportasi umum di Halte Bus Tayo, Mall TangCity, Kota Tangerang, Rabu (10/9/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh personel Unit Kamsel, antara lain Ipda Desi Susanti, Ipda Febby Septian, Aipda Dewi Yulianti, Aipda Gono Wahyudi, dan Aipda Dwi Riyadi.

Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Nopta Histaris Suzan, S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pelajar dan pengguna transportasi umum, mengenai pentingnya keselamatan di jalan raya.

“Kami ingin menanamkan pemahaman sejak dini bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Dengan disiplin dan tertib di jalan, kita bisa melindungi diri sendiri maupun orang lain,” ujar Nopta.

Selain memberikan edukasi, petugas Satlantas juga membagikan snack sebagai bentuk apresiasi kepada para pelajar dan masyarakat yang hadir. Suasana kegiatan berlangsung hangat, para pelajar terlihat antusias mendengarkan arahan serta menerima pembagian snack dari petugas.

“Kegiatan ini kami kemas dengan cara yang sederhana dan menyenangkan, agar pesan keselamatan bisa diterima dengan baik oleh generasi muda maupun pengguna transportasi umum,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan lancar, tertib, dan mendapat respon positif dari masyarakat sekitar.

  • September 11, 2025
  • 2 minutes Read
​Polisi Tangkap Tiga WNA Cina dalam Kasus Pencurian Bernilai Miliaran Rupiah

sumber1news.com
​TANGERANG – Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap kasus pencurian yang melibatkan tiga warga negara asing (WNA) asal Cina. Dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, para pelaku diduga telah beraksi sejak awal tahun 2025 dengan target utama rumah kosong milik ekspatriat dan pengusaha. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp4,2 miliar.

Polres Metro Tangerang Kota berhasil membongkar sindikat pencurian internasional yang beroperasi di wilayahnya. Para pelaku merupakan tiga WNA asal Cina yang spesialis membobol rumah-rumah kosong.

Tiga orang pelaku yang terlibat berinisial FS (49), HX (39), dan CW (40). Dua di antaranya, FS dan HX, telah berhasil ditangkap. Sementara itu, satu pelaku lainnya, CW, masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan kini tengah dikejar oleh pihak kepolisian melalui koordinasi dengan Interpol dan pihak imigrasi.

Aksi pencurian ini diduga telah dijalankan oleh para pelaku sejak awal tahun 2025. Penangkapan terhadap dua pelaku, FS dan HX, dilakukan pada Selasa, 9 September 2025.

Penangkapan FS dan HX dilakukan di sebuah apartemen mewah di kawasan Jakarta Barat. Sebelumnya, mereka melancarkan aksinya di klaster kawasan Palem Semi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Para pelaku menjadikan rumah-rumah kosong milik ekspatriat dan pengusaha sebagai sasaran karena mereka berpura-pura menjadi penghuni kompleks untuk mencari targetnya. Mereka juga dilengkapi dengan peralatan canggih untuk membobol sistem keamanan rumah. Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan WNA dan kerugian yang sangat besar.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi berhasil menangkap FS dan HX di sebuah apartemen mewah. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk perhiasan mewah, uang tunai dalam berbagai mata uang (termasuk dolar), dan barang bukti lain seperti brankas. Para tersangka diketahui merupakan bagian dari sindikat internasional yang telah beroperasi di beberapa negara di Asia Tenggara.

Humas polres metro tangerang kota AKP Prapto Lasono menyampaikan
“Dari hasil penyelidikan, total kerugian ditaksir mencapai Rp4,2 miliar. Kami berhasil amankan perhiasan permata, uang tunai dolar dan barang bukti lain seperti brankas. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Saat ini, polisi tengah berkoordinasi dengan Interpol dan pihak imigrasi untuk menelusuri jaringan yang lebih luas. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor ke Layanan darurat Call Center Polri: 110 atau Telepon Satpas (SIM) 021-55795962
Pengaduan via WhatsApp 0822-1111-0110 jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar .”

Red

  • September 9, 2025
  • 1 minute Read
KETUA ALIANSI ORMAS MPLC CILEDUG SOROTI JALAN LEMBANG YANG KUMUH DAN RUSAK

sumber1news.com

TANGERANG – Ketua Aliansi Organisasi Masyarakat (Ormas) MPLC se-Kecamatan Ciledug, Kusnan, angkat bicara terkait dampak pembangunan Alun-Alun Ciledug di Jalan Pasar Baru Lembang, Kota Tangerang. Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, baik menuju tempat kerja, anak-anak berangkat ke sekolah, maupun jalur alternatif menuju berbagai kawasan di Ciledug.

Kusnan menilai kondisi jalan yang kini tergenang air dan berlumpur sangat memprihatinkan serta tidak layak berada di tengah perkotaan seperti Tangerang. Ia menegaskan, seharusnya sebelum dilakukan peningkatan pembangunan, pemerintah setidaknya memperbaiki akses jalan terlebih dahulu agar dapat digunakan masyarakat.

“Air dari sekitar Alun-Alun Ciledug menggenang di jalan, menyebabkan jalan berlumpur, kumuh, dan tidak bisa dipakai warga. Padahal ini akses utama masyarakat. Harapan saya, mewakili suara warga, dinas terkait segera membenahi jalan ini supaya tidak merugikan masyarakat yang akhirnya harus memutar lewat jalur lain, sehingga aktivitas dan perekonomian terganggu,” ujar Kusnan.

Ia meminta pihak pemerintah daerah lebih memperhatikan dampak proyek pembangunan, agar sarana penunjang seperti jalan tidak terbengkalai dan benar-benar mendukung kemajuan kawasan, bukan justru menyulitkan warga.
Red / Arifin /vj

  • September 9, 2025
  • 2 minutes Read
Proyek Rehabilitasi Jalan di Ciledug Disorot: Anggaran Fantastis, Konblok Bekas Jadi “Alat Koordinasi”

sumber1news.com
Tangerang – Proyek rehabilitasi jalan yang tengah berjalan di Jalan Keramat Rompang, RT 002/RW 001, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, menjadi sorotan tajam masyarakat. Pasalnya, proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak mencapai Rp148.200.000, dinilai tidak transparan, terutama dalam pengelolaan material bekas berupa konblok.

Pantauan di lokasi pada Minggu (7/9/2025), tampak sejumlah pekerja sibuk melakukan penataan material. Namun saat dimintai keterangan oleh awak media terkait keberadaan konblok bekas dan kejelasan proyek, para pekerja memilih bungkam tanpa memberikan penjelasan apa pun.
Yang menjadi perhatian warga, tumpukan konblok bekas justru terlihat disimpan di area lingkungan warga. Diduga, material tersebut tidak dikembalikan sebagai aset pemerintah, melainkan disebut-sebut digunakan sebagai “alat koordinasi” tingkat lingkungan.
Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Ciledug (MPLC), Kusnadi, menyayangkan lemahnya pengawasan dari pihak terkait.
“Dengan anggaran sebesar itu, seharusnya pelaksanaan proyek lebih transparan dan profesional. Konblok bekas itu aset negara, bukan untuk kepentingan oknum tertentu atau dijadikan barter koordinasi lingkungan. Pemerintah harus tegas,” ujarnya.
Kusnadi menegaskan, masyarakat berhak mengetahui secara jelas penggunaan anggaran serta pemanfaatan aset dalam proyek-proyek publik yang dibiayai dari pajak rakyat.
“Kita mendukung pembangunan, tapi jangan sampai ada indikasi penyalahgunaan material dan aset. Semua harus sesuai aturan,” tegasnya.
Berdasarkan papan proyek yang terpasang, pekerjaan rehabilitasi ini dikerjakan oleh CV. Jabaru dengan waktu pelaksanaan selama 50 hari kalender, dimulai sejak awal September 2025.
Warga setempat berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang segera turun tangan melakukan pengawasan langsung agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai spesifikasi teknis, serta memastikan tidak ada penyelewengan aset negara yang dapat merugikan masyarakat.

(Red/arifin)

  • September 9, 2025
  • 2 minutes Read
FORMAT Akhlaqul Karimah Kecamatan Periuk Menggelar Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Mustaqim.

sumber1news.com

Kota Tangerang – Dengan Mengangkat Tema “Meneladani Akhlaq Rasulullah SAW”, Forum Majelis Taklim (Format) Akhlaqul Karimah Kecamatan Periuk menggelar acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Milad ke : 11 Format Akhlaqul Karimah Kecamatan Periuk di Masjid Al-Mustaqim, Jl. Villa Tangerang Regency RW 012, Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, Selasa (09/09/2025) pagi.

Hadir pada acara ini Camat Periuk H. Nanang Kosim, S.Sos, M.Si, SE, Ibu Ayu Rosita Bahrul Ulum, Ketua Format Kecamatan Periuk Ibu Hj. Mulyati Sugiyono, Ketua Format Gebang Raya Ustadzah Koniatul Kodriyah, S.Pd, Ketua Format Akhlaqul Karimah se-Kecamatan Periuk beseta para Pengurus dan Ketua Majelis Taklim yang ada di Kecamatan Periuk beserta jama’ah.

Kemudian, Pengurus MUI Kecamatan Periuk Ustadz M. Najir, Ustadz Jamadi, Ustadz Aminudin dan Yang Mewakili Ketua Majlis Arba’in Ibu Fidia dan Ibu Hanifah.

Pra Acara diawali dengan Zikir pagi dan Yasin dipimpin oleh Ibu Hj. Kokom dilanjut Tahlil dipimpin oleh Ibu Hj. Murtafiah.

Bertugas sebagai pembawa acara Ibu Fitri.

Pembacaan ayat suci Al Qur’an yang dilantunkan Ibu Hj. Eulis dan Saritilawah Ibu Hj. Alfiah.

Selanjutnya, Sambutan Camat Periuk H. Nanang Kosim, S.Sos, M.Si, SE Yang dilanjutkan dengan Pemotongan Tumpeng Milad ke 11 Format Akhlaqul Karimah Kecamatan Periuk dan Sambutan yang mewakili Penasehat Format Akhlaqul Karimah Kecamatan Periuk yang disampaikan oleh Ibu Ayu Rosita Bahrul Ulum serta Sambutan dari Ketua Format Kecamatan Periuk Hj. Mulyati Sugiyono.

Sholawat Dustur yang dipimpin oleh Ibu Yanti.

Bertindak sebagai Penceramah/Tausiyah Kiai Habib Syafiq Bin Ali Ridho, BSA.

Acara ini diselingi juga dengan penampilan Tim Marawis Renufal Junior.

Acara diakhiri dengan do’a bersama, Mushofahah, Ramah Tamah dan Poto Bersama.

Kegiatan Pengajian ini dihadiri oleh 505 Jama’ah.

( EMIN )

  • September 9, 2025
  • 2 minutes Read
Diduga Ada Pembiaran: Sampah dari Tangerang Dibuang ke TPS Duri Kosambi, Cengkareng Jakarta Barat

sumber1news.com

Jakarta, 9 September 2025 – Sampah rumah tangga yang berasal dari wilayah perumahan Poris Indah di RW 10, Kelurahan Poris Indah Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, diduga telah buang secara rutin ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.


Informasi ini mencuat setelah adanya temuan dari warga dan awak media mengenai aktivitas pembuangan sampah lintas wilayah yang diduga telah berlangsung selama lebih dari sepuluh tahun.
Menindaklanjuti temuan tersebut, tim kami melakukan konfirmasi langsung ke Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat. Kami sempat bertemu dengan pejabat terkait yang kemudian mengarahkan kami ke Dinas Pengawasan Lingkungan Hidup Wilayah Kecamatan Cengkareng.
Saat berupaya melakukan konfirmasi lanjutan di kantor pengawasan yang berlokasi di Cengkareng, tim mencoba menemui Bapak Alung, pejabat yang disebut sebagai pemangku kebijakan di kantor tersebut. Namun, saat itu yang bersangkutan belum berada di tempat karena diketahui sedang melakukan kegiatan pengawasan rutin ke lapangan.
Sebagai pengganti, seorang pegawai bernama Hermanto menerima kedatangan kami dan memberikan keterangan awal. Dalam pernyataannya, Hermanto menyatakan bahwa dirinya akan menyampaikan laporan dan aduan dari kami kepada Bapak Alung terkait pembuangan sampah dari wilayah Tangerang ke wilayah Jakarta Barat tersebut.
“Ini akan saya sampaikan ke Pak Alung, karena laporan ini sudah lama juga menjadi perbincangan dan kami sadari memang ada masalah di situ,” ujar Hermanto kepada tim media.
Sayangnya, hingga saat berita ini diturunkan, upaya kami untuk menghubungi pihak pengawasan DLH tingkat Kecamatan Cengkareng belum membuahkan hasil. Beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon, tidak ada respon. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa ada pembiaran terhadap aktivitas pembuangan sampah lintas wilayah yang jelas-jelas melanggar aturan.
Padahal, pengawasan atas TPS dan pengelolaan sampah seharusnya menjadi tanggung jawab penuh pihak pengawasan lingkungan hidup di tingkat kecamatan.
Permasalahan ini kini menjadi sorotan dan diharapkan segera ditangani oleh instansi terkait demi menjaga ketertiban serta kelestarian lingkungan, khususnya di wilayah Jakarta Barat yang terdampak langsung oleh aktivitas pembuangan sampah ilegal tersebut.

wahid – red

Berita Populer

  • Maret 7, 2026
  • Maret 5, 2026
  • Maret 5, 2026
  • Maret 4, 2026
  • Maret 4, 2026
  • Maret 3, 2026
Verified by MonsterInsights