Sumber1news
TANGERANG KOTA, — Upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah perkotaan terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Panen Jagung Kuartal III dalam rangka mendukung program swasembada jagung 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Iryan Selection, RT 01/RW 04, Jalan Ir. Djuanda, Kelurahan Batu Sari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Senin (31/8/2026).
Panen jagung ini menjadi bagian dari dukungan bersama dalam memperkuat produksi pangan sekaligus mendorong tercapainya target swasembada jagung nasional pada 2026. Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan di wilayah perkotaan masih memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lahan produktif.
Kegiatan panen melibatkan jajaran Polres Metro Tangerang Kota, Polsek Batuceper, Kelurahan Batu Sari, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, serta unsur RT dan RW setempat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Muhdorun, mengatakan kolaborasi berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah perkotaan.
Menurutnya, pemanfaatan lahan untuk budidaya tanaman pangan dapat terus dikembangkan dengan menyesuaikan potensi dan kondisi masing-masing wilayah.
“Panen ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam mendukung ketahanan pangan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Muhdorun.
Ia menambahkan, penguatan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat serta dukungan dari berbagai sektor.
“Karena itu, DKP Kota Tangerang terus mendorong pemanfaatan lahan secara produktif untuk mendukung ketersediaan pangan,” katanya.
Sementara itu, Camat Batuceper Achsin Ghufron menyampaikan apresiasi terhadap sinergi yang terbangun dalam pelaksanaan panen jagung tersebut.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa penguatan ketahanan pangan dapat dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan dalam kegiatan panen jagung ini. Semoga hasil panen dapat memberikan manfaat dan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kegiatan pertanian di wilayah Batuceper,” ujar Achsin.
Panen jagung Kuartal III tersebut diharapkan tidak hanya menjadi momentum produksi pangan, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya pemanfaatan lahan produktif di tingkat wilayah.
Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat sehingga upaya menjaga ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan serta menjadi bagian dari langkah nyata menuju swasembada jagung 2026.
Yon/Red










