sumber1news
Cadas Pangeran memang indah, tetapi juga menyimpan cerita kelam tentang pembangunan jalan pada masa kolonial, termasuk kisah kerja paksa, korban jiwa, dan berbagai legenda yang terus hidup di masyarakat Sumedang
Cadas Pangeran di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dikenal sebagai jalur bersejarah yang menyimpan jejak pembangunan Jalan Raya Pos pada masa Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels.
Jalur ini menjadi salah satu peninggalan penting dari masa kolonial yang hingga kini masih digunakan sebagai akses transportasi penghubung.
Berada di medan berbukit dan berbatu cadas dengan kontur jalan yang berkelok, curam, dan menantang. Kondisi geografis itu membuat jalur ini sejak awal pembangunan dikenal berat dan penuh risiko, terutama pada masa kerja paksa yang melibatkan ribuan pekerja pribumi.
Nama Cadas Pangeran juga lekat dengan kisah _Pangeran Kornel,_ Bupati Sumedang pada masa itu, yang disebut menolak perlakuan sewenang-wenang dalam pembangunan jalan tersebut.
Peristiwa itu kemudian dikenang sebagai simbol perlawanan terhadap kekuasaan kolonial.
Hingga kini, Cadas Pangeran tidak hanya menjadi jalur penting penghubung wilayah Bandung dan Sumedang, tetapi juga destinasi sejarah yang kerap menarik perhatian masyarakat.
Di kawasan itu terdapat monumen yang menjadi penanda memori perjuangan lokal sekaligus pengingat beratnya pembangunan infrastruktur pada masa lalu.
Dalam perkembangannya, Cadas Pangeran juga tetap menjadi perhatian karena kerawanan longsor di kawasan tebing.
Kondisi itu membuat jalur ini bukan hanya bernilai historis, tetapi juga strategis dan penting dalam mobilitas warga sehari-hari. (Tim Red)








