sumber1news

KARIMUN – Ketua DPC Patriot Nasional ( Patron) Karimun , Andi Acok membantah tudingan bahwa dirinya sengaja “cari panggung” memanfaatkan situasi desakan untuk dibukanya kembali jalur pelayaran ke Malaysia yang sempat tertunda dalam beberapa hari terakhir ini

Andi Acok menegaskan bahwa desakan dan kritik keras yang disampaikan pihaknya belakangan ini murni merupakan bentuk penyaluran dari masyarakat dan keresahan masyarakat di tingkat akar rumput.

“Kami tidak sedang mencari panggung atau popularitas. Saat ini kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit, harga kebutuhan pokok melambung tinggi, dan lapangan kerja makin sempit . Kehadiran kami di sini adalah untuk menyuarakan jeritan hati mereka yang tidak terdengar,” ujar Andi Acok dalam keterangannya di Kantor DPC Patriot Nasional (Patron) Jalan Raja Usman Kelurahan Kapling Kecamatan Tebing, Senin (27/7/2026).

Tudingan “cari panggung” ini mencuat setelah ormas tersebut gencar memberitakan serta menyuarakan pelayaran ke Malaysia yang sempat terhenti akibat isu yang berkembang di media sosial kembali mencuat beberapa waktu terakhir terkait dugaan praktik pungutan liar atau “uang Gerenti” di pelabuhan Internasional Karimun belum lama ini, ungkap Andi Acok.

Menurutnya, warga Karimun yang bekerja di Malaysia sebagai masyarakat pemilik paspor keluaran Imigrasi Karimun
juga punya andil dalam membiayai keluarga dan membesarkan anak-anaknya dan perekonomian Karimun.

Sebagian pihak menilai desakan untuk kembali jalur pelayaran ke Malaysia yang sempat tertunda tersebut sarat akan kepentingan lain .

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Patriot Nasional ( Patron) Karimun meminta seluruh pihak untuk tidak memperkeruh suasana dengan melempar spekulasi negatif.

Andi Acok menyatakan bahwa ormas Patriot Nasional yang dipimpinnya fokus pada solusi riil dan pengawasan kebijakan pemerintah, bukan sekadar memicu kegaduhan.

“Kalau kami diam, kami salah. Begitu kami bersuara membela rakyat, dibilang cari panggung. Fokus kita sekarang seharusnya adalah bagaimana menyelamatkan ekonomi rakyat, bukan saling mencurigai motif gerakan sosial,” pungkasnya.

Red