sumber1news

Ancaman kemacetan akibat banjir di jalur menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali menjadi perhatian serius lintas kementerian dan pemerintah daerah. Menindaklanjuti hasil survey lapangan sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang memfasilitasi Rapat Koordinasi Lanjutan Penguatan Aksesibilitas Dari dan Menuju Bandara Soekarno-Hatta yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Kota Tangerang tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Deputi Sarana dan Prasarana Pendukung Konektivitas Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Liz Zeny Merry, serta dihadiri oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian ATR/BPN, Kementerian PU, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Kota Tangerang, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hingga badan usaha terkait.

Rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan survey lapangan pengecekan saluran drainase di kawasan Perimeter Utara dan Selatan Bandara Soekarno-Hatta yang sebelumnya dilakukan bersama Bappeda Kota Tangerang, Dinas PUPR Kota Tangerang, BBWS Ciliwung Cisadane, PT Angkasa Pura Indonesia, Kantor Otoritas Bandara, Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta stakeholder terkait lainnya.

Dalam arahannya, Liz Zeny Merry menegaskan bahwa persoalan banjir pada akses menuju Bandara Soekarno-Hatta memiliki dampak yang luas karena menyangkut konektivitas menuju salah satu bandara internasional terbesar di Indonesia.

“Kemacetan akibat banjir menuju Bandara Soekarno-Hatta dampaknya bukan hanya lokal, tetapi juga internasional. Karena itu diperlukan langkah mitigasi yang serius dan terintegrasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa meskipun penanganan ini bukan termasuk Proyek Strategis Nasional (ProSN), namun urgensinya sangat tinggi sehingga membutuhkan percepatan koordinasi dan kontribusi seluruh pihak terkait.
Menurutnya, salah satu langkah mitigasi yang perlu dilakukan adalah normalisasi sungai dan pembangunan kolam retensi untuk membantu pengendalian debit air di kawasan rawan genangan. Dalam rapat tersebut juga dibahas tiga titik alternatif lokasi kolam retensi yang tengah disiapkan sebagai bagian dari rencana penanganan banjir kawasan akses menuju bandara.

“Kami berharap masing-masing pemerintah daerah dan seluruh stakeholder dapat berkontribusi sesuai kewenangan dan kapasitasnya agar penanganan banjir ini dapat berjalan efektif,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Tangerang, Hj. Yeti Rohaeti menekankan pentingnya kolaborasi antarwilayah dalam mendukung penyusunan langkah penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan.

“Permasalahan banjir di kawasan akses Bandara Soekarno-Hatta ini melibatkan lintas wilayah administrasi, sehingga diperlukan kolaborasi yang kuat antar pemerintah daerah, baik dalam penyusunan kajian, perencanaan teknis, maupun implementasi penanganannya di lapangan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang siap mendukung penuh program penanganan banjir dan penguatan aksesibilitas menuju Bandara Soekarno-Hatta sebagai kawasan strategis nasional yang memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

“Atas nama Pemerintah Kota Tangerang, kami siap mendukung penuh langkah-langkah penanganan banjir dan penguatan aksesibilitas menuju Bandara Soekarno-Hatta. Sinergi lintas daerah dan lintas sektor menjadi kunci agar program ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

Dalam rapat tersebut turut dibahas sejumlah agenda strategis, di antaranya alternatif lokasi kolam retensi dan wilayah administrasinya, usulan jaringan serta elevasi saluran di kawasan permukiman warga, pemetaan wilayah terdampak rencana normalisasi sungai, hingga rencana pembangunan saluran pembuangan air di kawasan perimeter utara dan selatan bandara.

Melalui rapat koordinasi lanjutan ini, diharapkan tercipta sinergi lintas sektor yang semakin kuat guna mempercepat langkah mitigasi banjir dan menjaga kelancaran aksesibilitas dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta, khususnya saat menghadapi cuaca ekstrem.

Adv