sumber1news.com
Tangerang — Langkah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menjadi sorotan publik setelah mencuat dugaan adanya praktik pembagian proyek penunjukan langsung (PL) kepada sejumlah oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, puluhan paket proyek dengan nilai di bawah Rp200 juta yang bersumber dari APBD Tahun 2025 diduga telah dibagi-bagikan kepada pihak tertentu tanpa melalui mekanisme yang semestinya.
Tim investigasi awak media mencoba menelusuri kebenaran informasi tersebut dan berhasil memperoleh keterangan dari salah satu pegawai di lingkungan Dinas PUPR Kota Tangerang yang meminta identitasnya tidak disebutkan. Ia membenarkan adanya pembagian paket proyek PL kepada beberapa oknum LSM.
Menurut sumber tersebut, Taufik Syahzaeni disebut-sebut menyerahkan daftar nama penerima paket PL kepada Maera, staf di bidang Sumber Daya Air (SDA), serta Faisal di bidang Bina Marga. Keduanya kemudian bertugas mengatur pelaksanaan proyek sesuai bidang masing-masing berdasarkan arahan dari Kepala Dinas.
“Maera dan Faisal yang mengatur seluruh paket PL sesuai bidangnya. Mereka mengoordinasikan kepada nama-nama yang ada di daftar yang diberikan oleh Kadis,” ujar sumber tersebut.
Namun, sumber itu juga mengungkapkan bahwa sebagian besar proyek tersebut diduga telah dijual kembali kepada pihak ketiga. Hal ini terlihat dari dokumen administrasi proyek yang tidak sesuai dengan nama-nama yang tercantum dalam daftar awal.
“Kebanyakan paket sudah dijual ke pihak ketiga. Nama-nama yang mengurus berkas kontrak bukan orang yang ada di daftar awal,” tambahnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon selulernya juga tidak mendapat respon.
red

