sumber1news.com
Tangerang
Ketua Forum RT Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari Kota Tangerang, Achmad Husaeni yang biasa disapa Husaen, angkat suara terkait carut-marut pembagian bantuan beras Bulog dalam program Bantuan Pangan Nasional (BPN) untuk bulan Oktober dan November 2025. Ia menyesalkan banyaknya warga tidak mampu dan kurang mampu yang justru tidak menerima bantuan, sementara sejumlah penerima yang tergolong mampu tetap terdata sebagai penerima manfaat.
Husaen menyebut bahwa pembagian beras di Kelurahan Karang Anyar, jauh dari kata tepat sasaran. Data penerima manfaat mengalami perubahan yang signifikan tanpa penjelasan yang jelas dari pihak terkait.
“Yang menyedihkan, justru yang tidak mampu atau kurang mampu malah tidak menerima. Banyaknya warga yang mengadu ke pada Ketua RT setempat, mengeluh karena namanya tidak lagi tercantum dalam daftar. Ini sangat mencederai rasa keadilan,” tegas Husaen kepada wartawan, Sabtu, (22/11/2025).
Ia menduga ada ketidaksesuaian data yang digunakan oleh pihak Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menetapkan penerima bansos. Karena itu, Husaen mendesak agar pendataan penerima bantuan segera diperbarui agar tidak terus menerus salah sasaran.
“Kami minta BPS turun langsung ke lapangan. Jangan hanya mengandalkan data lama yang tidak sesuai kondisi real di lapangan. Pemerintah harus hadir melindungi yang lemah, bukan malah menyisihkan mereka dari bantuan,” tegasnya.
Fenomena ini menambah daftar panjang persoalan bantuan sosial yang kerap tidak menyentuh akar masalah. Ketika program digembar-gemborkan sebagai bentuk perhatian negara terhadap rakyat miskin, di lapangan justru mereka yang paling membutuhkan sering kali luput dari perhatian.
Warga pun berharap adanya transparansi dan evaluasi total dalam sistem pendataan dan penyaluran bansos agar tidak terus menjadi ajang kesalahan yang berulang tahun demi tahun.


